cast :
Yoon Aeri (Immortal)
Choi Minho (SHINee)
Kang Minhyuk (CN Blue)
Other Immortal Members (Song Wheena, Choi Wheena, Jang Hera, Kim Eunhyi)
Other SHINee Members (Onew, Kim Jonghyun, Key, Lee Taemin)
Other CNBlue Members (Jung Yonghwa, Lee Jonghyun, Lee Jungshin)
etc.
note :
kali ini Immortal jadi group band! Yey!
baiklah, seperti biasanya tidak satupun dari tokoh-tokoh yang tercantum di atas adalah milikku, yah, walopun sebenernya aku berharap bisa memiliki mereka. #mustahil :p
cerita ini tentu saja hanya fiktif belaka, kesamaan nama, tempat dan lain-lain memang disengaja sih, biar keren aja #eh haha.. selamat menikmati :D
FIRST
“Urineun Immortal imnida,” kata
kelima orang gadis manis di sisi kanan panggung Strong Heart. Bintang tamu
lainnya bertepuk tangan bersama seluruh penonton dan kedua MC Strong Heart,
Kang Hodong dan Lee Seunggi.
“Kalian baru saja memulai debut
resmi kalian dan langsung menjadi kandidat juara di Music Bank. Bagaimana
perasaan kalian?” tanya Lee Seunggi.
“Kami tentu saja sangat senang
dan tidak menyangka bisa menjadi kandidat,” jawab Wheena yang adalah Lead Vocal
sekaligus Leader Immortal.
“Jjangkaman, jjangkaman. Kalian
perkenalkan dulu diri kalian satu per satu. Kau ini bagaimana Seunggi,” kata
Kang Hodong.
“Ah, ne, mianhaeyo, silahkan
kalian memperkenalkan diri kalian terlebih dahulu,” kata Lee Seunggi yang
meralat pertanyaannya tadi.
“Arasseo, choneun Immortal ui
Leader Song Wheena imnida,” kata Wheena.
“Instrumen apa yang kau mainkan?”
tanya Leeteuk dari ujung kiri.
“Ah, ne. Aku lead vocal,” jawab
Wheena.
“Ah,, neee.. selanjutnya,” kata
Kang Hodong.
“Choneun Choi Mihae imnida. Aku
drummer,” kata Mihae. Para penonton dan bintang tamu yang lain ber oh-oh ria.
“Choneun Jang Hera imnida. Aku
bassist,” kata Hera yang ada disebelahnya.
“Choneun Kim Eunhyi imnida. Aku rhythm guitarist,” kata Eunhyi.
“Choneun Yoon Aeri Imnida. Aku
sub-vocalist dan melody guitarist,” kata member yang terakhir, Aeri.
***
“Choneun Yoon Aeri Imnida. Aku sub-vocalist dan melody
guitarist,” kata gadis yang terakhir, Aeri.
Minho sejak tadi diam-diam tidak
melepaskan pandangannya dari Yoon Aeri. Ya gadis itu membuktikan kata-katanya
bahwa suatu hari ia akan masuk ke dunia entertainment seperti Minho.
Minho kenal betul Aeri. Ya, gadis
itu masih Aeri yang dulu yang dikenalnya. Aeri yang selalu yakin akan apa yang
ia kejar. Aeri yang tidak akan mengingkari janjinya. Aeri yang selalu berusaha
keras untuk membuktikan kata-katanya.
Tapi satu hal yang membuat Minho
bisa tersenyum dalam hatinya saat ini adalah Aeri melakukan itu demi dirinya?
***
Di dalam waiting room…
“Ya, bagaimana perasaan kalian
tadi?” tanya Yonghwa dengan senyum jahilnya.
“Nervous sekali, Oppa,” jawab
Mihae yang segera menghempaskan dirinya di sofa.
Hera duduk di samping Yonghwa dan
pria itupun segera meraih tangan Hera. Hera dan Yonghwa memang menjalin
hubungan sejak beberapa waktu yang lalu, dan pemandangan inilah yang seringkali
membuat member lain iri.
“Aaahh,, kalian ini! Bikin iri
saja sih,” protes Wheena.
“Hei, eonni! Kau kan sudah punya
suami, masa masih iri,” kali ini giliran Mihae yang protes.
Suami Wheena yang dimaksud oleh
Mihae adalah Cho Kyuhyun. Ya member dan magnae Super Junior itu memang sedang
menjadi ‘suami’ Wheena dalam acara MBC We Go Married. Sekalipun pernikahan
mereka hanya pura-pura tapi seperti yang bisa dilihat sendiri mereka sangat
kompak dan mesra dalam acara itu.
