Cast
All Member of Super Junior
Yoon Eunai
Choi Mihae
Song Wheena
Other SM Entertainment Member
Note : ONESHOOT FANFICTION - jangan
berpikir kalau aku ingin sekali ber :* *: dengan Eunhyuk setelah membaca
fanfict yang kemarin dan yang ini. Ga usah ditanya. Soalnya emang pengen. #eh #UPS!
Show Me your Love!
Yoon Eunai, Choi Mihae, dan Song
Wheena adalah tiga orang trainee senior SM Entertainment. Belum pernah
mendengar namanya? Jelas saja. mereka belum debut sampai saat ini. Kabarnya sih
baru tahun depan mereka akan debut, setelah masa trainee mereka yang tergolong
singkat yaitu sekita 5 tahun.
Sekalipun kalian tidak mengenal
mereka, tapi mereka dikenal oleh artis-artis idola kalian. Yang terutama adalah
artis binaan SM Entertainment. Seperti layaknya artis SM yang lain sebelum
debut tentu saja mereka sudah diperkenalkan terlebih dahulu dengan orang-orang
di dunia hiburan Korea, sekalipun belum diperkenalkan di masyarakat luas.
Selain sebagai artis SM
Entertainment tentu saja mereka masih bersekolah. Song Wheena sebagai member
tertua sekaligus leader mereka kuliah di Seoul National University jurusan Art
and Music, Choi Mihae melanjutkan ke Seoul Art Academy di jurusan Dance, sementara
Eunai si magnae masih bersekolah di Seoul Art Senior High School tepatnya di
kelas yang sama dengan Taemin Shinee. Tahun depan Wheena lulus dari
pendidikannya karena itu sepertinya pihak SM Entertainment memang sengaja
mendebutkan mereka tahun depan bebarengan dengan lulusnya Wheena.
Sebagai Trainee SM entertainment
mereka mempunyai jadwal yang padat dalam berlatih. Mulai dari kelas dance,
kelas acting, kelas vocal, kelas public speaking, kelas mode, dan masih banyak
lagi. Tapi semuanya itu hampir selalu dilakukan di gedung SM Entertainment.
Seperti hari ini mereka sedang
kelas dance bersama di SM Building. Kalian tahu ruangan berlatar awan-awan yang
biasa muncul di video-video dance practicing artis SM Entertainment? Ya itulah
ruangan tempat kami berlatih.
“Eh, onni, onni. Yang bagian ini
gimana sih yang bener?” tanya Eunai yang memang paling kesulitan dalam dance.
“Aduh kamu tuh ya. Nih gini
pertama tangannya kesana trus kakinya diangkat, dihentakin, tanganya pindah
sana,” jawab Mihae sambil mempraktekan gerakan yang ia maksud. Eunai mengikuti
gerakan Mihae satu per satu, tapi kemudian dia geleng-geleng karene merasa
masih kurang pas.
“Sudah benar kok! Tinggal lebih
yakin aja waktu ngehentakin kaki,” komentar seseorang dari arah pintu. Itu
Hyukjae-oppa yang tiba-tiba saja masuk bersama Donghae-oppa, Sungmin-oppa,
Shindong-oppa, dan Leeteuk-oppa.
“Hei, hei, hei. Super Junior-oppa
untuk apa ramai-ramai masuk ke sini?” tanya Wheena begitu menyadari kedatangan
mereka.
“Halo nona leader. Gini nih, ntar
kan Super Junior mau ada Dance Battle,pinjem ruangannya sebentar saja ya. Kan
lumayan itung-itung kalian istirahat,” kata Leeteuk.
Wheena sebenarnya agak kesal.
Mereka sebagai dongsaeng memang sering sekali diharuskan mengalah oleh
senior-senior mereka. Yah mau bagaimana lagi kan, mereka belum debut dan
latihan mereka masih belum dipertunjukkan ke masyarakat luas. Sedangkan para
senior mereka selalu menjadikan acara-acara penting, live, dan terkenal sebagai
alasan untuk mengganggu latihan mereka.
“Ya sudahlah lagipula apa gunanya
kami menolak juga pasti kalah,” kata Wheena dengan nada sok jutek.
