♥post it♥----♥fanfiction♥----♥listen!♥----♥FOLLOW♥



▸ Ring Ding Dong #part2 (FINAL) ... ♬
Senin, 31 Oktober 2011
♥ posted at: @21.02
0 wishes // make a wish?




Title: Ring ding dong
OST : Ring Ding Dong – SHINee
Cast :
Choi Minho
Yoon Aeri
Lee Taemin
Other Immortal’s member : Wheena, Mihae, Eunhyi, Yena
Other SHINee’s member
Super Junior’s member

NOTE : Seperti biasa, semua nama tokoh cuma dipinjem. Bukan milikku *IYALAH!*. terus buat Immortal itu punyanya Tamara Evelyne. Terus yang asli buatanku cuma tokoh Yoon Aeri (ceritanya aku) buat anggota Immortal yang lain yang bikin namanya juga Tamara Evelyne, tapi itu punya tiap individu yang berbeda. Penjelasan soal hak milik cukup sampai di sini.
Jadi ini ceritanya romantic friendship. Sorry saya agak maruk. Gapapa lah yaaa.. Cuma Fanfict doang :D Terus ini juga tanpa cover. Tanpa persiapan. Ide datang begitu saja. banyak banget pinjem nama acara talkshow atopun radio. Hehehe… bukan punyaku juga kok itu. terus yaahhh.. kalo deskripsi tentang Aerinya jadi keren banget yaaaahhh,, namanya juga cerita. Gak seru yah kalo gak begitu *ortoritas pengarang*. Selamat menikmati aja deh ;)

 RING DING DONG

sebelumnya di Ring Ding Dong #part1
Tiba-tiba Taemin menarik Aeri ke pelukannya. Aeri terkejut, tapi tak bisa melepaskan diri dari pelukan hangat Taemin. Ia benar-benar membutuhkan seseorang untuk bersandar dan menangis saat ini. tidak tertahan lagi beberapa tetes airmata meluncur di pipinya.
Taemin menepuk punggung gadis itu untuk menenangkannya.
“Sudahlah, jangan menangis. Aku… tidak ingin melihat gadis yang kusukai menangis,” katanya.


