korean fanfict pertama yang saya publikasikan. ini ada cerita sebelumnya di jepang, silahkan menghubungi
hirochii kalau pengen baca. haha..
oke. mulai aja deh. Doozo^^/
Saranghal Ppuniya (사랑할 뿐이야)
Cast
korean:
Cho Kyu Hyun
Super Junior’s member
japanese:
Yamada Ryosuke
Nakayama Tomoye
??? Renji
Kazuya Kamenashi
Yamashita Tomohisa
"TV show-e na oneun Girl deureun mudae-eseo bichi nandedo neon eonjena nunbushyeo"
TV쇼에 나오는 Girl들은 무대에서 빛이 난데도 넌 언제나 눈부셔
Even those girls that appears on TV shows are sparkling, you’re always be the one in my eyes
no other - super junior
Part 1
Chiaki melangkahkan kakinya ke gedung SM Entertainment. Chiaki memang kerja sambilan di perusahaan entertainment besar tersebut selama berada di Korea. Dia pindah ke korea karena disuruh oleh orang tuanya. Selama di sini dia menginap di rumah Hana-chan, teman kecilnya yang kini tinggal di Seoul bersama keluarganya. Soalnya orang tua Chiaki tidak tinggal di Seoul sementara ia harus bersekolah di ibukota Korea tersebut.
Hana sendiri adalah salah satu artis SM Entertainment walaupun tidak seterkenal SNSD, karena dia diharuskan mengutamakan kuliah oleh orang tuanya. Jadilah bekerja di SM Entertainment merupakan pekerjaan utama Hana yang tertunda. Ah, satu tambahan yang membuat orang-orang iri adalah Hana adalah pacar Kim Ki Bum, mantan personel Super Junior.
Begitu Chiaki pindah ke Korea, Hana langsung mengajaknya bekerja di SM Entertainment. Sekalian untuk menemaninya ke kantor sekali-kali. Tapi Chiaki tentu saja tidak menjadi artis. Tidak tertarik tepatnya. Wajahnya yang manis sebenarnya memadai untuk mendaftar ke bagian itu. Tapi Chiaki memilih untuk membantu di bagian produksi.
Hari ini, Hana kuliah pagi dan Chiaki berangkat sendirian ke SM Entertainment. Di pintu utama SM Entertainment terlihat wartawan yang begitu berjubel dengan kamera-kamera mereka. Well itu memang pemandangan yang sangat biasa di sini. Mungkin ada salah satu artis SM Entertainment yang membuat gossip panas terbaru hingga membuat wartawan-wartawan ini berkumpul di gedung SM. Tiba-tiba Chiaki ditarik seseorang.
“Kebetulan sekali Chiaki! Bantu kami di sini,” kata seseorang yang menariknya. Ah, ternyata manager bagian keamanan Park Jung Hae. Chiaki memang cukup akrab dengan pegawai-pegawai SM.
“Baiklah, apa yang bisa kubantu?” tanya Chiaki.
“Penampilanmu kan tidak terlihat seperti pegawai sini. Berikan instruksi ini kepada mobil Super Junior yang akan segera memasuki wilayah SM,” kata Park Jung Hae sambil memberikan secarik kertas pada Chiaki.
“Ah, sekarang?” tanya Chiaki sambil garuk-garuk kepala.
“Kapan lagi?! Sana cepat lari!” kata Park Jung Hae melihat tingkah Chiaki yang memang kadang ogah-ogahan.
“Haah,, Haii, haii,” kata Chiaki yang kemudian berlari ke gerbang SM Entertainment.
Shimatta! Kalau tau kudu balik ke gerbang tadi gak usah jalan ke sini dulu.
Chiaki menunggu di gerbang sampai sebuah mobil hitam datang ke arah SM Entertainment. Mobil rombongan Super Junior.
***
Mobil rombongan mereka terhenti tepat di gerbang. Semua anggota bisa melihat pintu masuk dipenuhi wartawan meskipun gerbang utamanya berjarak agak jauh dari pintu lobi.
“Ini pasti karena kau, Si Won,” kata Hee Chul.
“Maaf, soal gossip yang beredar akhir-akhir ini. Sepertinya sedikit menghambat Super Junior,” kata Si Won tidak enak hati. Akhir-akhir ini berita tentang dirinya memang sering mengundang para wartawan mengerumuninya.