Leeteuk tertawa, “Jangan begitu
Wheena-ssi. Nanti kalian juga dapat kesempatan seperti kami, kan tinggal tunggu
tahun depan,”
“Huh, tidak perlu mengingatkan
kalau kami masih harus menunggu setahun lagi,” kata Wheena sambil mengelap
keringatnya dengan handuk kecil. “Eh, ngomong-ngomong Kyu-oppa mana?”
“Oh, jadi gitu? Rela minjemin
tempat latihannya kalo ada Kyu?” goda Shindong.
Wajah Wheena memerah. “Ya bukan
begitu juga sih maksudku. Kan Cuma tanya,” Wheena membela diri. Saat ini ia
memang sedang dekat dengan magnae Super Junior itu.
“Jadi latihan kami jadi digusur
nih?” tanya Eunai dengan polosnya.
“Jelek sekali bahasamu. Tidak
digusur juga sih,” kata Sungmin.
“Yah, seperti apapun oppa memperhalus
kata-kata intinya tetap saja begitu kan,” jawabnya sambil nyengir, “Tidak apa
aku juga ada tugas sekolah yang belum kuselesaikan kok,”
Gadis itu kemudian berlari menuju
tas ranselnya dan mengeluarkan laptop.
“Ya, kalau begitu aku akan
menonton para opa berlatih saja,” kata Mihae girang. Jelas saja. disitu ada
Donghae yang merupakan idolanya sejak dulu.
“Asiikkk,, Donghae semangat nih
ditonton Mihae,” goda Hyukjae. Donghae hanya senyum-senyum sementara Mihae
kegirangan. Semua anggota SM Entertainment memang sudah mengetahui kalau Mihae
sangat mengidolakan Donghae. Dan bahkan akhir-akhir ini Donghae sepertinya juga
tertarik pada Mihae. Buktinya saat ini dia juga hanya senyum-senyum tanpa
banyak berkata-kata dan sesekali melempar senyumnya ke juniornya itu.
Shindong menyalakan pemutar music
dan mulai membuat koreografi. Mihae memperhatikan dengan serius, selain karena
ada Donghae dia memang juga sangat menyukai dance. Wheena juga sesekali ikut nimbrung
dalam pembuatan koreo mereka. Hanya Eunai yang tetap diam di sudut ruangan
sibuk dengan laptopnya bahkan tanpa sadar sepasang mata terus memperhatikannya
dari tadi.
***
Eunai segera meninggalkan Taemin
dan berlari tergesa-gesa ke SM Building. Walaupun dijemput dengan mobil yang
sama, hanya Eunai seorang yang harus mengikuti latihan vocal hari ini. menjadi
Trainee memang terkadang lebih punya banyak jadwal daripada mereka yang sudah
debut.
Eunai terlalu terburu-buru hingga
tidak memperhatikan orang-orang yang lewat. Hingga akhirnya ia terjatuh karena
menubruk seseorang.
“Aduuhhhh,” teriak Eunai dan
orang yang ditabraknya bersamaan.
Kemudian mereka saling melihat.
Ternyata orang yang ditabrak Eunai adalah Hyukjae. Eunai pun meringis polos
pada seniornya itu.
“Ah, mianhae oppa. aku
terburu-buru sampai tidak melihat jalan,” katanya sambil tersenyum polos.
“Kau sangat terburu-buru sampai
buku gambarmu tertinggal di mobil jemputan nih,” kata Taemin sambil menyerahkan
sebuah buku gambar berukuran cukup besar.
Hyukjae menyodorkan tangannya dan
membantu Eunai berdiri.
“Sudah tidak apa-apa kau ada
latihan vocal kan hari ini,” kata Hyukjae. Eunai mengangguk sambil menerima
buku gambarnya dari Taemin. “Aku baru tahu kalau kamu suka menggambar.”
“Wah, gambarnya paling bagus lho
Hyung di kelas,” puji Taemin.
“Iya? Mana coba lihat,” kata
Hyukjae antusias.
Eunai memeluk buku gambarnya
erat-erat. “Tidak boleh tidak boleh. Huuuhhh… sudah aku buru-buru nih. Sudah
terlambat. Nanti aku dimarahi Wheena-onni,”
Eunai segera berlari menyusuri
koridor dan berbelok di ujung menuju ke ruang latihan vocal. Sekali lagi tanpa
menyadari sepasang mata terus mengamatinya sampai bayangannya menghilang di
ujung koridor.
