♥post it♥----♥fanfiction♥----♥listen!♥----♥FOLLOW♥



▸ My Sisters' Secret #part3 ... ♬
Selasa, 20 September 2011
♥ posted at: @20.59
2 wishes // make a wish?


Pagi ini sudah dimulai dengan pertengkaran antara dua onni’ku. Ini akibat insiden kemarin. Ditambah dengan keputusan Mi Hae onni untuk membiarkanku pulang sendiri ke rumah.
“Kamu ini bagaimana sih? Pacaran sih oke pacaran, tapi masa kamu biarin adik kecil kita pulang sendiri?” kata Whee Na onni. Saat ini kami sedang sarapan di ruang makan.
“Sudahlah onni, aku kan sudah dewasa,” kataku berusaha menenangkan.
“Gak usah membela Mi Hae, kamu ini masih belum dewasa. Kalo ketemu orang jahat di jalan gimana. Siapa yang jagain kamu?” kata Whee Na onni.
“Tapi dia toh gak ketemu siapa-siapa kan di jalan!” protes Mi Hae onni.
Mendengar kata tidak bertemu siapa-siapa aku jadi ingat kalau aku bertemu dengan ‘siapa-siapa’ semalam dan mengingatnya membuat wajahku memerah.
“Nah kan, kamu kenapa, Eun Ai?” tanya Whee Na onni begitu melihat perubahan raut wajahku.
Aku langsung gugup. “Engga. Aku gak ketemu siapa-siapa kok semalam,” jawabku sambil keluar dari ruang makan.
Whee Na onni dan Mi Hae onni yang tadi sibuk bertengkar kini berpandangan.