“Sudahlah, kita semua juga pernah mengalaminya,” kata Lee Teuk menenangkan.
Seorang gadis mengetuk jendela mobil mereka diikuti oleh satpam gedung SM Entertainment di belakangnya. Hee Chul yang tempat duduknya paling dekat dengan jendela menekan tombol shingga jendela kanan otomatis terbuka.
“Permisi, saya karyawan SM Entertainment. Saya diminta menyampaikan ini kepada anda. Pesannya kurang lebih berisi lebih baik mobil rombongan Super Junior secepatnya berbalik arah dan masuk melalui pintu belakang gedung saja,” kata gadis itu sambil menyerahkan secarik kertas pada Hee Chul yang duduk paling dekat dengan jendela.
Pesan itu segera diberikan pada Lee Teuk dan dibaca berkerumun oleh anggota Super Junior lain yang ada di mobil itu juga yaitu : Hee Chul, Kyu Hyun, Si Won, Kang In, dan Eun Hyuk.
“Kau benar-benar karyawan SM Entertainment?” itu pertanyaan pertama yang keluar dari Hee Chul.
Gadis itu berdecak kesal, “Jadi anda tidak percaya pada saya? Sudahlah turuti saja pesan itu sebelum semua wartawan itu menyadari kedatangan mobil anda,”
“Bagaimana kalau kamu membohongi kami? Lalu di sana sudah dipersiapkan jebakan untuk menculik Super Junior?” tanya Hee Chul lagi dengan jahilnya.
“Hey! Hey! Sudahlah itu tidak mungkin hyung. Kau pikir ini drama?” kata Kyu Hyun berusaha menghentikan kejahilan Hee Chul.
“Hmm…Begini saja.. Bagaimana kalau kamu ikut dalam mobil ini supaya kami bisa meminta pertanggungjawaban atas pesan ini di dalam dengan kamu bersama kami,” usul Kang In yang sudah menebak kejahilan Hee Chul.
Gadis itu jelas terkejut, “Apa?! Tidak usah lah! Kalian pasti bisa menemukanku di dalam nanti. Tidak perlu naik mobil kalian segala. Lagipula itu jelas terlihat penuh,”
Tiba-tiba Eun Hyuk keluar lalu menghampiri gadis itu. “Ayolah! Hanya ikut kami sampai pintu belakang kan? Tidak akan kami apa-apakan. Jangan takut gitu lah,” katanya sambil tersenyum jahil “Kamu ingin wartawan mengetahui kebedaan kami kalau tidak cepat-cepat? Ayolah!”
“Tapi… Ah, tidak usah,” gadis itu berusaha menolak lagi.
Tapi Eun Hyuk menarik tangannya dan membimbing gadis itu naik ke dalam mobil. Dengan wajah terpaksa dia mengikuti Eun Hyuk dan masuk ke dalam mobil. Ia segera duduk di tempat duduk yang kosong, tepat di sebelah Kyu Hyun. Eun Hyuk kemudian masuk dan pintu ditutup.
Gadis itu berwajah manis, tapi bukan tipikal wajah orang korea. Kulitnya halus dan rambutnya ikal. Walaupun tanpa make up semua orang juga bisa menggolongkannya ke cantik. Pakaiannya biasa saja, jauh dari pakaian artis-artis wanita korea pada umumnya. Kakinya juga cukup jenjang dan wajah sebalnya cukup menggemaskan. Itu yang membuat Hee Chul berniat mengerjai gadis ini.
Hee Chul mengulurkan tangan dan berkata, “Namaku Kim Hee Chul, Namamu?”
Gadis itu menoleh malas kepada Hee Chul. “Yamashita Chiaki,” katanya sambil menjabat tangan Hee Chul sekilas lalu segera melepaskannya.
“Ooohh, orang Jepang toh? Pantas wajahnya tidak Korea. Apanya Yamashita Tomohisa?” tanya Kang In yang kemudian disambut tawa yang lainnya. Yamashita Tomohisa sudah jelas-jelas artis Jepang yang cukup terkenal.
