♥post it♥----♥fanfiction♥----♥listen!♥----♥FOLLOW♥



▸ Satu Untukku #part1 ... ♬
Rabu, 26 Oktober 2011
♥ posted at: @11.54
0 wishes // make a wish?



Title : One for Me
Storyline by : @aisukeai
Genre : Romantic
OST : One for Me - SHINee

Cast
Choi Minho
Kang Aeri
Choi Mihae
Lee Donghae
Song Wheena
Cho Kyuhyun
Other SHINee’s Member
Other Super Junior’s Member
SNSD’s Member


NOTE : spesial fanfict with special cover. Kekekeke.. *ikutan cara ketawanya Taemin* ceritanya terinspirasi dari lagu One for Me – SHINee, silahkan lihat translate’annya di sini. Ah, special thanks buat semua pemeran yang namanya udah dipinjem. Hohoo.. Kamshahamnida <3

One for Me

저기 두 무릎에 고갤 파묻고서 우는 그녀
Over there is the girl crying with her head down on her knees..

Aeri berlari. Dia terlambat lagi berangkat sekolah seperti biasanya. Ini sudah jam tujuh lewat 25 menit sementara kelas pertama dimulai pukul 07.30. Tetesan keringat sudah melintasi pipinya beberapa kali, padahal angin musim gugur yang sejuk sudah mulai berhembus sejak beberapa hari yang lalu. Sial! Aeri mengumpat dalam hatinya.
Tepat ketika ia nyaris melintasi gerbang seseorang memanggil namanya, “Kang Aeri!”
Aeri menghentikan langkahnya dan segera menoleh sambil berusaha mengatur nafasnya. Rupanya Lee Taemin, teman sebangku sekaligus sahabat Aeri, yang memanggilnya. Cowok populer itu ternyata baru turun dari mobil yang mengantarnya.
“Kita terlambat bersama lagi. Ayo berlari bersama ke kelas!” ajaknya sambil setengah berlari mendekati Aeri.
“Ayo!” Aeri memulai ancang-ancang berlarinya lagi.
Mereka pun berlari terburu-buru menuju ke kelas mereka sementara seseorang di dalam mobil terus mengamati hingga sosok mereka menghilang di balik gerbang.
“Minho-ya ayo berangkat!” kata Junghyun yang duduk di kursi samping pengemudi.
Minho mengalihkan pandangannya. “Baiklah Hyung,” katanya.
Dan mobil hitam itu pun berlalu dari gerbang sekolah.

***

Minho’s POV ::
Yang kutahu dari gadis itu adalah dia teman sekelas sekaligus sahabat Mihae dan Taemin. Ah, sebelumnya biar kujelaskan. Mihae adalah sepupuku, dia tinggal di rumahku karena kedua orangtuanya pindah ke Indonesia 5 tahun lalu, sementara ia sendiri memutuskan untuk menetap di Korea karena pilihannya untuk mengikuti jejakku, menjadi artis binaan SM Entertainment. Dia masih trainee sampai saat ini dan rencananya akan debut tahun depan. Kami saudara yang cukup dekat dan makin dekat karena sama-sama punya urusan dengan SM Entertainment. Kalau Taemin..ah dia bahkan lebih terkenal dariku kan. Aku tidak perlu menjelaskan tentang dia.
Baiklah, kembali ke gadis itu. Yang kutahu dari cerita Taemin, namanya Kang Aeri. Dia gadis cerdas dengan wajah yang sangat manis –menurutku–. Aku belum pernah menceritakannya pada Taemin apalagi Mihae tentang ini, tapi aku selalu menyimak cerita mereka tentang Aeri.
Sebenarnya sudah cukup lama aku diam-diam memperhatikan Aeri. Tepatnya sejak peristiwa 6 bulan yang lalu. Sejak saat itulah sepertinya aku mulai memperhatikannya.
***
“OPPAAAAA!” aku sedang berjalan santai di lorong lantai satu gedung SM Entertainment pusat ketika teriakan Mihae membahana. Gadis itu segera berlari mendekatiku.
“Mihae-ah, hei!” sapaku balik. “Apa jadwalmu hari ini?”
“Latihan dance,” jawabnya dengan ceria, “Kalau oppa?”
“Aku…terlalu banyak untuk disebutkan satu-satu,” jawabku, terlalu malas untuk menceritakan jadwalku hari ini yang padat seperti biasanya.
“Sombong sekali kau, oppa! Tau deh SHINee kan sibuk banget!” kata-kata Mihae membuatku tertawa.
“Eh, tunggu dulu! Aku menghampiri oppa karena aku mau menceritakan sesuatu,”
“Apa memangnya?” tanyaku.
Mihae tiba-tiba tersipu malu, ini pertanda dia pasti akan bercerita tentang…
“Donghae-oppa dan aku hari ini setengah tahunan lhooo… kasih selamat!” katanya sambil menyodorkan tangan kanannya.
Aku pun memberikan tatapan mencibir kepada Mihae, membuatnya berteriak lagi, “OPPAAAA!!!”
Aku tertawa. “iya iya… Selamat ya Mihae dan Donghae-hyung! Longlast ya…,” kataku sambil mencubit pipi sepupuku itu, membuatnya nyengir lebar sekaligus kesakitan.
“Hahaha.. makasih, makasih,” jawabnya dengan nada sombong.
“Makan makan dong! Masa dari jadian sampai sekarang belum dirayain sih,” komentarku dengan wajah pura-pura sebal.
“Oppa nih sama saja sama Taemin dan Aeri. Selalu tidak lupa menagih soal makan-makan. Kapan-kapan aja deh yaa…,” kata Mihae sambil menjulurkan lidahnya.
Mendengar nama Aeri disebut, mendadak aku berdebar sendiri. Baiklah ini agak berlebihan. Aku harus mengatur emosiku supaya Mihae tidak menyadarinya.
“Minho-ya! Ke ruang direksi segera, Lee Sooman-ssi memanggil kita,” panggil Jinki-hyung yang tiba-tiba sosoknya muncul di ujung lorong.
“Baik, hyung! Mihae-ah, aku duluan ya,” kataku. Mihae mengangguk sambil tersenyum sebelum aku berlari menyusul Jinki-hyung.