Onew, Junghyun, dan Key saling berpandangan. Ada apa diantara 2 orang ini (Minho dan Taemin)? Mengapa mereka yang biasanya ramai berdua hari ini bahkan tidak saling menyapa? Ini tentu saja mengkhawatirkan. Kekompakan SHINee seperti sedang diuji.
“Hei, kalian berdua kenapa sih?” tanya Junghyun yang sudah tidak tahan dengan diamnya mereka.
Minho seperti baru bangun dari tidurnya. “Mmm.., tidak apa-apa kok,” jawabnya.
“Sudah jelas bohong kalau kau bilang tidak apa-apa. Kalau ada masalah harus diselesaikan. Jangan sampai group kita jadi tidak kompak,” nasihat Onew.
“Ya, Hyung. Tenang saja,” kata Minho masih tidak bersemangat.
“Kami cukup professional kok,” tambah Taemin.
Onew hanya geleng-geleng kepala. Begitu juga dengan Key. Mereka sudah angkat tangan untuk menanyakan langsung pada mereka berdua. Mungkin mereka harus mencari informasi sendiri.
***
“Onni…,” Aeri mendekati Mihae yang sedang duduk di sofa ruang tengah dorm mereka.
Mihae melepaskan headsetnya.
“Kenapa sayang? Sini sini, cerita sama Onni,” kata Mihae yang memang paling dekat dengan Aeri.
“Ituu.. Aku jadi gak enak gini sama Minho-oppa sama Taemin-oppa,” Aeri mulai bercerita.
Mihae mulai mencium bau-bau ketidakberesan. “Memangnya kenapa? Kau belum cerita apa-apa kan sama, Onni.. ckckck,” kata Mihae.
“Yah, soalnya aku takut dikira kePDan. Tapii..kemarin Taemin-oppa mengatakan hal yang sangat mengejutkan ketika aku menangis di hadapannya,” kata Aeri.
“Heee?? Kapan kau menangis? Kenapa aku tidak tahu? Apa yang Taemin katakan?” Mihae menyodorkan banyak pertanyaan.
“Kemarin. Pulang dari SSTP. Diaaa.. dia blg ‘aku tidak mau melihat gadis yang kusukai menangis’,” kata Aeri.
Mihae tidak bisa menahan tawa.
“Aaahhh,, onni kok malah ketawa sih,” protes Aeri.
“Yaahh,, lagian kalian lucu sih. Aku jadi bayangin adegan kalian itu. ya udah kamu gimana sama Taeminnya?” tanya Mihae.
“Aku, biasa aja… malahan hari sebelumnya ada kejadian yang lebih parah lagi sama Minho oppa,” kata Aeri.
Mihae makin penasaran. “Lebih parah? Ayo,ayo cepat cerita!” Mihae tidak sabar mendengar cerita dongsaengnya yang ternyata punya banyak penggemar rahasia ini.
“Itu.. waktu itu kan aku lagi di ruang istirahat..,” Cerita Aeri terus berlanjut sampai bagian klimaksnya, yaitu adegan ciumannya dengan Minho. Mihae terkejut sampai tidak bisa berkata-kata.
“Kalian.... BERCIUMAN!!!” Mihae berteriak saking terkejutnya. Aeri segera membungkam mulut onninya itu.
“Sssttt,, ya gak usah diteriakin juga kali. Ga harus semua orang pada ngerti,” protesnya.
Mihae tertawa. “Eh, maaf, maaf. Habis beritamu sangat mengejutkan. Aku tidak menyangka kau sekarang sudah dewasa,” Mihae menepuk pundak Aeri.
“Aduuh,, onni. Bukan itu masalahnya. Masalahnya tuuhh aku jadi gak enak sama mereka berdua,” kata Aeri.
“Ya udah, kalo kamu ada rasanya sama Minho-oppa ya sama Minho-oppa aja lah. Jangan ngasih harapan ke Taemin. Kalian udah ciuman pula! Ckck..,” nasihat Mihae.
Aeri berpikir sejenak. “Tapi onni, aku gak masuk kriteria wanita idamannya Minho-oppa,” jawab Aeri.
“Aaahhh,, itu mah udah ada scriptnya tau. Jangan terlalu dipikirin lah. Mending kamu cepet tentuin antara Minho-oppa atau Taemin. Salah-salah kamu bisa bikin bubar SHINee tuh,” kata Mihae.
“Hush.. Jangan sampe deh onni. Amit amit,” kata Aeri.
“Bisa aja lhoo.. makanya sebagai wanita dewasa kamu harus cepat memilih,” kata Mihae. Dia sengaja menggunakan kata ‘wanita dewasa’ untuk mendorong semangat Aeri.
Aeri mengangguk, tapi di dalam dirinya masih terus berpikir.
***
Dan datanglah harinya. Ketika Aeri harus berhadapan langsung sekali lagi dengan kedua anggota SHINee itu. Hari ini ia diundang ke Sukira untuk tribute to Super Junior sunbaenim. Tidak seluruh anggota group diundang. Hanya Aeri, Mihae dan Eunhyi. Sementara dari SHINee hanya Minho, Taemin dan Onew. Ada juga guest dari Miss A dan SNSD. Sekalipun ruangan broadcast sukira terasa sangat penuh sesak, tapi tidak begitu dengan yang dirasakan Aeri, Minho dan Taemin. Mereka merasa sepertinya hanya ada mereka bertiga di ruangan ini. saling berpandangan.