Dengan malas gadis itu menjawab, “Sepupu,”
“Benarkah? Kau sepupu Yamashita Tomohisa yang artis Jepang itu? Yang nyanyi Daite, Daite, Daite Senorita?” tanya Lee Teuk sambil menyanyikan sedikit lagu Yamashita Tomohisa atau yang biasa disebut Yamapi.
Gadis itu menghela nafas, “Sudahlah. Aku TERPAKSA naik mobil ini juga karena kalian tidak percaya padaku kan?!” katanya dengan nada sebal. Tapi wajahnya jelas semakin menggemaskan untuk dijahili.
“Jangan marah begitu lah. Baiklah kami minta maaf,” kata Hee Chul. “Apa bahasa Jepangnya maaf?”
“Iya, iya, cukup pakai bahasa Korea saja aku mengerti,” jawab Chiaki.
“Lalu kamu kerja di bagian apa di sini? Artis baru SM Entertainment ya?” tanya Si Won.
“Tidak. Aku kerja di bagian produksi. Tidak berminat jadi artis. Lagipula aku lebih mengutamakan kuliah,” jawab Chiaki.
“Kenapa tidak berminat? Padahal kamu cantik lho. Pasti terkenal,” tambah Hee Chul.
“Sekedar tidak berminat. Tidak harus semua keluarga Yamashita jadi artis kan,” jawabnya.
Melihat gadis yang dikerjai Hee Chul dan kawan-kawannya itu, Kyu Hyun berusaha menengahi, “Hei, sudahlah! Kasihan dia kalian jahili terus. Nanti dia tidak mau bekerja lagi di SM Entertainment lho,” katanya.
Yang lainnya malah tertawa.
“Kau lurus sekali sih magnae. Sudahlah tidak apa-apa. Toh kita tidak bermaksud buruk. Hanya menambah kenalan. Iya kan, Chiaki-chan? Boleh aku memanggilmu begitu?” tanya Hee Chul.
“Terserah kalian saja deh. Aku sudah kesal,” katanya sambil menyilangkan tangan di dada.
Yang lainnya jelas tertawa mendengar jawaban Chiaki yang polos. Akhirnya perbincangan mereka dilanjutkan dengan acara minta maaf. Tapi wajah Chiaki yang sebal memang membuat orang-orang justru ingin menggodanya.
***
Akhirnya sampai juga. Aku gak bakalan tahan di dalem mobil itu lama-lama sama Super Junior-jahil-rese itu. Huft!
“Chiaki-chan. Minta nomor handphonemu dong,” kata Hee Chul yang tiba-tiba ada disamping Chiaki.
“Gak usah deh. Ngapain sih pake minta segala,” protes Chiaki.
“Yah buat dismsin dong,” kata Eun Hyuk.
“Gak punya handphone. Puas?!” tanya Chiaki.
“Kalo gak punya aku beliin nih,” ancam Hee Chul.
“Gak usah, gak usah,” kata Chiaki.
“Heii, kalian kelewatan deh nggodainnya. Kasihan Chiaki tuh lhoo,” kata Lee Teuk tanpa bisa menahan senyumnya.
Chiaki menjulurkan lidah pada Hee Chul dan membuat Hee Chul semakin gemas lalu tertawa keras-keras.
“Ah, terima kasih Chiaki-chan. Kamu bisa kembali bekerja sekarang,” kata Park Jung Hae yang tiba-tiba menghampiri mereka. “Ah, Hyung semua sudah ditunggu di ruangan direktur, terutama tuan Choi,”
“Yes! Terima kasih, Pak Park! Anda penyelamat,” kata Chiaki lalu segera melarikan diri dari tempat tersebut dan berbelok di koridor pertama.
Hee Chul terlihat kecewa, tapi tidak sempat menghambat Chiaki. Begitu juga dengan Eun Hyuk. Lee Teuk langsung menghampiri dua teman segroupnya lalu menepuk pundak mereka sambil tertawa geli.
“Baiklah, ayo semuanya naik ke atas,” kata Park Jung Hae.
Semua berjalan mengikuti Park Jung Hae dan manager Super Junior. Tepat di koridor pertama, Kyu Hyun menoleh ke arah perginya gadis tadi. Hmm…
***
“Chiaki!” panggil Hana yang baru masuk lewat pintu lobi. Chiaki yang sedang membawa setumpuk dokumen menoleh dan menghampiri Hana.
