♥post it♥----♥fanfiction♥----♥listen!♥----♥FOLLOW♥



▸ Tidak ada yang lain :D ... ♬
Minggu, 02 Oktober 2011
♥ posted at: @13.02
0 wishes // make a wish?



Cast
Lee Hyukjae
Kang Aeri
Minho Shinee
Lee Donghae
Choi Mihae
Other Super Junior’s Member
Other Shinee’s Member

Note :  temanya salah paham cinta segitiga. Klise banget ya. Tapi ini fanfict oneshoot pertamaku lhoo,, jadi masih pemula banget. Semoga menarik ya ;) Doozo..
No Other Answer
*gak cuma Sorry Sorry yang bisa pake Answer #apaansih*

Hyukjae POV ::

Ada seorang gadis yang sering kusebut sebagai Cheonsa – 천사 (malaikat). Namanya Kang Aeri - 애리. Tentu saja dia tidak tahu kalau aku memanggilnya begitu. Sebenarnya hanya sahabat baikku, Donghae yang mengetahuinya.
Donghae selalu bilang aku sudah sangat jatuh cinta padanya, tapi aku tidak pernah benar-benar mengakuinya walaupun sebenarnya mungkin Donghae benar juga. Bagaimana tidak jatuh cinta, gadis ini memang sangat mirip dengan malaikat. Bukan, bukan wajahnya yang sangat cantik yang membuatku menyimpulkan demikian, wajahnya manis walaupun jelas tidak secantik wajah para artis SM entertainment. Aeri juga bekerja di SM lhoo, tapi bukan sebagai artis, dia magang sebagai pegawai junior di SM. Tugas utamanya sih mengatur jadwal latihan dan menangani para trainee junior tapi karena dia juga hanya pegawai magang, dia seringkali ditugaskan sebagai apa saja. Termasuk mengurus makan siang Super Junior ketika latihan dance di SM Building. Dan itulah kesempatanku untuk mengajaknya mengobrol.
Aeri yang kukenal adalah gadis yang ceria dan cerdas, ini semua dibuktikan dengan bulan Maret yang lalu dia memulai studinya di Seoul National University, Universitas terbaik di Korea. Aeri sangat menyukai dan disukai anak-anak. Aku sering melihatnya bermain bersama para Trainee Junior dan dia terlihat sangat bahagia dikelilingi anak-anak kecil itu. Yang kutahu dia punya minat besar pada seni. Dia cukup pandai menari dan menyanyi, tapi dia tidak berminat menekuninya. Satu hal yang aku tahu menjadi dunianya adalah menggambar. Aku pernah melihat lukisannya dan itu benar-benar indah. Kadang aku juga berpikir, lalu untuk apa Aeri bekerja di SM Entertainment? Tidakkah itu cukup bertolak belakang dengan minatnya.. tapi aku belum pernah sempat menanyakan hal itu padanya.
Yang jelas saat ini aku kebetulan sedang memandanginya. Aku baru saja sampai di lobi gedung SM Entertainment dan dia lewat bersama gerombolan Trainee Junior. Barusan dia melemparkan semyumnya padaku ketika pandangan kami tidak sengaja bertumbukan. Ya ampun dia manis sekali…
“Melting deh..melting,” goda Donghae yang mengetahui apa yang ada dipikiranku.
“Ah.. kau tau saja,” jawabku sambil tersipu malu.
“Memang sudah sampai mana sih perkembangan pendekatanmu?” tanya Kyu yang tiba-tiba nimbrung.
“Perkembangan pendekatan darimana?? Dia saja selalu grogi dan stay cool di hadapan Aeri. Bagaimana Aeri bisa jatuh cinta,” jawab Donghae.