“Aeri-ssi, siapa anggota Super Junior yang paling sesuai dengan kriteriamu?” tanya Eunhyuk.
Aeri agak terkejut ditanya seperti itu. Dia memang cukup akrab dengan Kyuhyun-oppa, tapi sebagai teman main. Bukan ke arah situ. Apalagi sebenarnya Wheena lah yang diam-diam punya hubungan khusus dengan maknae super junior itu. jadi dia harus menjawab siapa??
“Aahh,, sebenarnya tidak ada sih. Kurasa aku masih sangat terlalu muda untuk memasangkan diri dengan Super Junior-sunbaenim. Bukankah bahkan beberapa member cocok kupanggil ajussi?” jawab Aeri diiringi dengan tawa.
“Aahhh,, begitu. Kalau begitu kau lebih cocok dengan SHINee barangkali. Diantara member SHINee siapa yang menurutmu paling sesuai dengan kriteriamu?” kali ini gantian Leeteuk yang bertanya.
Mampus! Pikir Aeri. Ini nih pertanyaan yang akan menjawab semuanya. Mihae menahan tawa di belakang Aeri.
“Mmmm.. mm..,” Aeri melirik ke arah Minho dan Taemin.
“Ayoo siapa siapa? Wahh,, Aeri mendadak gugup sekali ya? Ada apa ini??” tanya Eunhyuk dengan senyum jahilnya.
Aeri masih diam, menatap Minho dan Taemin bergantian. Hingga akhirnya tatapan Aeri berhenti ketika pandangannya terpaut dengan tatapan Minho.
“Katakan saja,Aeri-ssi,” mendadak Taemin yang bersuara. Suaranya berat. Seperti merelakan sesuatu.
Aeri mengalihkan pandangannya pada Taemin. Taemin tersenyum padanya sambil mengangguk.
“Jadi siapa yang kau pilih, Aeri-ssi?” tanya Eunhyuk.
“Aku..pilih.. Minho-oppa,” jawab Aeri akhirnya.
Semua yang ada di situ bertepuk dan berkomentar riuh rendah.
“Nah, kalau begitu kita perlu balik bertanya pada Minho. Minho-ssi,, siapa hoobaenim’mu yang paling mendekati kriteriamu? Aahhh,, tapi kriteriamu yang dewasa, lebih tua darimu, serta berwajah keibuan kan?” Eeteuk sampai hafal dengan kriteria itu.
Minho menggeleng. “Tidak kok. Beberapa waktu ini kriteriaku sudah berganti. Aku lebih suka yang manis, imut, dan punya tatapan polos,” kata Minho.
“Aaahh,, itu sangat Aeri-ssi sekali yah?” Eunhyuk makin keras tertawa.
Minho mengangguk. “Yahh,, itu memang Aeri-ssi,”
Seluruh ruangan bersorak makin riuh. Tapi sebenarnya Aeri dan Minho sama-sama tidak begitu mendengarkan sorakan itu. Mereka saling berpandangan. Yang terdengar sangat jelas di telinga mereka adalah suara detak jantung mereka sendiri yang semakin lama semakin keras terdengar.
***
“Taemin-gun, kau tidak apa-apa kan?” tanya Mihae yang baru saja menghampiri Taemin.
Taemin tersenyum lalu menggeleng. “Tidak apa-apa kok, asalkan Aeri senang aku juga ikut senang,” jawab Taemin.
Mihae menepuk pundak Taemin.
“Yaaahhh, baguslah. Itu baru namanya cinta,” pujinya, “Aku salut dengan orang-orang sepertimu,”
Taemin tertawa. “Begitukah? Kalau begitu bagaimana kalau aku denganmu saja, Mihae-ya? Kita kan seumuran. Satu kelas lagi,” kata Taemin dengan senyum jahilnya.
“Ahhh,, maaf sekali Taemin-gun. Kali ini kau terlambat lagi. Soalnyaaa… sebenarnya aku sudah pacaran dengan Donghae-oppa. tapi ini rahasia. Kau bisa jaga rahasia kan??” tanyanya.
Taemin tertawa. “Aahh,, aku kecewa. Tapi tenang saja. aku bisa jaga rahasia kok,” kata Taemin.
“Yayaya,, baguslah. Eh, Suzy saja. Dia gak kalah imut lho dari Aeri,” usul Mihae.
Dan tiba-tiba Suzy melintas di hadapan mereka dengan gaya anggunnya. Walaupun baru 17 tahun tapi ia terlihat sangat dewasa. Gadis itu mengibaskan rambut panjangnya dan ketika menyadari Taemin memperhatikannya wajahnya memerah lalu tersenyum dengan canggung.
Taemin membalas senyumannya.
“Yaahhh,, mungkin akan kupikirkan untuk mengganti seleraku seperti Minho-hyung,” kata Taemin akhirnya. Mihae hanya tertawa mendengarnya :D
***
Aeri berlari kecil keluar gedung studio Sukira. Mihae-onni sudah di mobil duluan sementara Eunhyi pulang bersama Eunhyuk. Well, sepertinya sih masa PDKT mereka akan berakhir malam ini. Mendadak handphone Aeri berbunyi.