***
Eunai menghela nafas sambil terus
berjalan melewati satu per satu ruang latihan. Hari ini seperti biasanya ia kurang
bisa mengikuti latihan dance. Sepertinya
aku memang tidak ditakdirkan menjadi dancer, pikirnya.
“Hei!” teriak seseorang sambil
menepuk pundak Eunai. Tentu saja Eunai melonjak kaget, barusan dia sedang melamun
dan tiba-tiba dipanggil dengan cara mengejutkan begitu. Ternyata yang menepuk
pundaknya barusan adalah Hyukjae.
“Oppa, ah! Bikin kaget saja sih!
Manggilnya santai aja dong,” protes Eunai.
“Aku sudah memanggilmu dari tadi
tapi kau tidak mendengarnya,” kata Hyukjae.
“Oooohhh,, mianhae oppa,” kali
ini malah jadi Eunai yang minta maaf.
“Memangnya kau sedang memikirkan
apa?” tanya Hyukjae.
Eunai menggeleng. “Bukan apa-apa
kok. Eh, kenapa oppa sering sekali terlihat di SM building?”
“Oh, aku latihan vocal ekstra
soalnya. Kau tau sendiri kan aku tidak bisa menyanyi padahal sekarang semua
anggota super junior mendapat part menyanyi lebih banyak karena banyak member
yang sedang nonaktif,” jawab Hyukjae sambil tersenyum malu.
“Ooo,” wajah Eunai mendadak
kembali lesu, “Sepertinya aku juga harus banyak mendapat latihan dance ekstra.”
“He? Memangnya kenapa?” tanya
Hyukjae.
“Ah, masa oppa tidak tahu. Aku
kan paling tidak bisa dance dibanding dua onniku itu. ah, seharusnya aku
berhenti saja dan menjadi arsitek,” jawab Eunai.
Hyukjae tertawa, “Hei, hei.
Kalian kan akan debut tahun depan. Masa kamu mau berhenti sekarang?”
“Justru karena itu oppa, aku
takut nanti waktu debut justru aku tetap tidak bisa menari dengan baik,”
katanya lagi, kali ini Eunai seperti hampir menangis.
Tiba-tiba Hyukjae memeluk Eunai.
Eunai terkejut tapi tidak menolak. Tepatnya dia tidak tahu harus berbuat apa di
dalam pelukan hangat seniornya itu.
“Sudah tenanglah,” kata Hyukjae
berusaha menenangkan Eunai. Ia melepaskan pelukannya perlahan tapi kemudian
berkata, “Bagaimana kalau aku mengajarimu dance? Kau mau?”
Raut wajah Eunai yang tadinya
murung mendadak ceria, “Mau! Mau!” jawabnya.
Hyukjae tertawa.
“Baiklah kalau begitu mulai besok
sore ya,” katanya.
Eunai mengangguk lalu reflek
memeluk Hyukjae, “Gomawoyo, oppa,”
Mendadak Eunai menyadari gerak
refleknya yang terlalu berlebihan lalu dengan kikuk melepaskan pelukannya. “Ah,
mianhae oppa, reflek,” katanya dengan wajah memerah, “Mmm…kalogitu..aku balik
ke dorm dulu ya oppa. semangat latihan vocal’nya. Hwaiting!”
Gadis itu pun berlari dengan
penuh semangat ke arah lobi meninggalkan Hyukjae yang masih terpaku di
tempatnya.
Kemudian ia tertawa, “Anak itu,”
katanya sambil melanjutkan langkahnya ke ruang latihan vocal.
***
Eunai dan Hyukjae rutin berlatih
di ruang dance setiap sore menjelang malam. Tepatnya setelah giliran latihan
grup-grup yang lain.
Ternyata Eunai tidak begitu parah
juga dance’nya. Dia hanya kurang percaya diri saja dalam bergerak, makanya
kadang gerakannya terlihat tidak padu dengan dua onninya yang notabene sangat
yakin dan sudah expert dalam menari.
“Sudah lelah belum?” tanya
Hyukjae melihat wajah Eunai yang sudah bercucuran keringat.
“Mmm,, bagaimana kalau kita
selesaikan bagian ini dulu?” jawab Eunai dengan pertanyaan balik.
Hyukjae mengangguk lalu mereka
melanjutkan latihannya sebentar. Mempelajari satu part dance tentu tidak akan
lama bagi seorang trainee SM.