*****
“Dia pasti bertemu siapa-siapa semalam,” kata Mi Hae curiga.
“Iya, jawabannya terlalu mencurigakan,” tambah Whee Na.
Dan merekapun melupakan pertengkaran hebat mereka.
*****
Hari ini aku harus mengikuti kegiatan klub sampai sore. Baiklah, aku mengaku. Ini hanya alasanku saja untuk bisa melewati halte itu di sore hari. Jadi begini rencananya, aku akan berpura-pura lewat dengan santai di halte itu. Kalau Nickhun oppa tidak ada di sana, maka aku akan berpura-pura seperti  tidak berjanji bertemu dengan siapapun. Rencana yang sempurna kan. Aku memang cerdas.
Sebentar lagi bis yang aku naiki berhenti di halte dekat rumahku. Aku jadi deg deg’an. Ahhh,, babo! Perasaan apa sih ini??
Bis berhenti. Itu artinya sudah saatnya aku turun. Aku menenteng tas sekolahku dan segera turun dari bis. Sesampainya di halte, aku menengok ke kiri dan ke kanan. Berharap seseorang ada di sana. Eits, apa tadi yang kupikirkan terakhir kali?! Tidak, aku tidak mengharapkannya. Pokoknya tidak!
Halte itu kosong. Sudah kuduga, Nickhun oppa tidak mungkin serius mengajak pergi orang yang ditemuinya di bis tanpa sengaja. Lebih baik aku pulang saja. Aku pun berbalik badan dan hendak berjalan menuju rumahku.
“Hei, kau! Eun Ai!” teriak seseorang dari belakangku. Aku segera menoleh, dan benar saja! Aku mendapati sosok Nickhun oppa ada di sana.
“Ku..kupikir oppa tidak datang,” kataku setengah tidak percaya.
“Aku orang yang selalu menepati janji ya!” katanya dengan nafas terengah-engah. Dia seperti habis berlari beberapa kilometer. Ditengah nafasnya yang terputus-putus itu sempat-sempatnya ia berkata, “Aku tidak percaya kau masih SMA”
“Memangnya kenapa kalau aku masih SMA?” protesku.
“Tidak apa-apa sih,” jawab Nickhun oppa yang nafasnya sudah kembali teratur. Tiba-tiba ia menarik tanganku, tentu saja, jelas! Aku terkejut. “Ayo kita cepat ke Song’s Toppoki, bisa-bisa kita tidak dapat tempat.”
Eeehhhhh??!!! Sungguh aku benar-benar terkejut sampai tidak mampu berkata apa-apa lagi. Padahal daritadi aku berniat memberitahu kalau Song’s Toppoki itu milik ayahku sendiri. Tapi tidak satupun kata keluar dari mulutku.
*****
Menunggui Song’s Toppoki adalah perkerjaan sambilan semua anggota keluarga Song. Semua wajib ambil bagian dalam mengelola kedai keluarga mereka itu. Hari ini giliran Mihae dan Ayahnya yang menjaga.
Mi Hae duduk di balik meja kasir sambil meneliti kembali nota-nota pengiriman bahan makanan dari pasar. Memang selalu saja ada pekerjaan yang harus dilakukan ketika menjaga kedai, selain tentu saja tugas utama untuk melayani pengunjung.
Mendadak dua orang  pengunjung memasuki kedai mereka. Mi Hae segera meletakan nota di meja dan menyapa pengunjung yang baru datang, “Selamat datang. Meja untuk berapa orang?” Mi Hae menghadap pengunjung yang baru datang dan terkejut bukan main. Di hadapannya berdiri Nichkhun, anggota 2PM, boyband yang terkenal itu. sebenarnya sih kedai mereka sudah sering dikunjungi para artis –efek begitu terkenalnya Whee Na di kalangan artis- tapi satu bagian yang paling membuat Mihae kaget adalah Nickkhun datang bersama adiknya, Eun Ai.
“Untuk 2 orang,” jawab Nickkhun. Eun Ai dibelakangnya memberikan isyarat pada Mi Hae untuk tidak mengatakan apapun pada Nickkhun.
“Ah, ba..baik di meja 8,” jawab Mi Hae agak gugup.
Meja 8 letaknya di pojok. Eun Ai menghela nafas lega. Setidaknya ia tidak harus sering berhadapan dengan ayahnya ataupun pegawai kedai. Tapi tunggu dulu. Gawat! Meja 8 itu dekat dengan pintu menuju rumah mereka. Sebenarnya kalau kedai sedang ramai begini tidak akan ada yang menuju ke sana. Eun Ai berharap dalam hati, Jangan sampai ibu, nenek atau Whee Na-onni pergi ataupun pulang dalam waktu dekat ini.
“Kau mau pesan apa?” tanya Nickkhun.
Eun Ai terkejut, “Eh, apa?” tanyanya balik.
“Kamu mau pesan apa? Kenapa sih? Sepertinya kamu gugup…,”tanya Nickkhun.
Eun Ai menggeleng, “Tidak, tidak ada apa-apa kok. Aku pesan….sama sepertimu saja,” jawab Eun Ai.
Nickkhun menatap curiga kemudian mengangguk dan memanggil pelayan. Eun Ai segera menyembunyikan wajahnya begitu pelayan datang. Nickkhun menyampaikan pesanan mereka tanpa tambahan sepatahkatapun dari Eun Ai. Begitu pelayan pergi barulah Eun Ai kembali ke posisi duduk normal. Pemesanan, sukses!
“Ah, sebenarnya aku sering melihatmu, bahkan sebelum kita bertemu,” kata Nickkhun.
“Eh, apa?” setengah terkejut Eun Ai menanyakan kembali pernyataan Nickkhun.
“Aku sudah sering melihatmu dan kebetulan berkesempatan berkenalan secara langsung karena peristiwa kemarin malam. Kau menonton konser 2PM yang terakhir juga kan?” tanyanya.
Eun Ai mengangguk dengan kikuk. Orang ini memperhatikannya sejak lama? Nickkhun 2PM  memperhatikannya sejak lama dan menunggu waktu yang tepat untuk berkenalan dengannya?! Ini hal yang sulit dicerna oleh akal sehat.
Tiba-tiba terdengar suara yang tidak asing lagi dari arah pintu masuk.
“Aku pulang. Hari ini aku bawa banyak pengunjung lhoo ayah,” teriak orang yang tidak lain tidak bukan adalah Whee Na-onni.
Eun Ai segera menoleh kaget. Dari kejauhan dia melihat ayahnya keluar dari dapur dan menghampiri Whee Na. sementara itu di belakang kakaknya, terlihat segerombolan laki-laki yang adalah sebagian personel Super Junior (Kyuhyun, Donghae, Eunhyuk, Shindong). Belum tentu lengkap sih, tapi pasti sudah cukup untuk memergoki Eun Ai di sudut. Kekhawatiran Eun Ai membuatnya lupa kalau ada Nickkhun yang pasti mengenal orang-orang yang baru datang.
“Hei, kalian! Wah, kebetulan sekali kita bisa bertemu di sini. Hei, Whee Na!” panggil Nickkhun.
Habis sudah riwayatku, pikir Eun Ai. Ia segera menyembunyikan wajahnya.
“Ah, khunnie-oppa! kebetulan sekali kau makan di sini,” Whee Na membalas sapaan Nickkhun lalu menghampirinya. Kyuhyun dan Shindong mengikutinya dibelakang. Mereka pun bergantian menyapa Nickkhun.
“Iya, aku ingin menunjukkan tempat ini pada temanku,” jawabnya sambil menunjuk Eun Ai.
Seketika itu juga wajah tersenyum Whee Na berubah menjadi wajah kaget, melihat adiknya yang kemudian dengan pasrah menunjukkan wajahnya perlahan. Eun Ai meringis polos ketika menatap Whee Na.
“Eun Ai?? Kalian?” tanya Whee Na.
“Kalian sudah saling kenal?” tanya Nickkhun agak bingung.
Eun Ai segera berdiri dan berkata, “Aku bisa menceritakan semuanya sekarang juga kalau onni minta.”
“Onni?!”
*****
“Jadi kamu adik Whee Na-ssi?” tanya Nickkhun.
Eun Ai yang baru saja datang sambil membawa nampan berisi pesanan mereka –yang sekarang duduk di meja paling besar karena semuanya bergabung jadi satu- mengangguk pelan sambil menata makanan di meja.
“Kalian bertemu dimana?” tanya Whee Na.
“Di bus tadi malam. Tapi sebenarnya aku sudah beberapa kali melihat adikmu. Aahhh,, pantas saja aku sering melihatnya. Dia adikmu,” jawab Nickkhun menjelaskan.
“Kenapa kamu tidak cerita?” tanya Whee Na pada Eun Ai.
“Onni kan tidak tanya,” jawab Eun Ai cepat.
“Eun Ai!” Whee Na terbawa emosi. Melihat reaksi kakaknya ia segera bersembunyi di balik punggung ayahnya yang baru saja datang membawa makanan.
“Whee Na.. Sudahlah, adikmu kan juga tidak salah. Jangan memarahinya begitu,” kata Ayahnya sambil menyajikan makanan di meja, “Ayo silahkan dinikmati menu andalan restoran kami.”
“Abeoji selalu saja membela Eun Ai,” protes Whee Na.
“Tapi ayahmu benar kok, Whee na. masa kamu memarahinya karena dia bertemu dengan Khunnie,” kata Donghae yang ditambahi dengan anggukan dari Mi Hae yang sudah duduk manis disampingnya.
“Yahhhh,, ya… sudahlah,” Whee Na menghela nafas sebelum akhirnya menetralkan emosinya, “Emosiku memang tidak beralasan,” katanya.
Kyuhyun mengacak rambut kekasihnya itu, “Nah kan, sudah kita mulai makan saja,” kata Kyuhyun.
“Ya, ayo ayo mulai makan. Sepertinya ini sangat lezat paman,” kata Shindong yang sudah tidak sabar lagi untuk menikmati hidangan yang tersedia.
“Ayo makan, Hyuk Jae,” kata Donghae.
Eunhyuk mengangguk dalam diam lalu makan. Daritadi seperti ada pemikiran aneh diotaknya. Dan pikiran itu membuatnya kesal sendiri.

