Choi Mihae, Song Wheena, Kim
Eunhyi, Kang Yena dan Lee Hyemin
NOTE : Lagi-lagi tentang aeri sama Minho kan ;) hehe.. ini
terinspirasi dari VCRnya SHINee yang ada dibawah ini. bagian Minho’nya tentu
saja. Terus dikasih efek-efek hujan gitu biar romantis.
Sekali lagi SAYA TIDAK MEMILIKI
SHINee terutama CHOI MINHO. Itu cuma numpang pinjem nama aja. Kalo Aeri itu
jelas aku B) tokoh lain yaitu Mihae, Wheena, Eunhyi, Yena, dan Hyemin adalah
milik masing-masing tokohnya sendiri. Yosh! Selamat menikmati fanfict ini! Remember,
it’s just fanFICTION :D
Love at the First
Rain
Kami hanya saling bertemu di
dalam bis. Baiklah, memang bukan benar-benar bertemu. Aku bahkan tidak tahu
namanya. Yang kutahu dari seragamnya dia adalah anak SMA Putri Haebalagi (해바라기). Gadis itu berambut ikal hitam panjang, ia tidak terlalu
kurus tetapi juga tidak gendut, wajahnya cukup manis, matanya hitam pekat dan
selalu berbinar ceria. Ia selalu mengenakan sepatu putih dan tas sekolah biru
muda. Wajahnya selalu tanpa make-up, tidak seperti kebanyakan siswi SMA
sekarang yang sudah berdandan. Ah, dia sangat suka membaca. Dia selalu membawa
sebuah buku dengan judul yang berganti-ganti setiap beberapa hari.
Hari ini aku ‘bertemu’ dengannya
lagi. Hari ini ia mengikat rambutnya. Buku yang dibacanya berjudul ‘Gadis di
Ujung Pelangi’ dengan sampul putih bergaris warna pelangi. Ia mengeluarkan
sebuah lollipop dari dalam tasnya dan menikmatinya sambil membaca buku.
Aku sendiri? Aku berdiri tidak
jauh dari tempat duduknya. Mengamatinya diam-diam sambil berharap suatu hari
nanti aku mendapat kesempatan untuk menyapanya.
***
Taukah kalian ada seorang artis
yang selalu ada di bis yang sama denganku setiap kali berangkat sekolah. Ya,
pria yang berdiri tak jauh dari tempatku itu adalah Choi Minho. Yayaya, benar!
Dia anggota boysband SHINee yang terkenal dengan lagu Noona Neomu Yeppeo itu.
Siapa sih anak muda jaman sekarang yang tidak tahu SHINee?
Kami selalu berangkat di jam yang
sama. Aku sebenarnya tidak tahu sih dia berangkat ke mana. Aku turun lebih
dahulu dibanding dia. Selalu seperti itu setiap pagi.
Kadang ada beberapa gadis yang
mengerubunginya entah meminta tanda tangan, pelukan, atau foto bersama. Well,
mungkin itu salah satu pekerjaan para artis ya, pelayanan publik. Walaupun
menurutku itu merepotkan, tapi sepertinya tidak begitu baginya. Toh
kenyataannya dia selalu naik bis yang notabene adalah kendaraan umum. Itu
tandanya dia nyaman-nyaman saja kan?
Aku juga tidak pernah berani
menatapnya lama-lama sih. Selain karena grogi *maaf saya benar-benar orang
biasa, penduduk Korea biasa*, aku juga tidak mau seperti para fans-fans yang
mengerubutinya itu. Rasanya ganggu banget yah. Lagipula toh kami setiap hari
‘bertemu’ walau tidak pernah benar-benar saling menyapa.
Dan pagi ini aku kembali hanya
berani melirik ke arahnya. Tentu saja dari balik buku yang kubawa. Sama seperti
pagi-pagi sebelumnya.
***
Ah, iya! Gadis itu sepertinya
sangat menyukai hujan. Dia selalu memandang keluar jendela ketika hujan turun.