“Ckckck.. ayolah hyung. Nanti Aeri keburu direbut si junior itu lhooo,” kata Kyu dengan ekspresi evilnya.
Tunggu dulu. Kenapa aku baru dengar, “Junior? Junior siapa???” tanyaku kaget.
“Masa Hyung tidak tahu gossip yang beredar sih? Kan Aeri itu akrab sekali dengan Minho,” kata Sungmin yang memang selalu paling cepat mendengar gossip dari teman-teman wanitanya.
“A..aku tidak tahu! Benarkah?!” tanyaku kaget, tentu saja!
Sungmin mengangguk, “Tentu saja. Sejak kapan berita dariku salah?” jawabnya yakin.
“Heeee.. iyakah?!”
Tiba-tiba seseorang menjitak kepalaku dari belakang. Ternyata itu Jung Soo (Leeteuk) Hyung.
“Hei! Hei! Apa-apaan kau berteriak begitu. Sudah ayo cepat ke ruang latihan,” perintahnya.
“Ini lho hyung, Hyukjae tidak tahu gosipnya Aeri sama Minho,” kata Donghae.
Tiba-tiba Jungsoo menepuk pundakku, “Sabar ya, kemarin aku melihat mereka saat aku di Café bersama Shindong,”
“Benarkah?” aku semakin terkejut sementara Jungsoo hanya mengangguk.
“Nah kan, sampai kapan kau mau diam saja begini. Kalau Aeri sudah jadian dengan Minho barulah kamu menangis nanti,” kata Donghae mengejekku.
“Heh tunggu dulu, memangnya kau sendiri sudah punya, Hyung?” tanya Kyu.
Donghae tertawa, “Tentu saja sudah,” jawabnya sambil berjalan mengikuti Jungsoo ke arah ruang latihan.
“Hei, kenapa kau tidak memberitahuku?” protesku sambil berlari mendahului Donghae. Kyu dan Sungmin mengikuti dari belakang.
***
“Sudah cepatlah sms dia,” kata Donghae ketika melihat aku memandangi handphoneku.
“Ah, tidak semudah itu,” jawabku.
“Kalau begitu sini biar aku yang sms,” Donghae merebut handphone dari tanganku dan mulai mengetik pesan.
Aku merebutnya kembali, “Hei! Jangan kurang ajar ya, bagaimanapun aku Hyungmu,” kata Eunhyuk.
“Ah, hyung apaan? Masa kalah saing sama Dongsaengnya?” ejek Donghae.
Mendadak aku jadi teringat, “Eh, tunggu-tunggu. Memang pacarmu siapa sih?”
Tiba-tiba Donghae tersipu malu, “Hehehe.. sebenarnya pacarku adalah teman Aeri itu lhoo, Mihae. Kau tau kan mereka seperti kembar siam kalau sudah bersama,”
“Iya?! BENAR?! Dan kau tidak pernah bilang padaku?”
“Ah, kau kan sibuk dengan Aeri akhir-akhir ini. jadilah aku kesepian dan aku akhirnya jatuh cinta pada Mihae. Aaahhhhh,, dia manis sekali. Tidak kalah dari Aeri,” kata Donghae sambil kemudian mengeluarkan handphone’nya dan memeluknya erat. Wallpaper handphonenya tanpa kusadari memang sudah berganti menjadi wajah Mihae.
“Makanya kamu cepatlah jadian sana dengan Aeri. Jadi kita bisa double date,” tambah Donghae.
“Kau pikir semudah itu jadian?” aku membenamkan wajahku ke bantal.
Donghae tertawa, “Setidaknya tidak sesulit bayanganmu juga sih,” katanya sambil kemudian beranjak dari tempat tidurku dan keluar dari kamar sambil terus tertawa.
Mendadak pintu dibuka sendiri, “Jumuseyo, Hyukjae,” dan menutup kembali.
“Jumuseyo”
***
Aeri POV ::