“Aahh,, kau pikir kami menikah
sungguhan,” kata Wheena dengan nada setengah depresi.
“Tapi kalian tuh mesra sekali di
acara itu, bahkan aku tahu kalian setiap hari selalu smsan kan? Mengaku sajalah
eonni. Kalian sebenarnya pacaran kan?” tanya Eunhyi yang duduk di samping Wheena.
“Enak saja. Aniyo. Kyuhyun-oppa
memang selalu perhatian padaku, tapi kurasa itu karena kewajibannya sebagai
suami di We Got Married saja,” jawab Wheena.
“Eonni sepertinya kecewa dengan
perasaan eonni sendiri,” kata Mihae, tepat kena sasaran.
“Mihae-ya! Apa maksudmu?” Wheena
membantah.
“Tapi sebenarnya acara itu cukup
berhasil menambah deretan pasangan selebriti lhoo,, beberapa diantaranya
benar-benar jadian walaupun harus sembunyi-sembunyi dari publik,” kata Yonghwa.
“Jangan-jangan oppa juga begitu
dengan Seohyun-soonbaenim?” ceplos Aeri tiba-tiba. Hera langsung cemberut.
“Tidak. Tidak sama sekali, Hera.
Sungguh. Percayalah padaku. Aeri-ya! Kau ini,” kata Yonghwa sambil menggenggam
erat tangan Hera untuk meyakinkannya, sementara member yang lain ikut tertawa
bersama Aeri.
“Ah, hyung. Sudah kuduga kau ada
di sini,” kata Minhyuk yang tiba-tiba masuk ke
waiting room mereka.
“Ah, Minhyuk-goon. Sudah kuduga
kau akan kesini. Mencariku atau mencari….,” kata-kata Yonghwa menggantung tapi
matanya melirik jahil ke arah Aeri. Member Immortal yang lain kini gentian
tertawa jahil untuk menjodoh-jodohkan Aeri dan Minhyuk.
Wajah Minhyuk memerah. “Tentu
saja mencari hyung, kita ada jadwal radio habis ini,” kata Minhyuk sambil
mencuri pandang ke arah Aeri.
“Ne, ne. jaa, Hera-ya aku pergi
dulu. Nanti malam kutelepon,” kata Yonghwa yang kemudian mencium kening Hera
dan beranjak dari tempat duduknya. “Ayo,” Yonghwa menepuk pundak Minhyuk.
“Ah, ne. Annyeong semuanya.
Annyeong, Aeri-ya,” kata Minhyuk, diiringi sorakan member yang lainnya.
“Ne, annyeong, Oppa,” kata Aeri
sambil tersenyum sekilas kepada Minhyuk.
“Gak bilang ‘nanti malam
kutelepon’ juga seperti Yonghwa-oppa?” tanya Wheena jahil.
Minhyuk tidak menjawab dan hanya
tersenyum sambil berlalu dari waiting room mengikuti hyungnya. Sementara member
yang lain mengalihkan fokus ejekan mereka kepada Aeri.
“Ihiii,, Aeri-ya. Bagaimana
progress hubungan kalian?” goda Hera.
“Progress apaan. Orang kami
biasa-biasa saja kok,” jawab Aeri.
“Ah, jangan bohong,” Mihae
menambahkan.
“Aaahh,, eonni aaahh,” Aeri
berusaha menggeser Mihae yang mulai mendekat untuk menggodanya. Wajah merahnya
yang sejak tadi disembunyikannya akhirnya muncul juga. Keempat eonninya yang
lain hanya tertawa melihat tingkah magnae mereka yang polos.
Tiba-tiba pintu waiting room
diketuk.
“Masuk,” kata Wheena sementara
Eunhyi berjalan membukakan pintu.
Di depan pintu berdiri seorang
ahjussi yang membawa seikat bunga.
“Permisi, ini kiriman bunga untuk
Yoon Aeri-ssi,” kata ahjussi itu.
“Aeri-ya, ini untukmu,” kata
Eunhyi.
Aeri pun terpaksa bangkit dari
sofa dan menghampiri ahjussi pembawa bunga itu. Ia menandatangani tanda
terimanya kemudian berjalan kembali kepada para eonni bersama Eunhyi.
“Dari siapa?” tanya Hera.
“Ah, jinjja. Magnae kita mendapat
bunga special dan aku leadernya…,” runtuk Wheena.
“Jangan iri begitu, eonni,” kata
Mihae.
