♥post it♥----♥fanfiction♥----♥listen!♥----♥FOLLOW♥



▸ Tunjukkanlah cintamu ... ♬
Senin, 03 Oktober 2011
♥ posted at: @21.50
0 wishes // make a wish?



Cast
All Member of Super Junior
Yoon Eunai
Choi Mihae
Song Wheena
Other SM Entertainment Member

Note : ONESHOOT FANFICTION - jangan berpikir kalau aku ingin sekali ber :* *: dengan Eunhyuk setelah membaca fanfict yang kemarin dan yang ini. Ga usah ditanya. Soalnya emang pengen. #eh #UPS!

Show Me your Love!

Yoon Eunai, Choi Mihae, dan Song Wheena adalah tiga orang trainee senior SM Entertainment. Belum pernah mendengar namanya? Jelas saja. mereka belum debut sampai saat ini. Kabarnya sih baru tahun depan mereka akan debut, setelah masa trainee mereka yang tergolong singkat yaitu sekita 5 tahun.
Sekalipun kalian tidak mengenal mereka, tapi mereka dikenal oleh artis-artis idola kalian. Yang terutama adalah artis binaan SM Entertainment. Seperti layaknya artis SM yang lain sebelum debut tentu saja mereka sudah diperkenalkan terlebih dahulu dengan orang-orang di dunia hiburan Korea, sekalipun belum diperkenalkan di masyarakat luas.
Selain sebagai artis SM Entertainment tentu saja mereka masih bersekolah. Song Wheena sebagai member tertua sekaligus leader mereka kuliah di Seoul National University jurusan Art and Music, Choi Mihae melanjutkan ke Seoul Art Academy di jurusan Dance, sementara Eunai si magnae masih bersekolah di Seoul Art Senior High School tepatnya di kelas yang sama dengan Taemin Shinee. Tahun depan Wheena lulus dari pendidikannya karena itu sepertinya pihak SM Entertainment memang sengaja mendebutkan mereka tahun depan bebarengan dengan lulusnya Wheena.
Sebagai Trainee SM entertainment mereka mempunyai jadwal yang padat dalam berlatih. Mulai dari kelas dance, kelas acting, kelas vocal, kelas public speaking, kelas mode, dan masih banyak lagi. Tapi semuanya itu hampir selalu dilakukan di gedung SM Entertainment.
Seperti hari ini mereka sedang kelas dance bersama di SM Building. Kalian tahu ruangan berlatar awan-awan yang biasa muncul di video-video dance practicing artis SM Entertainment? Ya itulah ruangan tempat kami berlatih.
“Eh, onni, onni. Yang bagian ini gimana sih yang bener?” tanya Eunai yang memang paling kesulitan dalam dance.
“Aduh kamu tuh ya. Nih gini pertama tangannya kesana trus kakinya diangkat, dihentakin, tanganya pindah sana,” jawab Mihae sambil mempraktekan gerakan yang ia maksud. Eunai mengikuti gerakan Mihae satu per satu, tapi kemudian dia geleng-geleng karene merasa masih kurang pas.
“Sudah benar kok! Tinggal lebih yakin aja waktu ngehentakin kaki,” komentar seseorang dari arah pintu. Itu Hyukjae-oppa yang tiba-tiba saja masuk bersama Donghae-oppa, Sungmin-oppa, Shindong-oppa, dan Leeteuk-oppa.
“Hei, hei, hei. Super Junior-oppa untuk apa ramai-ramai masuk ke sini?” tanya Wheena begitu menyadari kedatangan mereka.
“Halo nona leader. Gini nih, ntar kan Super Junior mau ada Dance Battle,pinjem ruangannya sebentar saja ya. Kan lumayan itung-itung kalian istirahat,” kata Leeteuk.