“Sibuk banget sih kelihatannya, sini aku bantuin!” kata Hana lalu membawakan beberapa dokumen.
“Tidak perlu sih sebenarnya. Lagipula kau kan artis,” kata Chiaki.
Hana tertawa, “Jangan begitu lah. Aku toh tidak sibuk seperti yang lainnya,”
Mereka berdua pun berjalan beriringan lalu masuk ke lift. Begitu pintu lift terbuka di lantai 3…
***
“Hey Game Kyu. Kenapa dari tadi diam saja?” tanya Hee Chul ketika ia dan Kyu Hyun berjalan menuju ke lift yang ada di lantai 3 ini. “Memikirkan sesuatu?”
“Ah, tidak. Sebenarnya…,” Kyu mulai berpikir lagi, “Aku kepikiran gadis yang tadi, Chiaki-chan.”
“Ah, kau suka ya?” Hee chul menyikut Kyu. “Dia manis kok. Lagipula mungkin lebih dekat dengan umurmu. Dekati saja,” katanya.
“Hei, bukan begitu maksudku, hyung. Aku hanya merasa pernah bertemu, tapi dimana….,” dia berpikir lagi.
“Kau ini aneh-aneh saja,” kata Hee Chul sambil menekan tombol lift di hadapannya.
Dan pintu lift pun terbuka…
***
Chiaki mendengus kesal. Kenapa sih orang-orang ini harus bertemu dengannya lagi?
“Chiaki-chan kebetulan sekali. Ah, ada Hana juga di sini. Bagaimana kabar Kim-hyung?” tanya Hee Chul sambil menahan pintu lift.
“Biasa dia sibuk. Kalian saling kenal?” tanya Hana dengan tatapan curiga pada Chiaki.
“Anggap saja tidak,” jawab Chiaki. Membuat Kyu Hyun tertawa kecil di belakang Hee Chul.
“Ah, sini-sini dokumennya biar Kyu Hyun saja yang bawakan. Aku mau bicara dengan Hana,” kata Hee Chul sambil mengambil dokumen dari tangan Hana dan memberikannya pada Kyu Hyun. “Cepat Kyu, bantu Chiaki-chan membawakan dokumennya,” perintahnya lagi lalu mendorong Chiaki sehingga gadis itu keluar dari lift.
“Shimatta!” kata Chiaki dengan nada kesal.
“Maafkan Hee Chul ya. Dia memang suka jahil. Ini mau dibawa kemana?” tanya Kyu.
“Ah, biar aku saja yang membawanya. Kau kan sibuk,” kata Chiaki berusaha mengambil dokumen yang dibawa Kyu.
“Sudah tidak apa-apa. Aku tidak sesibuk itu juga sih. Lagipula Direktur sedang bicara 4 mata dengan Choi-hyung,” kata Kyu.
“Hmm, baiklah. Termakasih kalau begitu,” kata Chiaki lalu mulai berjalan. Kyu Hyun berusaha mensejajari langkah Chiaki.
“Kau sudah lama tinggal di Korea?” tanya Kyu Hyun mengawali pembicaraan.
Chiaki agak terkejut, “Ah? Oh, tidak juga. Sekitar setahun ini lah. Aku ke sini karena dapat beasiswa,”
“Ooo… Pantas sepertinya aku belum lama melihatmu kerja di sini. Akrab dengan Hana?” tanyanya lagi.
“Yah, bisa dibilang begitu. Hana pernah tinggal di Jepang waktu kecil. Dan sekarang aku tinggal di rumahnya,” jawab Chiaki lagi.
“Ah, pantas saja,” komentar Kyu.
Agak lama mereka diam sampai Kyu memulai pembicaraan lagi.
“Kamu gak berminat jadi artis?” tanya Kyu lagi.
“Kamu udah orang kesekian yang nanyain itu. Well, jawabanku tetap sama. Engga,” jawabnya tegas.
Kyu tertawa. “Soalnya wajahmu cocok untuk jadi artis. Siapa yang tidak mengira kamu artis SM. Apalagi kamu bekerja di sini,” katanya lagi.
