♥post it♥----♥fanfiction♥----♥listen!♥----♥FOLLOW♥



▸ Cinta di Hujan Pertama #part1 ... ♬
Sabtu, 05 November 2011
♥ posted at: @19.26
0 wishes // make a wish?



Love at the First Rain ;)
 
Genre : Romance

Cast :
Yoon Aeri 애리
Choi Minho 최민호
Other SHINee’s Member
Choi Mihae, Song Wheena, Kim Eunhyi, Kang Yena dan Lee Hyemin

NOTE : Lagi-lagi tentang aeri sama Minho kan ;) hehe.. ini terinspirasi dari VCRnya SHINee yang ada dibawah ini. bagian Minho’nya tentu saja. Terus dikasih efek-efek hujan gitu biar romantis.
Sekali lagi SAYA TIDAK MEMILIKI SHINee terutama CHOI MINHO. Itu cuma numpang pinjem nama aja. Kalo Aeri itu jelas aku B) tokoh lain yaitu Mihae, Wheena, Eunhyi, Yena, dan Hyemin adalah milik masing-masing tokohnya sendiri. Yosh! Selamat menikmati fanfict ini! Remember, it’s just fanFICTION :D





Love at the First Rain


Kami hanya saling bertemu di dalam bis. Baiklah, memang bukan benar-benar bertemu. Aku bahkan tidak tahu namanya. Yang kutahu dari seragamnya dia adalah anak SMA Putri Haebalagi (해바라기). Gadis itu berambut ikal hitam panjang, ia tidak terlalu kurus tetapi juga tidak gendut, wajahnya cukup manis, matanya hitam pekat dan selalu berbinar ceria. Ia selalu mengenakan sepatu putih dan tas sekolah biru muda. Wajahnya selalu tanpa make-up, tidak seperti kebanyakan siswi SMA sekarang yang sudah berdandan. Ah, dia sangat suka membaca. Dia selalu membawa sebuah buku dengan judul yang berganti-ganti setiap beberapa hari.
Hari ini aku ‘bertemu’ dengannya lagi. Hari ini ia mengikat rambutnya. Buku yang dibacanya berjudul ‘Gadis di Ujung Pelangi’ dengan sampul putih bergaris warna pelangi. Ia mengeluarkan sebuah lollipop dari dalam tasnya dan menikmatinya sambil membaca buku.
Aku sendiri? Aku berdiri tidak jauh dari tempat duduknya. Mengamatinya diam-diam sambil berharap suatu hari nanti aku mendapat kesempatan untuk menyapanya.

***

Taukah kalian ada seorang artis yang selalu ada di bis yang sama denganku setiap kali berangkat sekolah. Ya, pria yang berdiri tak jauh dari tempatku itu adalah Choi Minho. Yayaya, benar! Dia anggota boysband SHINee yang terkenal dengan lagu Noona Neomu Yeppeo itu. Siapa sih anak muda jaman sekarang yang tidak tahu SHINee?
Kami selalu berangkat di jam yang sama. Aku sebenarnya tidak tahu sih dia berangkat ke mana. Aku turun lebih dahulu dibanding dia. Selalu seperti itu setiap pagi.
Kadang ada beberapa gadis yang mengerubunginya entah meminta tanda tangan, pelukan, atau foto bersama. Well, mungkin itu salah satu pekerjaan para artis ya, pelayanan publik. Walaupun menurutku itu merepotkan, tapi sepertinya tidak begitu baginya. Toh kenyataannya dia selalu naik bis yang notabene adalah kendaraan umum. Itu tandanya dia nyaman-nyaman saja kan?
Aku juga tidak pernah berani menatapnya lama-lama sih. Selain karena grogi *maaf saya benar-benar orang biasa, penduduk Korea biasa*, aku juga tidak mau seperti para fans-fans yang mengerubutinya itu. Rasanya ganggu banget yah. Lagipula toh kami setiap hari ‘bertemu’ walau tidak pernah benar-benar saling menyapa.
Dan pagi ini aku kembali hanya berani melirik ke arahnya. Tentu saja dari balik buku yang kubawa. Sama seperti pagi-pagi sebelumnya.