“Iya eonni, ini untukmu juga
tidak apa-apa,” kata Aeri.
“Ani, aku hanya bercanda Aeri-ya.
Cepat buka kartunya dari siapa?” tanya Wheena yang juga ternyata penasaran.
Aeri segera mengambil kartu yang
terselip diantara buket bunga tersebut. Ia perlahan membukanya.
“Bacakan, bacakan,” kata Mihae.
Aeri diam saja tapi Eunhyi
menggantikannya membacakan, “Untuk : Immortal’s Yoon Aeri. Selamat atas debutmu
dan sukses selalu untuk Immortal. Aku akan selalu jadi fans pertamamu. –M-“
“M?” tanya Mihae bingung.
“Minhyuk?” tanya Hera.
“Aaahhh,, benar sekali!” kata
Wheena setuju pada Hera, “Waahhh,, Minhyuk-oppa diam-diam sangat romantis ya,”
Wheena, Hera, Mihae, dan Eunhyi
segera mengira itu bunga kiriman dari Minhyuk. Tapi Aeri punya pemikirannya
sendiri.
***
Aeri berlari terburu-buru ke
studio KBS. Ia baru saja selesai siaran radio dan harus segera melakukan jadwal
selanjutnya di KBS. Ia terlalu terburu-buru hingga tidak melihat jalan di
depannya. Dan akhirnya…
BRUK!
Gadis itu bertubrukan dengan
seorang pria. Ia segera membereskan beberapa barangnya yang berhamburan dan
meminta maaf.
“Mianhamnida,” kata Aeri pada
orang yang ditabraknya. Tapi tepat ketika Aeri mendongak dan menyadari siapa
yang ia tabrak, raut wajahnya langsung berubah.
“Aeri,” kata pria itu yang
ternyata adalah Choi Minho.
Minho segera menawarkan
bantuannya dengan mengulurkan tangannya tapi Aeri mengacuhkannya begitu saja
dan memilih untuk berdiri sendiri.
“Mianhae,” katanya sekali lagi sebelum
berlalu dari hadapan Minho.
“Kau.. menerima bunganya?” tanya
Minho.
Aeri terhenti. Bunga? Bunga
kemarin itu?
“Kau…kau yang mengirimnya?” tanya
Aeri kaget.
“Menurutmu?” kali ini gentian
Minho yang menjawab dengan dingin lalu segera berjalan meninggalkan Aeri yang
meruntuk kesal di tempatnya.
Sial! Untuk apa dia mengirimkan bunga segala. Untuk mengejekku?! Pasti
begitu! Dia pikir dia menang dariku karena debut duluan. Hiiiihhhhh… Dasar Choi
Minho siaaaallll.
Aeri berjalan penuh emosi ke
waiting room Immortal.
***
Minhyuk masuk beberapa saat
setelah Aeri memasuki waiting room Immortal dengan wajah kusut.
“Waaahhhh,, si mister romantis
dateng nih,” kata Wheena melihat kedatangan Minhyuk.
“Ne?” Minhyuk terlihat bingung
sekaligus malu mendengar perkataan Wheena.
“Oppa ngirimin bunga buat Aeri
kan kemaren, pake pergi dulu sebelum bunganya dateng lagi. Sok romantis,” kata
Eunhyi.
Minhyuk semakin bingung. “Bunga?
Bunga apa?” tanyanya.
“Ah, itu bukan dari Minhyuk-oppa
kok eonni,” potong Aeri singkat.
“Heeee??? Jinjja? Lalu kau tahu
siapa pengirimnya?” tanya Hera kaget.
Aeri menggeleng cepat. “Aku tidak
tahu. Aku ganti kostum dulu,” katanya sambil berlalu menuju ruang kostum.
“Nee, Aeri-ya. Kau kenapa?” tanya
Mihae sambil menyusul Aeri.
“Ahh, maaf oppa,” kata Eunhyi
yang merasa sudah salah bicara.
“Ne, gwenchanayo. Kemarin..ada
yang mengiriminya bunga?” tanya Minhyuk.
Hera mengangguk. “Ya. Dan
pengirimnya menyertakan inisial M di kartunya. Jadi kami kira itu oppa,”
katanya penuh penyesalan.
“Sudahlah, itu paling dari fans
biasa. Tidak perlu dipikirkan. Kau juga jangan terlalu memikirkannya, oppa,”
kata Wheena.
“Ne, arasseo,” kata Minhyuk. Yang
mengusik pikirannya sekarang adalah ekspresi Aeri barusan.
***
bersambung..
Label: fanfiction
Posting Komentar