“Yaa.. Hanya tidak tertarik saja dengan dunia keartisan. Melihat Tomohisa-niichan sibuk setiap saat saja sudah membuatku malas,” jawab Chiaki, menyebutkan nama sepupunya.
“Wah, kalau seperti Yamapi sih pasti memang sibuk sekali,” kata Kyu.
“Ya memang, tapi kurasa Super Junior juga gak kalah sibuknya,” kata Chiaki lalu membuka pintu dihadapannya dan mengambil dokumen di tangan Kyu.
“Terima kasih sudah membantuku,” katanya sambil tersenyum polos.
Melihat wajah tersenyum Chiaki, Kyu jadi sedikit salting.
“Ya, sama-sama. Ka..kalau begitu aku pergi dulu ya,” pamitnya.
Chiaki mengangguk.
Tapi kemudian Kyu Hyun berbalik lagi, “Umm,”
Chiaki yang tadinya sudah mau masuk ke ruangan mengurungkan niatnya, “Ada apa?”
“Tidak apa-apa. Ah, lebih baik aku pergi. Dah!” katanya lalu setengah berlari meninggalkan tempat itu.
Chiaki menatap Kyu dengan bingung.
***
Hana tertawa mendengar cerita Hee Chul tentang pertemuan Super Junior dengan Chiaki.
“Kalian itu memang jahil. Yah, memang sih Chiaki manis kalau sedang kesal, tapi kasihan kan,” komentar Hana.
“Biarkan saja. Asyik menggodanya. Ah, kau punya nomer handphonenya?” tanya Hee Chul.
“Punya, punya,” kata Hana sambil mengeluarkan handphone dari tasnya.
“Minta, minta. Biar aku kasih ke Kyu,” kata Hee Chul.
“Memangnya Kyu suka sama Chiaki?” tanya Hana, “Nomernya…,” Hana menyebutkan nomer handphone Chiaki.
“Sip. Terima kasih. Yah, sepertinya. Kyu juga asyik digodain,” kata Hee Chul.
“Ah, dasar Hee Chul-oppa memang jahil. Nanti Chiaki ngambek lho,” kata Hana.
***
“Ah pokoknya mereka menyebalkan banget deh!” curhat Chiaki. Hana yang sedang memakai beberapa produk perawatan wajah hanya bisa tertawa.
“Yah, mereka memang suka begitu. Apalagi Hee Chul-oppa. Dia tidak akan berhenti nggodain kamu deh,” kata Hana.
“Sialnya aku hari ini harus berurusan dengan mereka,” runtuk Chiaki.
Hana yang baru saja selesai ikut berbaring di sebelah Chiaki.
“Ya sudah, ya sudah. Ah, kau dapat surat dari Rumiko lho! Aku meletakannya di meja belajarmu,” kata Hana.
Mendengar hal itu wajah Chiaki langsung berubah ceria. Ia segera beranjak menuju meja belajarnya dan membuka amplop yang ada di atas mejanya.
“Masih menunggu kabar tentang artis Johnny’s itu, Chi?” tanya Hana.
Chiaki terkejut mendengar pertanyaan Hana, tiba-tiba wajahnya memerah.
“Tidak juga. Aku hanya merindukan Rumiko dan Tomoye,” jawabnya.
Hana membetulkan posisi tidurnya. “Mulutmu bisa bohong tapi wajahmu jelas bilang kamu menantikan kabar tentang dia. Kamu ini… Duniamu sudah berubah, Chi. Kau sudah tidak di Jepang. Rumiko sekarang sudah jadian dengan Kamenashi. Tomoye sudah memulai hubungan baru dengan siapa nama pacar Tomoye sekarang?”
“Renji,” sambung Chiaki sambil melanjutkan membaca surat.
“Ya, Renji. Aku yang dulu masih sering curhat karena diPDKT artis keren macam Kibum aja sekarang dah jadian. Kamu masih tetep nunggu Yamada Ryosuke?” tanya Hana blak-blakan.
Chiaki terhenti lalu menghela nafas dan menjawab sambil kembali menlanjutkan membaca surat, “Entahlah, neechan. Aku menunggunya atau tidak mampu melupakannya.”
“Chiaki… chiaki… Padahal sudah setahun berlalu,” kata Hana.