“Aaahhhh,,, lelahnya,” kata
Eunai. Gadis itu mengambil botol minum dan handuk kecilnya.
“Sudah merasa bisa menari kan?”
tanya Hyukjae.
Eunai tertawa, “Sudah sih,
gomawoyo oppa,” jawabnya sambil tersenyum.
“Cheomaneyo. Ah, sebagai
gantinya, bagaimana kalau aku boleh melihat gambarmu?” pinta Hyukjae.
“Hee?? Bener nih cukup dengan itu
aku membayar privat latihan dance ini??” tanyanya. Hyukjae tertawa lalu melangkah
mendekati Eunai.
“Ya sudah, cepatlah. Aku ingin
melihatnya. Katanya gambarmu yang paling bagus di kelas,” jawab Hyukjae.
“Baiklah, baiklah oppa, apa sih
yang engga buat oppa yang sudah mengajariku ngedance,” jawabnya sambil menampakkan
senyum jahilnya. Eunai segera mengambil buku gambar di dalam tasnya dan kembali
ke samping Hyukjae.
Eunai membuka lembar demi lembar
buku gambarnya dan menjelaskan satu per satu gambar yang ada di sana. “Ini
ceritanya anak kecilnya lagi ngambil permen, terus yang ini ceritanya cewenya
lagi nungguin seseorang, yang ini Mihae-onni waktu lagi dance iseng-iseng aku
gambar, yang ini…,” mendadak kalimat Eunai terputus ketika wajah Hyukjae tanpa
sadar sudah semakin dekat dengan wajahnya. Hyukjae menempelkan bibirnya ke
bibir Eunai dengan perlahan dan lembut membuat gadis itu terpaku. Sejenak dia
menikmatinya tapi kemudian dia sadar.
“Oppa,” Eunai menjauhkan diri
dari Hyukjae. Ia segera memasukkan buku gambarnya ke dalam tas dan berlari
keluar dari ruang latihan, meninggalkan Hyukjae yang masih terpaku di
posisinya.
Hyukjae mengacak rambutnya
sendiri dan memukul dinding cermin tepat di sampingnya dengan penuh emosi.
“AAHHHHH, SIAL! APA YANG KAU LAKUKAN HYUKJAE!!!”
***
Hyukjae’s POV ::
Sore ini aku akan menjelaskan
semuanya. Tentang perasaanku pada Eunai yang sudah kupendam sejak dulu. Tentang
ketidakberanianku selama ini untuk menunjukkannya di hadapan Eunai.
Aku berjalan memasuki ruang
latihan dance. Lampunya masih mati, sepi, tidak ada tanda-tanda keberadaan
Eunai di sana.
Apa dia tidak akan datang? Tidak
mau bertemu denganku lagi?
Eunai’s POV ::
Bagaimana ini, aku tidak bisa
datang ke latihan bersama Hyukjae oppa. padahal aku ingin meluruskan semuanya.
Aku tidak mau semuanya berakhir seperti kemarin. Aku ingin mengatakan padanya
kalau aku tidak bermaksud menolaknya kemarin. Aku hanya terkejut dengan caranya
yang terlalu tiba-tiba.
Oppa, mianhae.
***
Ini sudah malam, Hyukjae masih
ada di ruang latihan. Dia berniat menunggu Eunai namun sepertinya Eunai tidak
akan datang. Ia sangat menyesal. Menyesal karena dia sudah menghancurkan
sendiri satu-satunya kesempatan untuk berdekatan dengan orang yang dia sukai.
Seharusnya kejadian kemarin tidak perlu terjadi dan sekarang pasti ia masih
bisa ada disamping Eunai. Berada di sampingnya saja sudah cukup, ia tidak
berani berharap Eunai membalas perasaannya. Tapi sekarang?! Eunai pasti tidak
mau melihatnya lagi.
Mendadak handphone’nya berbunyi.
Telepon dari Kyuhyun. Ini pasti perintah Leeteuk oppa untuk mencari dimana aku
berada, pikirnya.
Hyukjae menjawab panggilan dari
dongsaengnya itu.
“Halo,”
“HEH! OPPA! Kau sudah membuat
anak buahku menangis tau!” kata suara diseberang sana. Tunggu ini suara wanita,
tapi kenapa yang menelepon nomor Kyu.
“Tu, tunggu.. tunggu. Ini siapa?