Wheena sebenarnya agak kesal. Mereka sebagai dongsaeng memang sering sekali diharuskan mengalah oleh senior-senior mereka. Yah mau bagaimana lagi kan, mereka belum debut dan latihan mereka masih belum dipertunjukkan ke masyarakat luas. Sedangkan para senior mereka selalu menjadikan acara-acara penting, live, dan terkenal sebagai alasan untuk mengganggu latihan mereka.
“Ya sudahlah lagipula apa gunanya kami menolak juga pasti kalah,” kata Wheena dengan nada sok jutek.
Leeteuk tertawa, “Jangan begitu Wheena-ssi. Nanti kalian juga dapat kesempatan seperti kami, kan tinggal tunggu tahun depan,”
“Huh, tidak perlu mengingatkan kalau kami masih harus menunggu setahun lagi,” kata Wheena sambil mengelap keringatnya dengan handuk kecil. “Eh, ngomong-ngomong Kyu-oppa mana?”
“Oh, jadi gitu? Rela minjemin tempat latihannya kalo ada Kyu?” goda Shindong.
Wajah Wheena memerah. “Ya bukan begitu juga sih maksudku. Kan Cuma tanya,” Wheena membela diri. Saat ini ia memang sedang dekat dengan magnae Super Junior itu.
“Jadi latihan kami jadi digusur nih?” tanya Eunai dengan polosnya.
“Jelek sekali bahasamu. Tidak digusur juga sih,” kata Sungmin.
“Yah, seperti apapun oppa memperhalus kata-kata intinya tetap saja begitu kan,” jawabnya sambil nyengir, “Tidak apa aku juga ada tugas sekolah yang belum kuselesaikan kok,”
Gadis itu kemudian berlari menuju tas ranselnya dan mengeluarkan laptop.
“Ya, kalau begitu aku akan menonton para opa berlatih saja,” kata Mihae girang. Jelas saja. disitu ada Donghae yang merupakan idolanya sejak dulu.
“Asiikkk,, Donghae semangat nih ditonton Mihae,” goda Hyukjae. Donghae hanya senyum-senyum sementara Mihae kegirangan. Semua anggota SM Entertainment memang sudah mengetahui kalau Mihae sangat mengidolakan Donghae. Dan bahkan akhir-akhir ini Donghae sepertinya juga tertarik pada Mihae. Buktinya saat ini dia juga hanya senyum-senyum tanpa banyak berkata-kata dan sesekali melempar senyumnya ke juniornya itu.
Shindong menyalakan pemutar music dan mulai membuat koreografi. Mihae memperhatikan dengan serius, selain karena ada Donghae dia memang juga sangat menyukai dance. Wheena juga sesekali ikut nimbrung dalam pembuatan koreo mereka. Hanya Eunai yang tetap diam di sudut ruangan sibuk dengan laptopnya bahkan tanpa sadar sepasang mata terus memperhatikannya dari tadi.
***
Eunai segera meninggalkan Taemin dan berlari tergesa-gesa ke SM Building. Walaupun dijemput dengan mobil yang sama, hanya Eunai seorang yang harus mengikuti latihan vocal hari ini. menjadi Trainee memang terkadang lebih punya banyak jadwal daripada mereka yang sudah debut.
Eunai terlalu terburu-buru hingga tidak memperhatikan orang-orang yang lewat. Hingga akhirnya ia terjatuh karena menubruk seseorang.
“Aduuhhhh,” teriak Eunai dan orang yang ditabraknya bersamaan.
Kemudian mereka saling melihat. Ternyata orang yang ditabrak Eunai adalah Hyukjae. Eunai pun meringis polos pada seniornya itu.
“Ah, mianhae oppa. aku terburu-buru sampai tidak melihat jalan,” katanya sambil tersenyum polos.
