Title : One for Me
Storyline by :
@aisukeai
Genre : Romantic
OST : One for Me -
SHINee
Cast
Choi Minho
Kang Aeri
Choi Mihae
Lee Donghae
Song Wheena
Cho Kyuhyun
Other SHINee’s Member
Other Super Junior’s Member
SNSD’s Member
NOTE : spesial fanfict with special cover. Kekekeke..
*ikutan cara ketawanya Taemin* ceritanya terinspirasi dari lagu One for Me –
SHINee, silahkan lihat translate’annya di sini. Ah, special thanks buat semua pemeran
yang namanya udah dipinjem. Hohoo.. Kamshahamnida <3
One for Me
저기 두 무릎에 고갤 파묻고서 우는 그녀
Over there is the girl crying with her head down on her knees..
Aeri berlari. Dia terlambat lagi berangkat sekolah seperti
biasanya. Ini sudah jam tujuh lewat 25 menit sementara kelas pertama dimulai
pukul 07.30. Tetesan keringat sudah melintasi pipinya beberapa kali, padahal
angin musim gugur yang sejuk sudah mulai berhembus sejak beberapa hari yang
lalu. Sial! Aeri mengumpat dalam
hatinya.
Tepat ketika ia nyaris melintasi gerbang seseorang memanggil
namanya, “Kang Aeri!”
Aeri menghentikan langkahnya dan segera menoleh sambil
berusaha mengatur nafasnya. Rupanya Lee Taemin, teman sebangku sekaligus
sahabat Aeri, yang memanggilnya. Cowok populer itu ternyata baru turun dari
mobil yang mengantarnya.
“Kita terlambat bersama lagi. Ayo berlari bersama ke kelas!”
ajaknya sambil setengah berlari mendekati Aeri.
“Ayo!” Aeri memulai ancang-ancang berlarinya lagi.
Mereka pun berlari terburu-buru menuju ke kelas mereka
sementara seseorang di dalam mobil terus mengamati hingga sosok mereka
menghilang di balik gerbang.
“Minho-ya ayo berangkat!” kata Junghyun yang duduk di kursi
samping pengemudi.
Minho mengalihkan pandangannya. “Baiklah Hyung,” katanya.
Dan mobil hitam itu pun berlalu dari gerbang sekolah.
***
Minho’s POV ::
Yang kutahu dari gadis itu adalah
dia teman sekelas sekaligus sahabat Mihae dan Taemin. Ah, sebelumnya biar
kujelaskan. Mihae adalah sepupuku, dia tinggal di rumahku karena kedua
orangtuanya pindah ke Indonesia 5 tahun lalu, sementara ia sendiri memutuskan
untuk menetap di Korea karena pilihannya untuk mengikuti jejakku, menjadi artis
binaan SM Entertainment. Dia masih trainee sampai saat ini dan rencananya akan
debut tahun depan. Kami saudara yang cukup dekat dan makin dekat karena
sama-sama punya urusan dengan SM Entertainment. Kalau Taemin..ah dia bahkan
lebih terkenal dariku kan. Aku tidak perlu menjelaskan tentang dia.
Baiklah, kembali ke gadis itu.
Yang kutahu dari cerita Taemin, namanya Kang Aeri. Dia gadis cerdas dengan
wajah yang sangat manis –menurutku–. Aku belum pernah menceritakannya pada
Taemin apalagi Mihae tentang ini, tapi aku selalu menyimak cerita mereka
tentang Aeri.
Sebenarnya sudah cukup lama aku
diam-diam memperhatikan Aeri. Tepatnya sejak peristiwa 6 bulan yang lalu. Sejak
saat itulah sepertinya aku mulai memperhatikannya.
***
“OPPAAAAA!” aku sedang berjalan
santai di lorong lantai satu gedung SM Entertainment pusat ketika teriakan
Mihae membahana. Gadis itu segera berlari mendekatiku.
“Mihae-ah, hei!” sapaku balik. “Apa
jadwalmu hari ini?”
“Latihan dance,” jawabnya dengan
ceria, “Kalau oppa?”
“Aku…terlalu banyak untuk
disebutkan satu-satu,” jawabku, terlalu malas untuk menceritakan jadwalku hari
ini yang padat seperti biasanya.
“Sombong sekali kau, oppa! Tau
deh SHINee kan sibuk banget!” kata-kata Mihae membuatku tertawa.
“Eh, tunggu dulu! Aku menghampiri
oppa karena aku mau menceritakan sesuatu,”
“Apa memangnya?” tanyaku.