Kenapa memakai nomor Kyu?” tanya Hyukjae bingung.
“Ini Wheena. Aku tidak punya
nomermu makanya biar cepat aku meminjam handphone Kyu. Ini barusan Eunai
menangis karenamu,” jawab Wheena.
Tiba-tiba terdengar sekilas
rengekan Eunai, “Onni,, kan aku bilang jangan. Ahhh,,, onni,”
“Eh, kenapa? Ada apa dengan
Eunai? Itu barusan suaranya kan?” tanya Hyukjae khawatir.
“Sampai hafal suaranya lho. Ini
nih, dia merasa bersalah padamu katanya gak bisa dateng latihan hari ini. kita
habis rapat predebut sama Lee Sooman barusan, makanya dia gak dateng. Bukan karena
dia marah habis oppa cium kok,” jawab Wheena.
“ONNIIIII,” terdengar lagi suara
Eunai dari seberang.
Hyukjae tertawa. “Kalian semua
ada dimana?” tanyanya lagi.
“Kami di Super Junior’s Dorm. Udah
sini cepetan kesini. Eunai sudah menantimu,” kata Wheena.
Hyukjae tertawa lagi, “Baiklah,
aku segera sampai di sana,” katanya.
Hyukjae beranjak dari tempatnya. Ia
ingin secepatnya bertemu dengan Eunai, untuk menjelaskan semuanya. Untuk menyatakan
perasaannya dan untuk menanyakan bagaimana perasaan Eunai padanya.
***
Dan sekarang mereka berdiri berdampingan
sekarang di balkon ruang tengah Super Junior’s Dorm. Masih dalam diam. Masih tidak
tahu siapa yang akan memulai pembicaraan.
Hyukjae dan Eunai mengatakan kata
“Eunai,” dan “Oppa,” bersamaan.
Mereka pun tertawa.
“Oppa duluan,” kata Eunai.
Hyukjae mengumpulkan keberanian
lalu setelah menghela nafas ia berkata, “Maaf atas kejadian kemarin. Itu benar-benar
salahku. Aku lepas kendali. Aku sungguh tidak bermaksud melecehkanmu. Dan, satu
lagi..,”
“Saranghae,”
Lalu diam cukup panjang.
“Ah, maaf aku terlalu grogi di
depanmu hingga tidak pernah berani mengatakannya padamu,” lanjutnya lagi. Hyukjae
bersandar di pegangan balkon dan menelungkupkan tangan di depan wajahnya. Wajahnya
pasti sangat merah sekarang dan dia tidak berani menatap Eunai.
Wajah Eunai juga memerah. Tapi
kemudian ia memberanikan diri untuk berbicara. “Aku ingin minta maaf pada oppa
soal kemarin. Aku tidak bermaksud meninggalkan oppa,apalagi marah pada oppa.
tapi aku kaget,” Eunai berhenti sejenak, mengambil nafas lalu kembali
melanjutkan kalimatnya, “Aku…kaget karena orang yang selama ini aku sukai
tiba-tiba menciumku.”
Hyukjae terkejut. Tidak salahkah
yang barusan dia dengar? Eunai menyebutnya ‘orang yang selama ini aku sukai’? Hyukjae
segera mengangkat wajahnya.
“Eh, barusan aku tidak salah
dengar kan?” tanyanya.
Wajah Eunai semakin merah, “Salah
dengar apa? Aku tidak bilang apa-apa,” katanya sambil berusaha menyembunyikan
wajahnya.
“Barusan kamu bilang sesuatu, ayo
katakan lagi,” katanya seraya mendekatkan dirinya kepada Eunai.
“Tidak mau. Tidak ada siaran
ulang. Enak saja. oppa kira Cuma oppa yang susah payah mengatakannya,” tolak
Eunai.
Tapi tiba-tiba Hyukjae menarik
tubuh mungil Eunai ke dalam pelukannya. Eunai sedikit kaget, tapi kemudian
menikmati pelukan hangat dari senior tercintanya itu.
“Tidak perlu kau ulangi kok. Anggap
saja aku tidak salah dengar,” kata Hyukjae lembut.
Eunai tertawa dalam pelukan
Hyukjae.
“Ya memang Oppa tidak salah
dengar kok,” Eunai berhenti sejenak sebelum menyelesaikan kalimatnya, “Saranghae,
Oppa.”
Label: fanfiction
Posting Komentar