Bahkan ia tidak membaca novel atau memakan camilan ketika hujan. Dia hanya
diam, terkadang terlihat memakai headsetnya dan mendengarkan lagu.
Seperti hari ini, hujan membasahi
kota Seoul. Tidak seperti kebanyakan orang yang justru berwajah murung ketika
hujan turun, gadis itu justru tersenyum sambil menatap jendela bis yang cukup
besar. Mengamati tiap tetes air hujan yang jatuh ke jendela.
***
Aku suka hujan. Tidak ada alasan
khusus sih. Aku hanya menyukainya. Tidak masalah kan? :D dulu aku dan teman-temanku
seringkali justru sengaja berlarian di lapangan sekolah ketika hujan turun
dengan derasnya. Seperti anak kecil? Yah, mungkin. Tapi yang jelas aku menyukai
saat-saat seperti itu. Saat dimana aku bisa menari di tengah hujan.
Aku merindukan kesempatan itu.
kesempatan yang mungkin tak akan pernah datang lagi.
***
“Aeri-eonni!” panggil seorang
gadis kecil yang baru saja memasuki bis. Gadis itu mengenakan seragam pink.
Sepertinya masih SD. Aku tidak tahu siapa yang dipanggil oleh gadis kecil itu
sampai ia menghentikan langkahnya di samping salah satu tempat duduk.
Ternyata yang dipanggilnya adalah
si gadis penyuka hujan itu. Siapa tadi namanya? Aeri?
“Ahh, Gaeunnie. Annyeong!” sapa
gadis yang ternyata bernama Aeri itu sambil tersenyum. Seperti biasa senyumnya
tidak kalah dari senyum si anak SD.
“Annyeonghaseo, eonni. Aku mau
mengucapkan terimakasih untuk yang kemarin,” kata gadis kecil bernama Gaeun
itu.
“Yang kemarin? Ooohhh, ya ampun,,
sama-sama Gaeun. Itu hanya kebetulan saja aku sedang lewat kok,” kata Aeri
sambil mengacak rambut Gaeun.
“Tetap saja aku harus mengucapkan
terima kasih kan? Kalau kakak kemarin tidak membantuku,mungkin aku tidak bisa
pulang ke rumah,” jawab gadis kecil itu.
Aeri mengangguk. “Baiklah,
baiklah. Kau memang anak baik. Sini duduklah di samping Eonni. Sekolahmu hanya
satu blok dari tempatku kan?”
Gaeun mengangguk lalu mengambil
tempat duduk di samping Aeri. Mereka mengobrol dengan ceria sepanjang
perjalanan. Sekalipun sudah SMA, Aeri sepertinya tidak kesulitan mencari topik
dan menanggapi obrolan Gaeun
Ngomong-ngomong, hal terpenting
yang kuketahui hari ini adalah nama gadis itu Aeri.
***
“Apakah kalian sudah pernah show
di sekolah sebelumnya?” tanya MC yang memandu SHINee.
Jonghyun mengangguk. “Sudah.
Beberapa kali kami manggung di sekolah-sekolah dan sambutan mereka sangat
baik,” jawabnya sambil tersenyum.
Semua kamera tertuju pada mereka.
Totalnya ada 5 kamera di dalam aula kami. Barangkali tiap satu kamera menyorot
satu member. Aku juga tidak tahu. Aku hanya seksi dekorasi dalam acara ini. Itu
bukan bagian yang banyak tahu tentang seluk beluk acara. Ngomong-ngomong kami
bahkan baru akan mulai mendekor nanti malam.
“Mereka ganteng sekali ya,
Aeri-ssi,” kata Hyemin.
“Ya,” jawabku singkat.
“Hanya itu komentarmu?” tanya
Yena dengan nada sinisnya.
“Memangnya harus bagaimana?”
tanyaku balik. Maunya apa sih Yena ini.
“Yaaa.. Heboh sedikit laaahhh…
Shining SHINee mengisi acara di sekolah kita Aeri!” yang menjawab justru Mihae.