***

Aeri’s POV::
Aku berjalan sendirian menuju pintu gerbang. Begini nih kalau kalian punya dua sahabat sama-sama sibuk dengan dunia hiburan. Sekolahku memang sekolah seni yang sering jadi pilihan banyak Hallyu Star untuk melanjutkan studinya. Termasuk kedua sahabatku itu, Taemin dan Mihae. Ngomong-ngomong saat ini mereka, si Hallyu Star dan si calon Hallyu Star itu sedang sibuk dengan urusannya masing-masing. Taemin sedang mengurus perijinannya karena besok ada show di Busan dan Mihae selalu pulang lebih dulu di hari Rabu karena jadwal latihan vocal’nya bentrok dengan jam sekolah –betapa beruntungnya dia, apalagi pelajaran yang ia tinggalkan adalah sejarah seni–.
Aku tinggal seperlempar batu dari pintu gerbang ketika melihat seorang pria betubuh tinggi berdiri di sisi gerbang dengan mengenakan kacamata hitam. Well, tanpa dia perlu melepas kacamata hitamnya pun aku sudah tahu kalau itu adalah Choi Minho, itu lho member SHINee yang selalu kebagian ngerap. Minho-oppa ini memang seringkali mendapat tugas menjemput dongsaengnya, Taemin. Sunbaenim yang sangat baik kan… yahh, untung saja siswa siswi di sini sudah terbiasa dengan para ‘artis’ jadi tidak masalah sekalipun Choi Minho atau anggota SHINee yang lain seringkali datang menjemput Taemin ke sekolah.
Mungkin lebih baik aku memberitahunya kalau Taemin masih ada urusan di ruang guru, kasihan kalau dia menunggu berdiri di situ.
Setelah mengumpulkan segenap keberanian untuk menyapa duluan, aku pun mengeluarkan suara, “Annyeonghaseo, Minho-ssi,”

***

Minho’s POV ::
“Annyeonghaseo, Minho-ssi!”
Saat ini aku sedang sangat terkejut. Kang Aeri baru saja menghampiriku dan tiba-tiba menyapaku. Well, aku harus menata emosiku. Tidak boleh terlihat gugup di hadapannya.
“Ah, annyeonghaseo,” sapaku balik. “Kau.. teman, Taemin kan?”
Aeri mengangguk, “Iya,” dia tersenyum manis sekali sebelum melanjutkan kalimatnya, “Choneun Kang Aeri imnida. Itu..Taemin masih ada di ruang guru. Mengurus perijinan untuk besok katanya.” Aeri terlihat agak gugup ketika mengatakannya. Tapi sebenarnya aku jauh lebih gugup darinya.
“Oohh.., ya,” aku hampir lupa apa yang harus kukatakan selanjutnya sampai akhirnya otakku kembali berfungsi, “Gomawoyo, Aeri-ssi,”
“Cheonmaneyo. mmm.. kalau begitu aku pamit, annyeonghaseo,” katanya sambil membungkukan badannya dengan formal.
“Ah, annyeonghaseyo,” aku membalas ucapannya.
Gadis itu pun melangkahkan kakinya kembali, melewati gerbang sementara aku hanya bisa mengamatinya dan melihatnya berlalu dari hadapanku. Ini kali keduaku berdekatan dengannya, dalam suasana yang berbeda dengan 6 bulan yang lalu. Mendadak bayangan keadaan 6 bulan yang lalu melintas begitu saja dalam benakku.
“Hyung!” panggilan Taemin membuyarkan lamunanku, “Ayo!”
Kami pun berjalan menuju mobil.