***

Ah, iya! Gadis itu sepertinya sangat menyukai hujan. Dia selalu memandang keluar jendela ketika hujan turun. Bahkan ia tidak membaca novel atau memakan camilan ketika hujan. Dia hanya diam, terkadang terlihat memakai headsetnya dan mendengarkan lagu.
Seperti hari ini, hujan membasahi kota Seoul. Tidak seperti kebanyakan orang yang justru berwajah murung ketika hujan turun, gadis itu justru tersenyum sambil menatap jendela bis yang cukup besar. Mengamati tiap tetes air hujan yang jatuh ke jendela.

***

Aku suka hujan. Tidak ada alasan khusus sih. Aku hanya menyukainya. Tidak masalah kan? :D dulu aku dan teman-temanku seringkali justru sengaja berlarian di lapangan sekolah ketika hujan turun dengan derasnya. Seperti anak kecil? Yah, mungkin. Tapi yang jelas aku menyukai saat-saat seperti itu. Saat dimana aku bisa menari di tengah hujan.
Aku merindukan kesempatan itu. kesempatan yang mungkin tak akan pernah datang lagi.

***

“Aeri-eonni!” panggil seorang gadis kecil yang baru saja memasuki bis. Gadis itu mengenakan seragam pink. Sepertinya masih SD. Aku tidak tahu siapa yang dipanggil oleh gadis kecil itu sampai ia menghentikan langkahnya di samping salah satu tempat duduk.
Ternyata yang dipanggilnya adalah si gadis penyuka hujan itu. Siapa tadi namanya? Aeri?
“Ahh, Gaeunnie. Annyeong!” sapa gadis yang ternyata bernama Aeri itu sambil tersenyum. Seperti biasa senyumnya tidak kalah dari senyum si anak SD.
“Annyeonghaseo, eonni. Aku mau mengucapkan terimakasih untuk yang kemarin,” kata gadis kecil bernama Gaeun itu.
“Yang kemarin? Ooohhh, ya ampun,, sama-sama Gaeun. Itu hanya kebetulan saja aku sedang lewat kok,” kata Aeri sambil mengacak rambut Gaeun.
“Tetap saja aku harus mengucapkan terima kasih kan? Kalau kakak kemarin tidak membantuku,mungkin aku tidak bisa pulang ke rumah,” jawab gadis kecil itu.
Aeri mengangguk. “Baiklah, baiklah. Kau memang anak baik. Sini duduklah di samping Eonni. Sekolahmu hanya satu blok dari tempatku kan?”
Gaeun mengangguk lalu mengambil tempat duduk di samping Aeri. Mereka mengobrol dengan ceria sepanjang perjalanan. Sekalipun sudah SMA, Aeri sepertinya tidak kesulitan mencari topik dan menanggapi obrolan Gaeun
Ngomong-ngomong, hal terpenting yang kuketahui hari ini adalah nama gadis itu Aeri.

***

“Apakah kalian sudah pernah show di sekolah sebelumnya?” tanya MC yang memandu SHINee.
Jonghyun mengangguk. “Sudah. Beberapa kali kami manggung di sekolah-sekolah dan sambutan mereka sangat baik,” jawabnya sambil tersenyum.
Semua kamera tertuju pada mereka. Totalnya ada 5 kamera di dalam aula kami. Barangkali tiap satu kamera menyorot satu member. Aku juga tidak tahu. Aku hanya seksi dekorasi dalam acara ini. Itu bukan bagian yang banyak tahu tentang seluk beluk acara. Ngomong-ngomong kami bahkan baru akan mulai mendekor nanti malam.
“Mereka ganteng sekali ya, Aeri-ssi,” kata Hyemin.
“Ya,” jawabku singkat.
“Hanya itu komentarmu?” tanya Yena dengan nada sinisnya.
“Memangnya harus bagaimana?” tanyaku balik. Maunya apa sih Yena ini.
“Yaaa.. Heboh sedikit laaahhh… Shining SHINee mengisi acara di sekolah kita Aeri!” yang menjawab justru Mihae.
“Yah, siapa dulu dong ketua panitianya,” kata Wheena sambil membenarkan kerah bajunya, “Belum ada kan angkatan atas yang bisa mengundang artis setaraf SHINee ke sekolah kita?”
Eunhyi menoyor kepala Wheena. “Dasar sombong kau! Baru jadi ketua panitia saja sudah sombong,” katanya. Aku hanya tertawa melihat tingkah sahabat-sahabatku yang kekanakan.
Obrolan kami terputus ketika sang MC berkata, “Mmm.. siapa ketua panitia acara ini?” sambil berputar melihat ke arah para gadis yang sejak tadi mengerubungi mereka dan berteriak dengan histeris.
Wheena tersenyum penuh kemenangan sebelum mengacungkan tangannya dan menjawab, “Saya” dengan penuh percaya diri.
Seluruh anggota SHINee dan si MC menoleh ke arah Wheena sementara gadis itu berjalan ke tengah-tengah aula, menghampiri tuan MC dan para personel SHINee di sana. Choi Minho juga ikut menoleh ke arah kami. Keadaan ini membuat tatapan mata kami tanpa sengaja berpautan. Agak lama, mungkin sekitar 10 detik.