“Yeoboseyo, arasseo onni. Sebentar. Ini lagi lari, iyeiye,” Aeri berbicara pada Mihae di telepon.
Tapi tiba-tiba seseorang menarik handphone yang dipegang Aeri. Aeri terkejut, tentu saja. lalu menoleh ke sebelah kanan dan melihat Minho sudah berdiri di sana, bersandar pada tembok.
“Ne, Mihae-ssi. Biar Aeri pulang denganku saja. arasseo, arasseo. Tidak akan kuapa-apakan. Iya, iya. Ya ampuuunnn cerewet sekali sih. Iya. Iya, ntar aku sampein. Hahaha.. doakan saja ya,” kata Minho pada Mihae di telepon.
Sambil menunggu handphone’nya di tangan Minho, Aeri ikutan bersandar ke dinding sambil terus memperhatikan apa yang dikatakan Minho pada Mihae.
Mereka selesai berbicara.Minho menarik tangan kanan Aeri dan meletakan handphonenya di tangan Aeri.
“Ayo, kau pulang bersamaku,” kata Minho.
“Mihae onni sudah bilang boleh kan?” tanya Aeri.
Minho tertawa lalu mengacak rambut Aeri. “Sudah, sudah. Kau lugu sekali sih,” jawah Minho.
“Huh.. Oppa tidak suka kalau lugu?” tanya Aeri.
Mendadak Minho memeluk gadis itu dari belakang. Aeri agak terkejut tapi dia hanya bisa diam, menikmati pelukan hangat Minho.
“Suka kok, suka sekali,” jawabnya pelan.
Aeri tersenyum.
“Yahh, kalau begitu ayo pergi deh, Oppa. Tadi Mihae-onni sudah menjelaskan jam malamku kan?” kata Aeri.
Minho melepaskan pelukannya.
“Ah, iya. Kok dorm’mu pake jam malam sih,” protes Minho.
“Cuma buat aku coba. Katanya aku masih dibawah umur,” kata Aeri dengan wajah cemberut.
Minho tertawa. “Dasar emang kamu dibawah umur,” ejeknya sambil mengenggam tangan gadis itu dan membimbingnya berjalan keluar gedung.
“Huuuhhhhh,, ejek aja terus,” kata Aeri sambil menunjukkan wajah sok ngambeknya.
Minho hanya tertawa lalu mempererat genggaman tangannya pada gadis polos di sampingnya itu. Ya. Dia tidak akan melepaskan genggaman itu lagi. Tidak akan membiarkan Aeri pergi darinya. Tidak akan membiarkan siapapun menyentuh Aerinya yang polos, lugu, dan kekanakan. Malam ini dia berjanji pada dirinya sendiri untuk menjaga gadis yang ada disampingnya itu, gadis yang bahkan sudah berhasil mengubah seleranya. Tanpa sadar sejak tadi Minho memikirkan hal itu sambil terus menatap Aeri.
“Ne oppa, kenapa melihatku seperti itu?” tanya Aeri yang merasa terus diperhatikan sejak tadi.
Minho menggeleng. “Tidak apa-apa. Aku Cuma berpikir tentang satu hal,” jawab Minho.
“Apa?” tanya Aeri ingin tahu.
Tiba-tiba Minho mendekatkan wajahnya ke wajah Aeri.
“Mmm.. kira-kira gadis kecil dibawah umur yang ada disampingku ini mau gak ya pacaran sama aku?” tanya Minho dengan senyum jahilnya.
Wajah Aeri memerah lagi seperti biasanya.
“Mmm..sepertinya sih mau,” jawabnya.
“Kok sepertinya sih!” protes Minho.
“Ya udah deh. Mau. Mau,” Aeri mengulang jawabannya.
“Tuh kan, gak rela gitu jawabnya,” protes Minho lagi.
Aeri mulai kesal. “Ahhh, oppa nih! Maunya gimana deh?” tanya Aeri.
“Maunyaaaa….,” Minho menunjuk pipinya, isyarat minta dicium.
Wajah Aeri makin merah. “Aahh, oppa. kok susah sih syaratnya,” protes Aeri.
“Susah apanya? Kamunya aja yang gamau,” Minho pura-pura serius marah.
Akhirnya Aeri menyerah. “Iya deh. Sini Oppa nunduk dikit deh,” katanya.
Minho tersenyum jahil. Ia menunduk sedikit dan membiarkan gadis itu *tentu saja dengan gugup dan malu-malu* hendak mencium pipinya.
Tapi tepat ketika Aeri nyaris mencium pipinya, Minho menoleh. Membuat gadis itu bukannya mencium pipi tetapi malah berciuman dengannya. Aeri terkejut, tentu saja, tapi ciuman mereka tetap berlanjut. Ciuman yang hangat. Bahkan terasa lebih hangat dari yang kemarin.
“1 – 0,” kata Minho dengan senyum jahilnya.
“OPPAAAAAAAAA!!!” Minho tertawa puas dan Aeri mulai mengejarnya.
Yah, hari-hari penuh tawa, keceriaan dan cinta itu sepertinya sudah dimulai.
***

Label:

0 Comments:

Posting Komentar


◂◂ travel back in time ♪ // back to top \\ ♪ back to the future ▸▸
© All Rights Reserved 2011


Shinee - Minho