Chiaki yang sudah selesai membaca menyimpan suratnya di laci dan kembali bergabung dengan Hana di tempat tidur.
“Sudahlah. Nanti juga aku menemukan cintaku. Chu!” Chiaki mengakhiri kalimatnya dengan mencium pipi Hana, “Oyasumi..,”
Hana memegang pipinya, “Asal cintamu bukan aku ya,” katanya diiringi dengan tawa. “Oyasumi.”
Lampu dimatikan dan mereka masuk ke dunia mimpi masing-masing.
***
Chiaki masuk ke studio 4, tempat Super Junior melakukan shooting untuk video klip terbaru mereka. Dia harus mengurus beberapa hal dengan manajer Song. Dia berjalan agak cepat supaya ia tidak perlu berurusan dengan grup jahil-gila-menyebalkan itu. Tapi saking terburu-burunya, Chiaki malah menabrak seseorang.
“Ah, gomen,” reflek Chiaki meminta maaf dengan bahasa Jepang, “Maaf..Maaf,”
Pria yang ditabrak Chiaki baru menyadari, “Chiaki-chan?”
Chiaki mengangkat wajah dan mendapati Kyu Hyun di hadapannya. “Ah, maaf. Maaf,”
“Tidak apa-apa. Mencari siapa di sini? Super Junior?” tanyanya.
“Tidak mau aku berurusan dengan Super Junior lagi. Huh!” jawab Chiaki yang kontan membuat Kyu Hyun geli, gadis ini lupa kah kalau dirinya juga anggota Super Junior. “Aku mencari manager Song. Kau melihatnya?”
Kyu melihat berkeliling dan mendapatkan sosok manajer Song. “Ah, itu,” tunjuknya.
Chiaki menoleh kearah yang ditunjukkan Kyu Hyun. Di sana memang ada manager Song tapi disebelahnya juga ada Hee Chul. Chiaki terkejut, tapi sebelum dia berhasil menyembunyikan wajahnya Hee Chul sudah lebih dahulu melihatnya dan tersenyum jahil padanya.
“Hei, Chiaki-san. Kau mencari aku?” teriak Hee Chul sambil melambai kea rah Chiaki. Kontan semua mata menoleh pada Chiaki.
Shimatta! Kenapa aku harus ketemu kondisi kaya gini terus? Huuhh!!!
“Ah, maaf Chiaki,” kata Kyu Hyun.
Chiaki jadi ingat pada Kyu. “Tidak apa-apa sih, tapi temani aku menghadap manager Song ya?” pintanya.
Kyu tersenyum lalu mengacak rambut Chiaki, “Ayo.”
Chiaki dan Kyu Hyun berjalan mendekati manager Song dan Hee Chul yang sedang tertawa jahil di sebelahnya.
“Jadi ternyata Chiaki nyarinya magnae Kyu?” tanya Hee Chul.
“Hih! Siapa sih yang lagi urusan sama Super Junior. Aku mau nyariin manager Song tau!” jawab Chiaki sebal.
Chiaki segera berbicara panjang lebar dengan manager song. Sepertinya mengenai apa yang harus disiapkan oleh bagian produksi. Kyu Hyun berpindah ke sebelah Hee Chul sambil tetap memperhatikan Chiaki.
“Jangan godain Chiaki terus, hyung,” kata Kyu Hyun.
“Ah, kau ada dipihaknya sih. Gak asyik nih,” protes Hee Chul.
Kyu tertawa, “Bukan begitu juga sih. Hanya saja dia sudah sebal tuh.”
Hee Chul mengusap hidungnya. “Biarkan saja. Semakin sebal dia makin manis kan?” tanyanya lagi.
Kyu hanya tertawa. Eun Hyuk dan Dong Hae mendekati mereka berempat.
“Chiaki-chan,” panggil Eun Hyuk dengan nada ceria.
Chiaki yang baru saja selesai berbicara dengan manager Song berbalik dan bertanya dengan ketus, “Apa?”
“Ih, jutek banget sih! Kan aku nyapa baik-baik lho. Ini nih, belum kenalan sama Dong Hae kan kemarin?” tanya Eun Hyuk.