“Kau sangat terburu-buru sampai buku gambarmu tertinggal di mobil jemputan nih,” kata Taemin sambil menyerahkan sebuah buku gambar berukuran cukup besar.
Hyukjae menyodorkan tangannya dan membantu Eunai berdiri.
“Sudah tidak apa-apa kau ada latihan vocal kan hari ini,” kata Hyukjae. Eunai mengangguk sambil menerima buku gambarnya dari Taemin. “Aku baru tahu kalau kamu suka menggambar.”
“Wah, gambarnya paling bagus lho Hyung di kelas,” puji Taemin.
“Iya? Mana coba lihat,” kata Hyukjae antusias.
Eunai memeluk buku gambarnya erat-erat. “Tidak boleh tidak boleh. Huuuhhh… sudah aku buru-buru nih. Sudah terlambat. Nanti aku dimarahi Wheena-onni,”
Eunai segera berlari menyusuri koridor dan berbelok di ujung menuju ke ruang latihan vocal. Sekali lagi tanpa menyadari sepasang mata terus mengamatinya sampai bayangannya menghilang di ujung koridor.
***
Eunai menghela nafas sambil terus berjalan melewati satu per satu ruang latihan. Hari ini seperti biasanya ia kurang bisa mengikuti latihan dance. Sepertinya aku memang tidak ditakdirkan menjadi dancer, pikirnya.
“Hei!” teriak seseorang sambil menepuk pundak Eunai. Tentu saja Eunai melonjak kaget, barusan dia sedang melamun dan tiba-tiba dipanggil dengan cara mengejutkan begitu. Ternyata yang menepuk pundaknya barusan adalah Hyukjae.
“Oppa, ah! Bikin kaget saja sih! Manggilnya santai aja dong,” protes Eunai.
“Aku sudah memanggilmu dari tadi tapi kau tidak mendengarnya,” kata Hyukjae.
“Oooohhh,, mianhae oppa,” kali ini malah jadi Eunai yang minta maaf.
“Memangnya kau sedang memikirkan apa?” tanya Hyukjae.
Eunai menggeleng. “Bukan apa-apa kok. Eh, kenapa oppa sering sekali terlihat di SM building?”
“Oh, aku latihan vocal ekstra soalnya. Kau tau sendiri kan aku tidak bisa menyanyi padahal sekarang semua anggota super junior mendapat part menyanyi lebih banyak karena banyak member yang sedang nonaktif,” jawab Hyukjae sambil tersenyum malu.
“Ooo,” wajah Eunai mendadak kembali lesu, “Sepertinya aku juga harus banyak mendapat latihan dance ekstra.”
“He? Memangnya kenapa?” tanya Hyukjae.
“Ah, masa oppa tidak tahu. Aku kan paling tidak bisa dance dibanding dua onniku itu. ah, seharusnya aku berhenti saja dan menjadi arsitek,” jawab Eunai.
Hyukjae tertawa, “Hei, hei. Kalian kan akan debut tahun depan. Masa kamu mau berhenti sekarang?”
“Justru karena itu oppa, aku takut nanti waktu debut justru aku tetap tidak bisa menari dengan baik,” katanya lagi, kali ini Eunai seperti hampir menangis.
Tiba-tiba Hyukjae memeluk Eunai. Eunai terkejut tapi tidak menolak. Tepatnya dia tidak tahu harus berbuat apa di dalam pelukan hangat seniornya itu.
“Sudah tenanglah,” kata Hyukjae berusaha menenangkan Eunai. Ia melepaskan pelukannya perlahan tapi kemudian berkata, “Bagaimana kalau aku mengajarimu dance? Kau mau?”
Raut wajah Eunai yang tadinya murung mendadak ceria, “Mau! Mau!” jawabnya.
Hyukjae tertawa.
“Baiklah kalau begitu mulai besok sore ya,” katanya.
Eunai mengangguk lalu reflek memeluk Hyukjae, “Gomawoyo, oppa,”