Mihae tiba-tiba tersipu malu, ini
pertanda dia pasti akan bercerita tentang…
“Donghae-oppa dan aku hari ini setengah
tahunan lhooo… kasih selamat!” katanya sambil menyodorkan tangan kanannya.
Aku pun memberikan tatapan
mencibir kepada Mihae, membuatnya berteriak lagi, “OPPAAAA!!!”
Aku tertawa. “iya iya… Selamat ya
Mihae dan Donghae-hyung! Longlast ya…,” kataku sambil mencubit pipi sepupuku
itu, membuatnya nyengir lebar sekaligus kesakitan.
“Hahaha.. makasih, makasih,”
jawabnya dengan nada sombong.
“Makan makan dong! Masa dari
jadian sampai sekarang belum dirayain sih,” komentarku dengan wajah pura-pura
sebal.
“Oppa nih sama saja sama Taemin
dan Aeri. Selalu tidak lupa menagih soal makan-makan. Kapan-kapan aja deh
yaa…,” kata Mihae sambil menjulurkan lidahnya.
Mendengar nama Aeri disebut,
mendadak aku berdebar sendiri. Baiklah ini agak berlebihan. Aku harus mengatur
emosiku supaya Mihae tidak menyadarinya.
“Minho-ya! Ke ruang direksi
segera, Lee Sooman-ssi memanggil kita,” panggil Jinki-hyung yang tiba-tiba
sosoknya muncul di ujung lorong.
“Baik, hyung! Mihae-ah, aku
duluan ya,” kataku. Mihae mengangguk sambil tersenyum sebelum aku berlari
menyusul Jinki-hyung.
***
Aeri’s POV::
Aku berjalan sendirian menuju
pintu gerbang. Begini nih kalau kalian punya dua sahabat sama-sama sibuk dengan
dunia hiburan. Sekolahku memang sekolah seni yang sering jadi pilihan banyak
Hallyu Star untuk melanjutkan studinya. Termasuk kedua sahabatku itu, Taemin
dan Mihae. Ngomong-ngomong saat ini mereka, si Hallyu Star dan si calon Hallyu
Star itu sedang sibuk dengan urusannya masing-masing. Taemin sedang mengurus
perijinannya karena besok ada show di Busan dan Mihae selalu pulang lebih dulu
di hari Rabu karena jadwal latihan vocal’nya bentrok dengan jam sekolah –betapa
beruntungnya dia, apalagi pelajaran yang ia tinggalkan adalah sejarah seni–.
Aku tinggal seperlempar batu dari
pintu gerbang ketika melihat seorang pria betubuh tinggi berdiri di sisi
gerbang dengan mengenakan kacamata hitam. Well, tanpa dia perlu melepas
kacamata hitamnya pun aku sudah tahu kalau itu adalah Choi Minho, itu lho
member SHINee yang selalu kebagian ngerap. Minho-oppa ini memang seringkali
mendapat tugas menjemput dongsaengnya, Taemin. Sunbaenim yang sangat baik kan…
yahh, untung saja siswa siswi di sini sudah terbiasa dengan para ‘artis’ jadi
tidak masalah sekalipun Choi Minho atau anggota SHINee yang lain seringkali
datang menjemput Taemin ke sekolah.
Mungkin lebih baik aku
memberitahunya kalau Taemin masih ada urusan di ruang guru, kasihan kalau dia
menunggu berdiri di situ.
Setelah mengumpulkan segenap
keberanian untuk menyapa duluan, aku pun mengeluarkan suara, “Annyeonghaseo,
Minho-ssi,”
***
Minho’s POV ::
“Annyeonghaseo, Minho-ssi!”
Saat ini aku sedang sangat terkejut. Kang Aeri baru saja
menghampiriku dan tiba-tiba menyapaku. Well, aku harus menata emosiku. Tidak
boleh terlihat gugup di hadapannya.
“Ah, annyeonghaseo,” sapaku balik. “Kau.. teman, Taemin kan?”
Aeri mengangguk, “Iya,” dia tersenyum manis sekali sebelum
melanjutkan kalimatnya, “Choneun Kang Aeri imnida. Itu..Taemin masih ada di
ruang guru. Mengurus perijinan untuk besok katanya.” Aeri terlihat agak gugup
ketika mengatakannya. Tapi sebenarnya aku jauh lebih gugup darinya.