***

Akhirnya aku menemukan gadis itu diantara kerumunan para siswi SMA Putri Haebalagi. Tatapan mata kami bertemu selama beberapa detik barusan. Jujur aku kaget dan tidak tahu harus berbuat apa barusan. Sekalipun sudah sering ‘bertemu’ barusan itu pertama kalinya kami benar-benar saling berpandangan. Tapi keadaan tersebut harus berakhir ketika kamera kembali menyorot kami.
“Siapa namamu?” tanya MC kepada si ketua panitia.
“Annyeonghaseo. Choneun Song Wheena imnida,” jawab gadis di hadapan kami.
“Ah, Wheena-ssi. Bagaimana konsep acara kalian?” tanya MC-hyung.
“Konsep acara kami adalah keceriaan musim panas. Seperti yang kita tahu acara ini diadakan sebagai perayaan musim panas. Jadi itulah konsep yang kami pakai,” jawab Wheena dengan percaya diri.
“Aahh,, musim panas. Lalu, akan seperti apa panggungnya?” tanya Jinki-hyung. Selain untuk mencairkan suasana sepertinya ia memang cukup khawatir dengan penataan stagenya. Yah. Aula ini kan tidak sebesar panggung kami yang biasanya. Barangkali ada hal-hal yang perlu kami sesuaikan lagi.
“Tentu saja konsep panggungnya mengikuti konsep acara kami tadi. Panggungnya tentu saja di sana,” gadis itu menunjuk panggung yang terletak di sisi kanan aula, “Lalu kami menyiapkan backstage’nya di ruang kelas terdekat di samping aula. Maaf tempat kami terbatas,”
“Ah, gwenchanayo, Wheena-ssi,” kata kami bergantian.
“Lalu kapan rencananya kalian akan mulai mendekor?” tanya MC-hyung.
Yap, sebenernya dari pihak kami akan memberikan layanan ekstra untuk panitia acara kali ini. SHINee sebagai bintang tamu akan membantu persiapan acara bersama para panitia dan selama persiapan berlangsung kami akan terus di shoot. Ini adalah konsep utama acara dari pihak kami.
“Sore ini, sepulang sekolah,” jawab Wheena.
“Apakah kalian membutuhkan bantuan?” tanya MC-hyung.
“Mmm.. bantuan dalam bentuk apa?” tanya Wheena cukup antusias.
“Bantuan dari kami adalah SHINEE AKAN IKUT BEKERJA BERSAMA PANITIA!” jawab MC-hyung.
Waaaa… para gadis di dalam ruangan berteriak riuh rendah. Padahal seharusnya mereka sudah tahu hal ini dari awal lho. Ini kan cuma scenario dari pihak KBS supaya terasa seperti surprise. Padahal aslinya sih pihak panitia sudah diberi tahu dari awal.
Aku menatap ke sekeliling. Semuanya sibuk berteriak heboh. Kecuali satu orang. Satu orang yang sudah kuduga akan memasang tampang datarnya seperti biasa, Aeri.

