♥post it♥----♥fanfiction♥----♥listen!♥----♥FOLLOW♥



▸ Satu Untukku #part2 ... ♬
Rabu, 26 Oktober 2011
♥ posted at: @23.47
0 wishes // make a wish?



Title : One for Me
Storyline by : @aisukeai
Genre : Romantic
OST : One for Me - SHINee

Cast
Choi Minho
Kang Aeri
Choi Mihae
Lee Donghae
Song Wheena
Cho Kyuhyun
Other SHINee’s Member
Other Super Junior’s Member
SNSD’s Member


NOTE : spesial fanfict with special cover. Kekekeke.. *ikutan cara ketawanya Taemin* ceritanya terinspirasi dari lagu One for Me – SHINee, silahkan lihat translate’annya di sini. Ah, special thanks buat semua pemeran yang namanya udah dipinjem. Hohoo.. Kamshahamnida <3

One for Me

sebelumnya di One for Me #part1

“Annyeonghaeseo, Kang Aeri imnida,” gadis itu membungkukan badan dengan formal.
Minho sangat terkejut melihat sosok Aeri di hadapannya. Ia segera membenarkan posisi duduknya dan tatapannya tidak beralih sedikitpun dari gadis itu. Saking kaget dan groginya, ia bahkan lupa menjawab salam Aeri walaupun ketiga hyungnya sudah menjawab dengan “Annyeonghaseo”
“Ahh, kau pacar Taemin?” tanya Junghyun tiba-tiba.

Wajah Taemin dan Aeri langsung memerah. “TIDAK! BUKAN! Kami teman sekelas. Aeri mau mengajariku materi untuk tes besok. Kan tadi aku sudah bilang ini bukan seperti yang Hyung bayangkan,” bantah Taemin. Mendadak sorot wajah Key dan Junghyun berubah menjadi kekecewaan, Onew tertawa terbahak, sementara Minho. . .
“Ya ya, sudahlah! Dua hyungmu ini memang terlalu heboh. Kalian belajar saja di meja makan ya,” kata Onew.
“Baik. Gomawoyo Hyung!” kata Taemin. Aeri pun mengikuti langkah Taemin dan duduk di kursi meja makan. Mereka mulai sibuk mengeluarkan buku dan menata alat tulis mereka. Well, sebenarnya hanya Minho yang benar-benar mengamati apa yang mereka lakukan.
Lalu terdengar suara obrolan mereka.
“Jaa, kenapa di sekolah seni masih harus ada Matematika sih,”
“Supaya artis-artis seperti kalian tidak bodoh, sudah cepat kerjakan soal yang tadi aku kasih,”
“Memang kepintaran hanya diukur dengan matematika?”
“Tidak juga sih. Tapi kelulusan membawa serta nilai matematika. Kelulusan itu yang menjadi bukti kepintaranmu,”
“Oooohh, tau deh yang seleranya yang gak lulus kuliah,”
“Sial! Sudah cepat kerjakan!”
Taemin tertawa. “Baik, baik. Ini nomer 3 gimana caranya?”
Minho masih terus mendengarkan sampai Junghyun tiba-tiba menepuk-nepuk kakinya.
“Eh, kita gangguin yuk!” ajaknya dengan setengah berbisik.
Key yang tidak sengaja mendengarnya ikut tertarik, “Ayo, ayo,”
Mereka berdua segera beranjak dari sofa dan menarik Minho untuk ikut serta dengan mereka. Ketiga orang itu berjalan ke ruang makan sekaligus dapur mereka.
Taemin yang menyadari kedatangan ketiga hyungnya melirik. “Hyung, apa yang kalian lakukan?” tanyanya curiga.
“Kami mau memasak makan malam. Memang kenapa?” kata Junghyun.
Taemin memasang tampang cemberut, “Ah,baiklah terserah Hyung saja”
“Aeri-ssi, kau sudah makan malam? Makan di sini saja bersama kami,” ajak Key.
“Ah, merepotkan Oppa saja. tidak perlu kok paling waktu makan malam Taemin sudah selesai,” jawabnya.
“Eh, sudah tak apa. Kamu makan di sini saja. lagian masa aku minta kamu ajarin tapi gak ngasih makan sih,” kata Taemin.
“Ah, tapii..,” Aeri masih tetap tidak enak hati.
“Sudahlah makan saja di sini tidak apa-apa kok,” kata Taemin lagi.
Dengan berat hati akhirnya Aeri menjawab, “Yahh..Baiklah. maaf merepotkan.”
“Tidak kok. Aeri mau makan apa?” tanya Key.
“Terserah Oppa saja deh. Aku ikutan aja,” jawabnya sambil meringis polos.
“Ah, kamu manis sekali ya. Tenang saja, Almighty Key akan memasakkan yang terenak untukmu,” kata Key sambil mulai memasak.
“Hei! Hei! Memasak untukku juga,” koreksi Onew dari ruang tengah.
“Iya, iya, Hyung! Hyung nonton TV saja,” jawab Key.
Aeri hanya bisa tertawa kecil melihat tingkah laku para member SHINee dihadapannya. Sementara Minho mengamati senyumnya diam-diam.