Aku berjalan ke ruang latihan sambil memutar-mutar handphone’ku di tangan. Barusan Minho-oppa mengirimkan pesan ke nomorku dan menyuruhku untuk segera datang ke ruang latihan. Padahal hari ini jadwalnya Super Junior, tapi kenapa Minho-oppa bisa ada di sana coba.
Aku segera masuk ke ruang latihan dan mendapati sosok Minho-oppa disana.
“Oppa, ada apa?” tanyaku saat berjalan menghampiri Minho-oppa.
“Aeri, aku ingin bercerita padamu sekarang,” jawabnya sambil memasang wajah sedih.
Aku tertawa, “Ya ampun oppa, ada apa? Sini-sini ceritakan padaku,” jawabku.
“Boleh aku pinjam pundakmu. Sepertinya aku butuh tumpangan?” jawabnya manja. Dasar si oppa suka sekali sok manja padaku, padahal dia lebih tua.
“Peluk juga boleh,” jawabku bergurau.
Tiba-tiba aku ditariknya ke pelukannya. Sedikit kaget sih, tapi sepertinya artis yang mahasempurna di depan para Shawol ini sedang sangat lelah dengan rutinitasnya. Artis juga manusia kan?? J

Author’s POV ::

Superjunior berjalan bersamaan ke ruang latihan. Hari ini hari Rabu, seperti biasa ini jadwalnya mereka berlatih di gedung SM. Seperti biasa mereka berjalan sambil mengobrol dan bercanda heboh. Selain karena mereka mempunyai anggota yang cukup banyak mereka memang juga terkenal sebagai grup heboh.
Satu per satu mereka memasuki ruang latihan. Tapi kemudian tepat di depan pintu, Shindong yang masuk pertama berhenti seenaknya tanpa ingat betapa tubuhnya menghalangi jalan. Berhentinya shindong tiba-tiba ini membuat langkah member lain terhenti dan beberapa saling bertabrakan.
“Hei, shindong jangan berhenti tiba-tiba!” protes Jungsoo atau yang lebih dikenal dengan stage name, Leeteuk.
“Itu lihat,” kata Shindong. Semua member menoleh ke arah yang dimaksud Shindong.
Eunhyuk pun ikut menoleh.
Di sudut ruang latihan terlihat adegan Minho memeluk Aeri.

Hyukjae POV ::

Di sudut ruang latihan terlihat adegan Minho memeluk Aeri.
A..Apa yang sedang terjadi di sini?! Kenapa? Kenapa Aeri dan Minho?!
Donghae segera menepuk pundakku, aku tahu maksudnya untuk menenangkanku.
Menyadari kedatangan kami mereka segera melepaskan pelukan dan menyapa kami dengan kikuk, “Ah, Oppa,” kata Aeri. Sementara Minho di sebelahnya menunduk dan memberi salam, “Hyung”
“Kalian sedang apa coba di sini? Ini ruang latihan,” kata Leeteuk sambil berjalan dan meletakan tasnya.
“Mianhae oppa, ini nih Minho-oppa yang nyuruh kesini. Berasa ruang latihan punya Shinee doang,” jawab Aeri sambil menyodok pinggang Minho, pemandangan yang semakin membuatku panas.
“Ya bukan begitu juga sih maksudku,” protes Minho sambil menjitak Aeri, “Mianhae hyung, soalnya tadi Shinee habis kumpul di sini, jadi sekalian,”
“Ya sudah sana latihan kami akan dimulai,” kata Leeteuk-oppa lagi.
Aeri dan Minho mengangguk lalu berjalan pergi sambil saling menyalahkan, “Oppa sih,” itu yang kudegar sepintas keluar dari mulut Aeri.
“Hei, Aeri apa menu kita nanti siang?” tanya Yesung menggoda Aeri.
“Ah, aku memesan menu khusus kesukaan  oppa lho, awas kalau gak habis,” jawabnya sambil menoleh kepada Shindong hingga tidak sadar nyaris menabrakku, tapi kemudian dia berhasil berhenti tepat dihadapanku.
Saat-saat seperti ini yang tidak kuharapkan. Barusan Minho dan Aeri jelas-jelas berpelukan di hadapanku dan aku sekarang harus berhadapan dengan Aeri. Aku tidak sanggup melihat matanya.
“Ah, mianhae oppa,” katanya.
Aku mengalihkan pandangan, tanpa sepatah katapun.

Aeri POV ::

Hyukjae-oppa mengalihkan pandangan, tanpa sepatah katapun.
Kenapa sih? Aku salah apa? Kok mukanya Hyukjae-oppa begitu waktu memandangku?
Kejadian tadi benar-benar membuatku bertanya-tanya. Hyukjae oppa selalu baik dan ramah padaku, makanya aku sedikit menaruh hati padanya. Tapi kenapa barusan?? Atau karena dia melihat aku dan Minho-oppa berpelukan? Tidak-tidak mungkin kan dia cemburu melihat aku dengan Minho oppa? Tidak mungkin.
“Hei, kenapa?” tanya Minho oppa yang ada disampingku. Mungkin dia melihat ekspresiku tadi.
“Itu..tadi..,” aku menceritakan apa yang kupikirkan pada Minho-oppa. kami memang sangat akrab. Minho oppa seumuran dengan kakak laki-lakiku dan itu membuat kami segera akrab. Minho oppa juga sering menceritakan masalah cintanya padaku dan meminta pendapat dariku. Hubungan kami sudah seperti kakak-adik.
“Jangan-jangan karena adegan pelukan tadi?” komentarnya.
Aku menggeleng, “Ah, tidak mungkin! Tidak mungkin Hyukjae-oppa cemburu melihat oppa memelukku,” bantahku tidak percaya.
“Huuuu.,, Gak percaya banget sih. Taruhan berapa deh dia pasti cemburu,” kata Minho oppa.
“Gak pake taruhan. Huuu… orang aku curhat malah diajak taruhan -____-,”protesku.
Minho oppa tertawa lalu mengacak rambutku, “Percayalah pada kakakmu ini, aku lebih berpengalaman soal cinta,” katanya.
Aku mendengus kesal. Ingin sih percaya pada Minho oppa, seandainya benar-benar begitu.