***

“Ya, jadi mari kita mulai persiapannya,” Wheena memandu di depan para member SHINee, “Sebelumnya saya akan memperkenalkan panitia inti dari acara ini. hei sinisini!” ia memanggil teman-temannya.
Satu per satu gadis-gadis itu masuk. Di urutan terakhir ada satu orang yang tidak disangka Minho ikut masuk ke ruang panitia. Dia adalah Aeri. Ya gadis itu masuk paling akhir dan menutup pintu sebelum benar-benar ikut berkumpul bersama mereka.
“Kami adalah pengurus inti OSIS SMA Putri Haebalagi sekaligus panitia utama acara ini. Biar kuperkenalkan satu per satu. Ini Choi Mihae, wakilku. Dia bertanggung jawab atas divisi acara. Kemudian yang ini Kim Eunhyi, ia penanggung jawab bagian keamanan dan tata laksana. Ini Kang Yena dan Lee Hyemin yang mengurus konsumsi dan perlengkapan. Sementara yang terakhir itu adalah magnae kami, Yoon Aeri yang mengurus bagian dekorasi,” Wheena menjelaskan satu per satu anggotanya, tapi pandangan Minho terus tertuju pada Aeri.
“Yah, tidak perlu menyebutku sebagai magnae lah, Eonni. Kau pikir kita SHINee,” protes gadis itu mengundang tawa dari yang lainnya.
“Ya, jadi mari kita membagi tugas. Oppa silahkan memilih satu satu divisi yang oppa sukai. Ada satu yang membantuku mengatur semuanya. Ada yang membantu Mihae mengurus acara. Satu membantu Eunhyi mengurus ijin dan keamanan. Satu membantu Yena dan Hyemin mengurus konsumsi dan perlengkapan. Dan yang terakhir mengurus bagian dekorasi bersama Aeri,” Wheena segera mengurus pembagian tugas. Dia memang selalu disiplin sebagai ketua.
Tiba-tiba Minho mengangkat tangannya.
“Ya, Oppa?” tanya Wheena.
“Aku…membantu di dekorasi saja,” jawab Minho dengan suara bassnya yang khas.
Aeri terkejut.
“Ah, kalau begitu Minho-oppa membantu Aeri dengan dekorasinya. Oppa berdiri saja disebelah Aeri, jadi tidak perlu diihitung lagi dalam pembagian tugas,” kata Wheena.
Minho berjalan mendekati Aeri. Gadis itu bergeser sedikit dari tempat berdirinya. Dia bingung dan gugup. Tidak tahu harus berbuat apa. Sekalipun setiap hari mereka ‘bertemu’ di bis, tapi Aeri tidak menyangka mereka akan benar-benar bekerja bersama-sama setelah ini.
“Aku membantu bagian konsumsi saja,” Taemin menyusul Minho memilih bagian kesukaannya sementara Wheena mencatatnya.
“Aku acara saja, aku jagonya di bagian itu,” Key segera berjalan ke samping Mihae tanpa disuruh.
“Ah, aku sebagai Leader akan menemani nona Leader,” kata Onew.
Wheena tertawa, “Baiklah. Mohon bantuannya Tuan Leader,” katanya ramah. “Berarti..,”
“Aku akan ikut bagian keamanan. Wahh,,kedengarannya macho ya,” komentar Jonghyun sambil berjalan mendekati Eunhyi.
“Sebenarnya tidak sekeren itu kok, Oppa,” komentar Eunhyi diikuti tawa dari yang lainnya.
“Yaaa,, kalau begitu marikita mulai persiapannya. Semuanya ayo ucapkan!” Wheena memberi aba-aba.
“FIGHTING!” teriak yang lainnya bersamaan.

To be continued...

Lalu bagaimana Aeri dan Minho yang harus berkerja di divisi yang sama? Berhasilkah mereka akhirnya benar-benar saling menyapa? tunggu part 2nya :D

Label:

0 Comments:

Posting Komentar


◂◂ travel back in time ♪ // back to top \\ ♪ back to the future ▸▸
© All Rights Reserved 2011


Shinee - Minho