Chiaki menoleh kepada Dong Hae yang berdiri di sebelah Eun Hyuk.
“Kayaknya gak perlu kenalan juga aku dah tau deh Dong Hae Super Junior,” kata Chiaki.
“Yee!” Eun Hyuk menepuk pelan kepala Chiaki, “Maksudku juga bukan kamu yang suruh kenal. Dong hae yang pengen tahu kamu, saudaranya Yamashita Tomohisa yang kerja di SM,”
“Huh!” kata Chiaki, “Ya sudah nih. Aku Yamashita Chiaki. Senang berkenalan denganmu. Begitu kan?”
Dong Hae tertawa. “Jangan terpaksa begitu lah. Ya, aku Dong Hae. Senang juga berkenalan denganmu. Kerja di bagian apa di SM?” tanyanya lagi.
“Produksi,” jawab Chiaki.
Tiba-tiba tangan Hee Chul sudah melingkar di bahu Chiaki membuat Chiaki terkejut.
“Hei, Dong Hae-hyung. Jangan berpikir untuk PDKT dengan Chiaki lho. Dia sudah jadi target magnae kita,” kata Hee Chul.
“Hyung,” potong Kyu.
“Oh, benarkah?” tanya Dong Hae disusul dengan tawa mereka.
Chiaki segera berusaha melepaskan diri dari rangkulan Hee Chul.
“Jangan asal ngomong ya! Huuh! Kalian menyebalkan,” katanya dengan kesal sambil terus berusaha melepaskan diri.
Akhirnya dia berhasil terlepas dengan susah payah. Ia segera berlari sebelum Hee Chul berhasil menangkapnya dan mengerjainya lagi. Tapi Kyu berhasil menjajari langkahnya.
“Chiaki, jangan ngambek gitu dong. Hee Chul hyung memang jahil,” kata Kyu ketika sudah berada di samping Chiaki.
Chiaki menoleh. “Tidak ngambek sih. Tapi iya dia memang menyebalkan. Huuuhh!!” runtuk Chiaki. Kyu tertawa. Jelas-jelas dia tadi mengatakan Hee Chul memang jahil, tapi Chiaki malah menafsirkannya sebagai menyebalkan.
“Ya. Tapi sebenarnya dia baik kok,” kata Kyu Hyun.
“Terima kasih sudah membelaku ya. Tapi percuma saja kau mengatakan hal baik tentangnya, tetap saja aku sebal,” kata Chiaki. “Daah” gadis itu melambaikan tangan lalu menghilang dibalik pintu.
Kyu Hyun hanya bisa membalas lambaian tangan Chiaki. Tapi tiba-tiba saja, Eun Hyuk, Hee Chul, Dong Hae, Lee Teuk, dan Shin Dong sudah ada disampingnya.
“Jadi benar kan kau suka padanya, magnae?” tanya Hee Chul.
Kyu menoleh kaget pada para hyungnya. “Ah.. Ti..tidak. Aku kan sudah menjelaskan kemarin. Aku hanya merasa pernah melihatnya,”
Lee Teuk mengibas-ngibaskan tangannya, “Ah, itu sih alasan klise. Kau mau bilang sudah pernah terpesona melihat wajah manisnya sebelum ini.”
“Bukan begitu, hyung,” Kyu Hyun berusaha mengelak lagi.
“Sudahlah, Kyu. Dekati saja. Dia memang manis. Tidak kalah kok sama personel Seo Neo Shi Dae, “ kata Dong Hae.
“Betul kata Dong Hae. Lagipula kau suka tipe-tipe polos sepertinya kan,” tambah Eun Hyuk.
Kyu mulai merasa terdesak dan, “Ah, kalian ini apaan sih?! Tidak, hyung.” Kyu Hyun lalu meninggalkan hyung-hyungnya.
“Hey, magnae. Jangan ngambek gitu dong. Kesannya malah jadi betulan,” kata Shin Dong berusaha memanggil Kyu.
“Hmm… tapi kurasa memang betulan,” kata Hee Chul.
“Kalau begitu kita jodohkan saja,” usul Lee Teuk.
“Setuju-setuju,” sambah Shin Dong.
Lalu mereka semua tertawa.
to be continued...
hehe^^
Label: fanfiction
Posting Komentar