Hyukjae POV ::

Latihan hari ini sangat tidak menyenangkan. Maaf semuanya, tapi aku tidak bisa fokus setelah melihat kejadian tadi pagi.
“Hyukjae, kau sangat tidak fokus,” kata Jungsoo hyung ketika kami berjalan ke lobi.
“Mianhae hyung,” kataku, sangat merasa bersalah.
“Sudahlah taka pa hyung, itu kan efek patah hati,” kata Kyu dengan senyum evilnya. Kalau saja aku punya semangat saat ini dia pasti sudah kujitak.
Jungsoo-hyung tertawa, “Ya sudahlah, lain kali tidak boleh begini. Donghae ini kau hiburlah Hyukjae,” kata JungSoo.
Donghae segera menghampiriku dan menepuk pundakku, “Semangat dong, jangan lesu gini. Eh, tapi sori ya habis ini aku ada kencan sama Mihae. Bukan bermaksud bikin iri lhoo,” ia mencari gara-gara, dan segera berlari begitu melihat tatapan membunuhku.
Sesampainya di lobi kami mendapati Mihae dan Aeri! Ya kenapa aku tidak kepikiran kalau Aeri juga akan ada bersama Mihae. Tapi tunggu dulu. Kalau Mihae kencan dengan Donghae berarti Aeri akan pulang sendirian. Padahal sekarang hujan deras sedang mengguyur kota Seoul.
Ah, tapi…pasti Aeri diantar Minho.
“Oppa,” panggil Mihae. Tentu saja memanggil Donghae.
“Ah, aegiya,” panggil Donghae. Oke, entah sejak kapan dia jadi sok imut begini memanggil Mihae. Cinta memang mengubah segalanya.
“Oppa, bagaimana dengan Aeri. Masa dia harus pulang sendiri. Hujan lho,” kata Mihae.
“Iya Aeri kau pulang sendiri?” tanya Donghae.
Aeri tertawa, “Iya sih, tapi tidak apa-apa kok, tenang saja. Tidak perlu mengkhawatirkanku begitu lah, onni membuatku terharu saja,” jawabnya sambil tersenyum polos. *aeri memanggil Mihae dengan sebutan ‘onni’*
“Eh, hujan deras lho tapi,” kata Siwon.
“Iya, lebih baik kau diantar saja,” tambah Sungmin.
“Diantar Hyukjae-hyung saja,” kata Kyu sambil mengedip padaku, “Dia jago menyetir lho. Bahkan lebih jago daripada pacar sahabatmu,” kali ini ia menatap Donghae dengan tatapan mengejek. Donghae pun segera menjitaknya.
Aeri menatapku dengan tatapan tidak enak hati, lalu tersenyum, tidak lebih tepatnya meringis polos.
“Minho tidak mengantarmu?” tanyaku.
Aeri tertawa lalu menggeleng, “Tentu saja tidak, dia sedang makan malam istimewa bersama pacarnya,” jawab Aeri.
“Heee??? Jadi kau dan Minho tidak pacaran?” tanya Shindong kaget. Ngomong-ngomong sebenarnya aku juga kaget bercampur bahagia. Tapi aku harus stay cool di hadapan Aeri. Ingat Hyukjae, ingat imagemu.
Aeri menggeleng, “Siapa yang menyebarkan gossip seperti itu?” protesnya.
Semua menunjuk Sungmin. Reflek Sungmin segera membela diri, “Eh, tapi tidak hanya aku, Jungsoo-hyung dan Shindong-hyung juga melihat kalian makan berdua,”
“Ah, yang waktu itu? itu kan traktiran Minho oppa. Soalnya aku yang membuat dia jadian dengan pacarnya itu,” jawabnya dengan nada bangga.
“Wah, padahal Hyukjae sudah cem…aduh,” aku segera menginjak kaki Kyu sebelum ia menyelesaikan kata-katanya.
“Sudah, sudah ayo kuantar,” aku segera menarik Aeri sebelum mereka berbicara dan membeberkan perasaanku lebih jauh. Kulihat mereka memberikan tanda ‘goodluck’ padaku.
***