Mendadak Eunai menyadari gerak refleknya yang terlalu berlebihan lalu dengan kikuk melepaskan pelukannya. “Ah, mianhae oppa, reflek,” katanya dengan wajah memerah, “Mmm…kalogitu..aku balik ke dorm dulu ya oppa. semangat latihan vocal’nya. Hwaiting!”
Gadis itu pun berlari dengan penuh semangat ke arah lobi meninggalkan Hyukjae yang masih terpaku di tempatnya.
Kemudian ia tertawa, “Anak itu,” katanya sambil melanjutkan langkahnya ke ruang latihan vocal.
***
Eunai dan Hyukjae rutin berlatih di ruang dance setiap sore menjelang malam. Tepatnya setelah giliran latihan grup-grup yang lain.
Ternyata Eunai tidak begitu parah juga dance’nya. Dia hanya kurang percaya diri saja dalam bergerak, makanya kadang gerakannya terlihat tidak padu dengan dua onninya yang notabene sangat yakin dan sudah expert dalam menari.
“Sudah lelah belum?” tanya Hyukjae melihat wajah Eunai yang sudah bercucuran keringat.
“Mmm,, bagaimana kalau kita selesaikan bagian ini dulu?” jawab Eunai dengan pertanyaan balik.
Hyukjae mengangguk lalu mereka melanjutkan latihannya sebentar. Mempelajari satu part dance tentu tidak akan lama bagi seorang trainee SM.
“Aaahhhh,,, lelahnya,” kata Eunai. Gadis itu mengambil botol minum dan handuk kecilnya.
“Sudah merasa bisa menari kan?” tanya Hyukjae.
Eunai tertawa, “Sudah sih, gomawoyo oppa,” jawabnya sambil tersenyum.
“Cheomaneyo. Ah, sebagai gantinya, bagaimana kalau aku boleh melihat gambarmu?” pinta Hyukjae.
“Hee?? Bener nih cukup dengan itu aku membayar privat latihan dance ini??” tanyanya. Hyukjae tertawa lalu melangkah mendekati Eunai.
“Ya sudah, cepatlah. Aku ingin melihatnya. Katanya gambarmu yang paling bagus di kelas,” jawab Hyukjae.
“Baiklah, baiklah oppa, apa sih yang engga buat oppa yang sudah mengajariku ngedance,” jawabnya sambil menampakkan senyum jahilnya. Eunai segera mengambil buku gambar di dalam tasnya dan kembali ke samping Hyukjae.
Eunai membuka lembar demi lembar buku gambarnya dan menjelaskan satu per satu gambar yang ada di sana. “Ini ceritanya anak kecilnya lagi ngambil permen, terus yang ini ceritanya cewenya lagi nungguin seseorang, yang ini Mihae-onni waktu lagi dance iseng-iseng aku gambar, yang ini…,” mendadak kalimat Eunai terputus ketika wajah Hyukjae tanpa sadar sudah semakin dekat dengan wajahnya. Hyukjae menempelkan bibirnya ke bibir Eunai dengan perlahan dan lembut membuat gadis itu terpaku. Sejenak dia menikmatinya tapi kemudian dia sadar.
“Oppa,” Eunai menjauhkan diri dari Hyukjae. Ia segera memasukkan buku gambarnya ke dalam tas dan berlari keluar dari ruang latihan, meninggalkan Hyukjae yang masih terpaku di posisinya.
Hyukjae mengacak rambutnya sendiri dan memukul dinding cermin tepat di sampingnya dengan penuh emosi. “AAHHHHH, SIAL! APA YANG KAU LAKUKAN HYUKJAE!!!”
***
Hyukjae’s POV ::
Sore ini aku akan menjelaskan semuanya. Tentang perasaanku pada Eunai yang sudah kupendam sejak dulu. Tentang ketidakberanianku selama ini untuk menunjukkannya di hadapan Eunai.
Aku berjalan memasuki ruang latihan dance. Lampunya masih mati, sepi, tidak ada tanda-tanda keberadaan Eunai di sana.
Apa dia tidak akan datang? Tidak mau bertemu denganku lagi?