***** 

selanjutnya di My Sisters' Secret  #part4
hari ini aku tidak ada kegiatan klub, jadi bisa pulang lebih cepat. Hari ini aku ingin bermalas-malasan sajalah di rumah, mumpung ini juga bukan jadwalku jaga kedai. Lebih baik aku cepat-cepat pulang.
Sesampainya di gerbang aku melihat seseorang yang sepertinya kukenal berdiri bersandar ke mobil putih mewah. semakin dekat dengan gerbang dan orang itu wajahnya semakin jelas terlihat. Itu Hyukjae-oppa. Sedang apa dia di sini?
Beberapa saat kemudian Hyuk-ppa menoleh dan menyadari kehadiranku.

maaf ya lama, kemaren-kemaren sibuk sih *sibuk ngegalau. hahaha*

Label:

2 Comments:

Blogger 타마라 이블린 said on 25 September 2011 pukul 16.30  

AIIIII!!! CEPET LANJUTIN!!ONNI PENASARAAAAAN!!!!


Blogger  said on 26 September 2011 pukul 23.17  

sabar onni sabar..tugas kuliah menghalangi..hohoo


Posting Komentar


◂◂ travel back in time ♪ // back to top \\ ♪ back to the future ▸▸
© All Rights Reserved 2011


Shinee - Minho