“Yah, siapa dulu dong ketua
panitianya,” kata Wheena sambil membenarkan kerah bajunya, “Belum ada kan
angkatan atas yang bisa mengundang artis setaraf SHINee ke sekolah kita?”
Eunhyi menoyor kepala Wheena.
“Dasar sombong kau! Baru jadi ketua panitia saja sudah sombong,” katanya. Aku
hanya tertawa melihat tingkah sahabat-sahabatku yang kekanakan.
Obrolan kami terputus ketika sang
MC berkata, “Mmm.. siapa ketua panitia acara ini?” sambil berputar melihat ke
arah para gadis yang sejak tadi mengerubungi mereka dan berteriak dengan
histeris.
Wheena tersenyum penuh kemenangan
sebelum mengacungkan tangannya dan menjawab, “Saya” dengan penuh percaya diri.
Seluruh anggota SHINee dan si MC
menoleh ke arah Wheena sementara gadis itu berjalan ke tengah-tengah aula,
menghampiri tuan MC dan para personel SHINee di sana. Choi Minho juga ikut
menoleh ke arah kami. Keadaan ini membuat tatapan mata kami tanpa sengaja
berpautan. Agak lama, mungkin sekitar 10 detik.
***
Akhirnya aku menemukan gadis itu
diantara kerumunan para siswi SMA Putri Haebalagi. Tatapan mata kami bertemu
selama beberapa detik barusan. Jujur aku kaget dan tidak tahu harus berbuat apa
barusan. Sekalipun sudah sering ‘bertemu’ barusan itu pertama kalinya kami
benar-benar saling berpandangan. Tapi keadaan tersebut harus berakhir ketika
kamera kembali menyorot kami.
“Siapa namamu?” tanya MC kepada
si ketua panitia.
“Annyeonghaseo. Choneun Song
Wheena imnida,” jawab gadis di hadapan kami.
“Ah, Wheena-ssi. Bagaimana konsep
acara kalian?” tanya MC-hyung.
“Konsep acara kami adalah
keceriaan musim panas. Seperti yang kita tahu acara ini diadakan sebagai
perayaan musim panas. Jadi itulah konsep yang kami pakai,” jawab Wheena dengan
percaya diri.
“Aahh,, musim panas. Lalu, akan
seperti apa panggungnya?” tanya Jinki-hyung. Selain untuk mencairkan suasana
sepertinya ia memang cukup khawatir dengan penataan stagenya. Yah. Aula ini kan
tidak sebesar panggung kami yang biasanya. Barangkali ada hal-hal yang perlu
kami sesuaikan lagi.
“Tentu saja konsep panggungnya
mengikuti konsep acara kami tadi. Panggungnya tentu saja di sana,” gadis itu
menunjuk panggung yang terletak di sisi kanan aula, “Lalu kami menyiapkan
backstage’nya di ruang kelas terdekat di samping aula. Maaf tempat kami
terbatas,”
“Ah, gwenchanayo, Wheena-ssi,”
kata kami bergantian.
“Lalu kapan rencananya kalian
akan mulai mendekor?” tanya MC-hyung.
Yap, sebenernya dari pihak kami
akan memberikan layanan ekstra untuk panitia acara kali ini. SHINee sebagai
bintang tamu akan membantu persiapan acara bersama para panitia dan selama
persiapan berlangsung kami akan terus di shoot. Ini adalah konsep utama acara
dari pihak kami.
“Mmm.. bantuan dalam bentuk apa?”
tanya Wheena cukup antusias.
“Bantuan dari kami adalah SHINEE
AKAN IKUT BEKERJA BERSAMA PANITIA!” jawab MC-hyung.
Waaaa… para gadis di dalam
ruangan berteriak riuh rendah. Padahal seharusnya mereka sudah tahu hal ini
dari awal lho. Ini kan cuma scenario dari pihak KBS supaya terasa seperti
surprise. Padahal aslinya sih pihak panitia sudah diberi tahu dari awal.