Eunai’s POV ::
Bagaimana ini, aku tidak bisa datang ke latihan bersama Hyukjae oppa. padahal aku ingin meluruskan semuanya. Aku tidak mau semuanya berakhir seperti kemarin. Aku ingin mengatakan padanya kalau aku tidak bermaksud menolaknya kemarin. Aku hanya terkejut dengan caranya yang terlalu tiba-tiba.
Oppa, mianhae.
***
Ini sudah malam, Hyukjae masih ada di ruang latihan. Dia berniat menunggu Eunai namun sepertinya Eunai tidak akan datang. Ia sangat menyesal. Menyesal karena dia sudah menghancurkan sendiri satu-satunya kesempatan untuk berdekatan dengan orang yang dia sukai. Seharusnya kejadian kemarin tidak perlu terjadi dan sekarang pasti ia masih bisa ada disamping Eunai. Berada di sampingnya saja sudah cukup, ia tidak berani berharap Eunai membalas perasaannya. Tapi sekarang?! Eunai pasti tidak mau melihatnya lagi.
Mendadak handphone’nya berbunyi. Telepon dari Kyuhyun. Ini pasti perintah Leeteuk oppa untuk mencari dimana aku berada, pikirnya.
Hyukjae menjawab panggilan dari dongsaengnya itu.
“Halo,”
“HEH! OPPA! Kau sudah membuat anak buahku menangis tau!” kata suara diseberang sana. Tunggu ini suara wanita, tapi kenapa yang menelepon nomor Kyu.
“Tu, tunggu.. tunggu. Ini siapa? Kenapa memakai nomor Kyu?” tanya Hyukjae bingung.
“Ini Wheena. Aku tidak punya nomermu makanya biar cepat aku meminjam handphone Kyu. Ini barusan Eunai menangis karenamu,” jawab Wheena.
Tiba-tiba terdengar sekilas rengekan Eunai, “Onni,, kan aku bilang jangan. Ahhh,,, onni,”
“Eh, kenapa? Ada apa dengan Eunai? Itu barusan suaranya kan?” tanya Hyukjae khawatir.
“Sampai hafal suaranya lho. Ini nih, dia merasa bersalah padamu katanya gak bisa dateng latihan hari ini. kita habis rapat predebut sama Lee Sooman barusan, makanya dia gak dateng. Bukan karena dia marah habis oppa cium kok,” jawab Wheena.
“ONNIIIII,” terdengar lagi suara Eunai dari seberang.
Hyukjae tertawa. “Kalian semua ada dimana?” tanyanya lagi.
“Kami di Super Junior’s Dorm. Udah sini cepetan kesini. Eunai sudah menantimu,” kata Wheena.
Hyukjae tertawa lagi, “Baiklah, aku segera sampai di sana,” katanya.
Hyukjae beranjak dari tempatnya. Ia ingin secepatnya bertemu dengan Eunai, untuk menjelaskan semuanya. Untuk menyatakan perasaannya dan untuk menanyakan bagaimana perasaan Eunai padanya.
***
Dan sekarang mereka berdiri berdampingan sekarang di balkon ruang tengah Super Junior’s Dorm. Masih dalam diam. Masih tidak tahu siapa yang akan memulai pembicaraan.
Hyukjae dan Eunai mengatakan kata “Eunai,” dan “Oppa,” bersamaan.
Mereka pun tertawa.
“Oppa duluan,” kata Eunai.
Hyukjae mengumpulkan keberanian lalu setelah menghela nafas ia berkata, “Maaf atas kejadian kemarin. Itu benar-benar salahku. Aku lepas kendali. Aku sungguh tidak bermaksud melecehkanmu. Dan, satu lagi..,”
“Saranghae,”
Lalu diam cukup panjang.
“Ah, maaf aku terlalu grogi di depanmu hingga tidak pernah berani mengatakannya padamu,” lanjutnya lagi. Hyukjae bersandar di pegangan balkon dan menelungkupkan tangan di depan wajahnya. Wajahnya pasti sangat merah sekarang dan dia tidak berani menatap Eunai.
Wajah Eunai juga memerah. Tapi kemudian ia memberanikan diri untuk berbicara. “Aku ingin minta maaf pada oppa soal kemarin. Aku tidak bermaksud meninggalkan oppa,apalagi marah pada oppa. tapi aku kaget,” Eunai berhenti sejenak, mengambil nafas lalu kembali melanjutkan kalimatnya, “Aku…kaget karena orang yang selama ini aku sukai tiba-tiba menciumku.”
Hyukjae terkejut. Tidak salahkah yang barusan dia dengar? Eunai menyebutnya ‘orang yang selama ini aku sukai’? Hyukjae segera mengangkat wajahnya.
“Eh, barusan aku tidak salah dengar kan?” tanyanya.
Wajah Eunai semakin merah, “Salah dengar apa? Aku tidak bilang apa-apa,” katanya sambil berusaha menyembunyikan wajahnya.
“Barusan kamu bilang sesuatu, ayo katakan lagi,” katanya seraya mendekatkan dirinya kepada Eunai.
“Tidak mau. Tidak ada siaran ulang. Enak saja. oppa kira Cuma oppa yang susah payah mengatakannya,” tolak Eunai.
Tapi tiba-tiba Hyukjae menarik tubuh mungil Eunai ke dalam pelukannya. Eunai sedikit kaget, tapi kemudian menikmati pelukan hangat dari senior tercintanya itu.
“Tidak perlu kau ulangi kok. Anggap saja aku tidak salah dengar,” kata Hyukjae lembut.
Eunai tertawa dalam pelukan Hyukjae.
“Ya memang Oppa tidak salah dengar kok,” Eunai berhenti sejenak sebelum menyelesaikan kalimatnya, “Saranghae, Oppa.”

Label:

0 Comments:

Posting Komentar


◂◂ travel back in time ♪ // back to top \\ ♪ back to the future ▸▸
© All Rights Reserved 2011


Shinee - Minho