“Oohh.., ya,” aku hampir lupa apa yang harus kukatakan
selanjutnya sampai akhirnya otakku kembali berfungsi, “Gomawoyo, Aeri-ssi,”
“Cheonmaneyo. mmm.. kalau begitu aku pamit, annyeonghaseo,”
katanya sambil membungkukan badannya dengan formal.
“Ah, annyeonghaseyo,” aku membalas ucapannya.
Gadis itu pun melangkahkan kakinya kembali, melewati gerbang
sementara aku hanya bisa mengamatinya dan melihatnya berlalu dari hadapanku.
Ini kali keduaku berdekatan dengannya, dalam suasana yang berbeda dengan 6
bulan yang lalu. Mendadak bayangan keadaan 6 bulan yang lalu melintas begitu
saja dalam benakku.
“Hyung!” panggilan Taemin membuyarkan lamunanku, “Ayo!”
Kami pun berjalan menuju mobil.
***
Taemin berjalan mondar mandir di
ruang tengah. Keempat hyungnya yang lain dari tadi memperhatikan dengan tatapan
aneh tapi dia tidak juga menyadarinya. Hingga akhirnya…
“Hei! Hei! Taeminie! Berhentilah bolak
balik begitu. Aku lelah melihatnya!” kata Junghyun.
“Ah, iya Hyung. Mianhae,” katanya.
Si maknae itu segera duduk di kursi meja makan.
Tapi beberapa detik kemudian Taemin
sudah kembali berdiri dan mondar-mandir. Hanya saja kali ini hanya di sekitar
meja makan.
“Taemin-ah, kau kenapa sih?”
tanya Minho yang penasaran sekaligus khawatir melihat hoobae’nya itu.
Taemin menoleh. Keempat hyungnya
menanti jawabannya dan menatapnya dengan serius. Tapi mendadak Taemin berlari
mendekat kepada mereka.
“Hyuuuunnnnggggg, aku boleh
mengajak seorang wanita ke sini?” katanya tiba-tiba.
Keempat Hyungnya tentu saja
terkejut, mereka berpikir ‘maknae kita sekarang sudah dewasa’. Key segera
memeluk Taemin dengan ekspresi bahagia yang dibuat-buat.
“Taemin-ah,, aku bangga. Sekarang
kau sudah dewasa ya,” katanya.
Junghyun menepuk pundak taemin
sementara Minho tertawa terbahak. “Bawa saja, sebagai laki-laki kau harus berani
melanggar peraturan untuk gadismu. Aku mendukungmu, Taemin-ah!” kata Junghyun.
“Hei, hei! Ini bukan seperti yang
Hyung bayangkan!” protes Taemin.
“Tak apa sih, asal tidak jadi
masalah seperti terakhir kali Junghyun membawa noonanya itu,” Onew melirik pada
Junghyun, “Memangnya siapa gadis itu?”
Tepat ketika pertanyaan terakhir
Onew terlontar bel pintu berbunyi.
“Ah, itu diaa!” kata Taemin. Ia segera
berdiri lalu berlari ke pintu masuk.
“Ahh, aku penasaran. Gadis seperti
apa yang dibawa Taemin ke sini,” kata Key.
“Pasti gadis kecil yang manis,
itu tipe Taemin sekali,” kata Junghyun. Minho mengangguk-angguk setuju.
Lalu terdengar suara Taemin dan
gadis itu memasuki dorm mereka sambil mengobrol. “Ah, tapi Mihae gak bisa
dateng,” “Ya udah gapapa kamu aja juga boleh. Lagian kalo ada Mihae bisa-bisa
dia mengurangi jatah bertanyaku dong,” gadis itu tertawa, “Yah, tidak perlu
berebut lah. Kalian sih sama-sama sibuknya,” dan Minho mulai mengenali suara
itu.
“Ah, Hyung-nim. Ini Kang Aeri,”
kata Taemin.
“Annyeonghaeseo, Kang Aeri
imnida,” gadis itu membungkukan badan dengan formal.
Minho sangat terkejut melihat
sosok Aeri di hadapannya. Ia segera membenarkan posisi duduknya dan tatapannya
tidak beralih sedikitpun dari gadis itu. Saking kaget dan groginya, ia bahkan
lupa menjawab salam Aeri walaupun ketiga hyungnya sudah menjawab dengan “Annyeonghaseo”
“Ahh, kau pacar Taemin?” tanya
Junghyun tiba-tiba.
To be continued...
ada banyak bagian yang masih tak terduga. part 1nya ini sih belum ada apa-apanya.. jadi jangan lupa nantikan part2nya yaa. ;)
Label: fanfiction
Posting Komentar