Aku menatap ke sekeliling.
Semuanya sibuk berteriak heboh. Kecuali satu orang. Satu orang yang sudah
kuduga akan memasang tampang datarnya seperti biasa, Aeri.
***
“Ya, jadi mari kita mulai
persiapannya,” Wheena memandu di depan para member SHINee, “Sebelumnya saya
akan memperkenalkan panitia inti dari acara ini. hei sinisini!” ia memanggil
teman-temannya.
Satu per satu gadis-gadis itu
masuk. Di urutan terakhir ada satu orang yang tidak disangka Minho ikut masuk
ke ruang panitia. Dia adalah Aeri. Ya gadis itu masuk paling akhir dan menutup
pintu sebelum benar-benar ikut berkumpul bersama mereka.
“Kami adalah pengurus inti OSIS
SMA Putri Haebalagi sekaligus panitia utama acara ini. Biar kuperkenalkan satu
per satu. Ini Choi Mihae, wakilku. Dia bertanggung jawab atas divisi acara.
Kemudian yang ini Kim Eunhyi, ia penanggung jawab bagian keamanan dan tata
laksana. Ini Kang Yena dan Lee Hyemin yang mengurus konsumsi dan perlengkapan.
Sementara yang terakhir itu adalah magnae kami, Yoon Aeri yang mengurus bagian
dekorasi,” Wheena menjelaskan satu per satu anggotanya, tapi pandangan Minho
terus tertuju pada Aeri.
“Yah, tidak perlu menyebutku
sebagai magnae lah, Eonni. Kau pikir kita SHINee,” protes gadis itu mengundang
tawa dari yang lainnya.
“Ya, jadi mari kita membagi
tugas. Oppa silahkan memilih satu satu divisi yang oppa sukai. Ada satu yang
membantuku mengatur semuanya. Ada yang membantu Mihae mengurus acara. Satu
membantu Eunhyi mengurus ijin dan keamanan. Satu membantu Yena dan Hyemin
mengurus konsumsi dan perlengkapan. Dan yang terakhir mengurus bagian dekorasi
bersama Aeri,” Wheena segera mengurus pembagian tugas. Dia memang selalu
disiplin sebagai ketua.
Tiba-tiba Minho mengangkat
tangannya.
“Ya, Oppa?” tanya Wheena.
“Aku…membantu di dekorasi saja,”
jawab Minho dengan suara bassnya yang khas.
Aeri terkejut.
“Ah, kalau begitu Minho-oppa
membantu Aeri dengan dekorasinya. Oppa berdiri saja disebelah Aeri, jadi tidak
perlu diihitung lagi dalam pembagian tugas,” kata Wheena.
Minho berjalan mendekati Aeri.
Gadis itu bergeser sedikit dari tempat berdirinya. Dia bingung dan gugup. Tidak
tahu harus berbuat apa. Sekalipun setiap hari mereka ‘bertemu’ di bis, tapi
Aeri tidak menyangka mereka akan benar-benar bekerja bersama-sama setelah ini.
“Aku membantu bagian konsumsi
saja,” Taemin menyusul Minho memilih bagian kesukaannya sementara Wheena
mencatatnya.
“Aku acara saja, aku jagonya di
bagian itu,” Key segera berjalan ke samping Mihae tanpa disuruh.
“Ah, aku sebagai Leader akan
menemani nona Leader,” kata Onew.
This is Ai's personal blog. This blog contain my personal random thoughts about everything in my life. Sometimes it's too random to share. hahaha.. Whatever :D I just write what I want to write. Just skip it if you don't like it.
I'm JapanAddicted and KoreanLovers so don't be surprised because there are a lot of post about Japan and Korea
♥ go to Japan
♥ go to Korea
♥ meet Super Junior's members
♥ meet Yamada Ryosuke
♥ meet Choi Minho
♥ have my own website
♥ iPhone4, Macbook
♥ my bestfriends now! :) :*
Posting Komentar