***

Minho baru saja keluar dari lift ketika menangkap sosok Aeri duduk di sofa lobby gedung SM Entertainment. Sepertinya untuk masalah Aeri kecepatan alat inderanya jadi nomor 1. Gadis itu hari ini terlihat sangat manis seperti biasanya, ia mengenakan tanktop putih dengan motif polkadot biru dengan cardigan berpotongan asimetris berwarna senada dan celana jeans panjang. Aeri terlihat duduk sendirian.
Minho menghampiri meja receptionist sambil tetap memperhatikan Aeri. Dari posisi menunduk tiba-tiba gadis itu menoleh ke arahnya. Dengan agak gugup Minho segera mengalihkan pandangannya, ia berhasil karena Aeri masih tidak menyadari keberadaannya di sana.
“Aeri-ya,” panggil seseorang dari arah lift. Walaupun Aeri yang dipanggil, Minho ikut menoleh dan mendapati Song Wheena, manager Super Junior yang baru saja muncul di balik pintu lift.
Aeri bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri Wheena.
“Hai Wheena-sungmo!” Aeri menyapa Wheena balik.
Minho tak bisa menahan tawa. Ia tentu saja mengenal Wheena, Wheena hanya setahun di atas Minho dan barusan Aeri memanggilnya apa? Sungmo (bibi)? Wheena bahkan tak mau dipanggil Noona oleh Minho dan sekarang Aeri justru memanggilnya dengan sebutan yang semakin membuatnya terdengar tua. Sialnya Wheena sadar kalau Minho mentertawainya.
“Hei, Minho-ya! Apa yang kau tertawakan?!” tanyanya dengan nada kesal. Aeri menoleh ke arah Minho dengan tatapan polos tidak mengerti.
“Wheena-sungmo?” tanya Minho sambil menahan tawa.
“Ssibal. Aeri-ya sudah kubilang jangan memanggilku dengan sebutan Sungmo. Kita hanya berbeda 3 tahun, tidakkah aku lebih pantas dipanggil onni?!” katanya pada Aeri.
Aeri tertawa jahil, “Maaf sung, eh.. onni. Kan appa umma mengajariku memanggilmu Sung..eh.. yah pokoknya itu lah,” jawabnya diikuti dengan senyum jahilnya.
“Ah, kau selalu sengaja. Tidak perlu pura-pura. Sudah sini mana titipan untukku?” tanya Wheena.
“Yaaahhh, jangan ngambek gitu dong onni. Ini,” Aeri menyerahkan tas yang dibawanya.
“Ini strawberry cheesecake kaya yang aku pesen kan?” tanya Wheena sekali lagi.
“Iya iya, onni dah bilang berapa kali coba. Aku gak sepelupa itu kok,” jawab Aeri.
“Ya, gomawo Aeri. Ah, kau kesini naik apa?” tanya Wheena.
“Naik subway dong,” jawabnya.
“Wah, sekali lagi terimakasih lho, Aeri-ya. Padahal dari rumahmu kan jauh,” kata Wheena.
Minho berdecak.
“Heh, apaan kamu ikutan berdecak?”
“Ada gitu sungmo yang tega cokha’nya jauh-jauh datang Cuma untuk mengirimkan Strawberry Cheese Cake,” Minho kembali berdecak.
“Hei hei! Hari ini hari spesialku dengan Kyu-ppa. Ini antara hidup dan mati. Tanpa strawberry cheese cake ini dia akan marah karena aku melupakannya,” kata Wheena.
Aeri tertawa. “Yahh,, sudahlah tak apa onni. Asalkan kau mentraktirku es krim super enak di dekat rumahmu itu kalau aku main ke sana,” kata Aeri.
“Itu sih gampang. Ah, sekalian kan kau bisa bertemu dengan oppa kesayanganmu itu. Ayo ikut ke atas,” kata Wheena.
Mendadak raut wajah Aeri berubah, “Onni lupa dia sudah punya pacar?”
“Ah, maaf Aeri-ya. Aku lupa,” kata Wheena dengan nada bersalah. Mendadak suasananya jadi agak kurang menyenangkan, tidak hanya untuk Wheena dan Aeri tapi diam-diam Minho juga.
“Ya sudahlah tak apa-apa kok. Kalau begitu aku pergi dulu ya Onni. Annyeong,” kata Aeri. Wheena mengangguk.
“Annyeonghaseo, Minho-oppa,” katanya. Minho membalas salam dari Aeri sambil memperhatikan raut wajah gadis itu.
Tanpa berkata apapun lagi gadis itu pergi meninggalkan lobby gedung SM Entertainment. Minho terus memperhatikannya sampai bayangannya menghilang di pintu utama. Wheena menghela nafas.
“Bodoh sekali aku. Padahal dia masih selalu begitu kalau aku membahasnya,” gumam Wheena.
Siapa?


***
To be continued...

Penasaran juga kaya si Minho? Siapa 'oppa kesayangan' Aeri? Tunggu lanjutannya ya. . .

Label:

0 Comments:

Posting Komentar


◂◂ travel back in time ♪ // back to top \\ ♪ back to the future ▸▸
© All Rights Reserved 2011


Shinee - Minho