***

Taemin berjalan mondar mandir di ruang tengah. Keempat hyungnya yang lain dari tadi memperhatikan dengan tatapan aneh tapi dia tidak juga menyadarinya. Hingga akhirnya…
“Hei! Hei! Taeminie! Berhentilah bolak balik begitu. Aku lelah melihatnya!” kata Junghyun.
“Ah, iya Hyung. Mianhae,” katanya. Si maknae itu segera duduk di kursi meja makan.
Tapi beberapa detik kemudian Taemin sudah kembali berdiri dan mondar-mandir. Hanya saja kali ini hanya di sekitar meja makan.
“Taemin-ah, kau kenapa sih?” tanya Minho yang penasaran sekaligus khawatir melihat hoobae’nya itu.
Taemin menoleh. Keempat hyungnya menanti jawabannya dan menatapnya dengan serius. Tapi mendadak Taemin berlari mendekat kepada mereka.
“Hyuuuunnnnggggg, aku boleh mengajak seorang wanita ke sini?” katanya tiba-tiba.
Keempat Hyungnya tentu saja terkejut, mereka berpikir ‘maknae kita sekarang sudah dewasa’. Key segera memeluk Taemin dengan ekspresi bahagia yang dibuat-buat.
“Taemin-ah,, aku bangga. Sekarang kau sudah dewasa ya,” katanya.
Junghyun menepuk pundak taemin sementara Minho tertawa terbahak. “Bawa saja, sebagai laki-laki kau harus berani melanggar peraturan untuk gadismu. Aku mendukungmu, Taemin-ah!” kata Junghyun.
“Hei, hei! Ini bukan seperti yang Hyung bayangkan!” protes Taemin.
“Tak apa sih, asal tidak jadi masalah seperti terakhir kali Junghyun membawa noonanya itu,” Onew melirik pada Junghyun, “Memangnya siapa gadis itu?”
Tepat ketika pertanyaan terakhir Onew terlontar bel pintu berbunyi.
“Ah, itu diaa!” kata Taemin. Ia segera berdiri lalu berlari ke pintu masuk.
“Ahh, aku penasaran. Gadis seperti apa yang dibawa Taemin ke sini,” kata Key.
“Pasti gadis kecil yang manis, itu tipe Taemin sekali,” kata Junghyun. Minho mengangguk-angguk setuju.
Lalu terdengar suara Taemin dan gadis itu memasuki dorm mereka sambil mengobrol. “Ah, tapi Mihae gak bisa dateng,” “Ya udah gapapa kamu aja juga boleh. Lagian kalo ada Mihae bisa-bisa dia mengurangi jatah bertanyaku dong,” gadis itu tertawa, “Yah, tidak perlu berebut lah. Kalian sih sama-sama sibuknya,” dan Minho mulai mengenali suara itu.
“Ah, Hyung-nim. Ini Kang Aeri,” kata Taemin.
“Annyeonghaeseo, Kang Aeri imnida,” gadis itu membungkukan badan dengan formal.
Minho sangat terkejut melihat sosok Aeri di hadapannya. Ia segera membenarkan posisi duduknya dan tatapannya tidak beralih sedikitpun dari gadis itu. Saking kaget dan groginya, ia bahkan lupa menjawab salam Aeri walaupun ketiga hyungnya sudah menjawab dengan “Annyeonghaseo”
“Ahh, kau pacar Taemin?” tanya Junghyun tiba-tiba.

To be continued...

ada banyak bagian yang masih tak terduga. part 1nya ini sih belum ada apa-apanya.. jadi jangan lupa nantikan part2nya yaa. ;)

Label:

0 Comments:

Posting Komentar


◂◂ travel back in time ♪ // back to top \\ ♪ back to the future ▸▸
© All Rights Reserved 2011


Shinee - Minho