Author’s POV ::

Suara hujan mendominasi sementara Aeri dan Hyukjae diam sejak tadi. Sebenarnya mereka sama-sama ingin memulai pembicaraan. Tapi sama-sama bingung untuk memulainya.
“Oppa,” kata Aeri akhirnya.
Dengan berusaha membuatnya setenang mungkin, Hyukjae menjawab, “Ya?”
“Tadi..mianhae ya,” kata Aeri kemudian.
Hyukjae bersorak gembira dalam hati, tapi tetap berusaha menjawab dengan santai, “Maaf? Untuk apa?”
Aeri diam sejenak lalu mulai menjawab,”Mmmm… sebenarnya aku juga tidak tahu sih, hanya saja tadi oppa sepertinya marah padaku waktu di ruang latihan,”
Hyukjae ikut diam sejenak. “hmm, ya baiklah aku maafkan,”
“Eh, tapi tunggu dulu,” kata Aeri kemudian, “Sebenernya salahku apa sih?” tanyanya polos.
Hyukjae terawa.
“Kau ingin tahu salahmu?” tanyanya.
Aeri mengangguk bersemangat. Jelas saja, dia tidak mau minta maaf tanpa tahu kesalahannya.
Tiba-tiba Hyukjae menghentikan mobilnya.
“Eh, kenapa oppa tiba-tiba berhenti?” tanya Aeri bingung.
Hyukjae tersenyum, “Katanya tadi mau tahu salahmu. Tunggu sebentar kalau begitu,” katanya lalu mengambil payung dan keluar dari pintu pengemudi.
Hyukjae tidak pergi kemana-mana. Dia hanya memutar lalu mengetuk jendela di sebelah Aeri dan memberikan isyarat menyuruh Aeri membuka pintu. Aeri menurut dan membuka pintu disampingnya sekalipun dia masih bingung untuk apa Hyukjae melakukannya. *apa hubungannya gt sama pertanyaannya??????*
Begitu pintu terbuka Hyukjae segera menarik Aeri ke pelukannya. Aeri kaget setengah mati, terlihat jelas dari wajahnya.
“Oppa?” tanyanya, bingung.
“Ini salahmu tadi, berpelukan dengan Minho di depan mataku,” katanya.
“Ehhh???!!” Aeri terkejut, “Maksud oppa? oppa…,” kata-kata Aeri terputus.
Mendadak Hyukjae melepaskan pelukannya dan menempelkan bibirnya ke bibir Aeri dengan lembut, membuat gadis itu semakin terkejut. Tapi seulas kebahagiaan terbaca di wajahnya, sepertinya dia sudah mengerti apa maksud oppa’nya.
Beberapa saat setelah itu mereka masih berpandangan dalam diam. Sampai akhirnya Hyukjae mulai berani mengeluarkan suara.
“Aku cemburu. Ya. Memang,” katanya, “tapi sudah tidak lagi kok, barusan aku tahu Minho tidak ada apa-apanya dibanding aku,”
Aeri tertawa mendengar kata-kata Hyukjae, “Apaan sih oppa. Minho oppa emang bukan apa-apaku,”
“Jadi kamu mau gak jadi apa-apaku?” tanya Hyukjae.
Aeri kembali tertawa. Lalu mereka sama-sama tersenyum. Tidak ada jawaban. Tidak perlu ada jawaban, toh suara hujan pasti mengalahkan suara mereka. Lagipula bagaimana bisa menjawab kalau beberapa detik kemudian mereka kembali berciuman. Itu jawabannya.

:'))))))))))))))))))))))

Label:

0 Comments:

Posting Komentar


◂◂ travel back in time ♪ // back to top \\ ♪ back to the future ▸▸
© All Rights Reserved 2011


Shinee - Minho