♥post it♥----♥fanfiction♥----♥listen!♥----♥FOLLOW♥



▸ First #part1 ... ♬
Selasa, 17 Januari 2012
♥ posted at: @12.48
0 wishes // make a wish?


cast :
Yoon Aeri (Immortal)
Choi Minho (SHINee)
Kang Minhyuk (CN Blue)
Other Immortal Members (Song Wheena, Choi Wheena, Jang Hera, Kim Eunhyi)
Other SHINee Members (Onew, Kim Jonghyun, Key, Lee Taemin)
Other CNBlue Members (Jung Yonghwa, Lee Jonghyun, Lee Jungshin)
etc.

note :
kali ini Immortal jadi group band! Yey!
baiklah, seperti biasanya tidak satupun dari tokoh-tokoh yang tercantum di atas adalah milikku, yah, walopun sebenernya aku berharap bisa memiliki mereka. #mustahil :p
cerita ini tentu saja hanya fiktif belaka, kesamaan nama, tempat dan lain-lain memang disengaja sih, biar keren aja #eh haha.. selamat menikmati :D

FIRST


“Urineun Immortal imnida,” kata kelima orang gadis manis di sisi kanan panggung Strong Heart. Bintang tamu lainnya bertepuk tangan bersama seluruh penonton dan kedua MC Strong Heart, Kang Hodong dan Lee Seunggi.
“Kalian baru saja memulai debut resmi kalian dan langsung menjadi kandidat juara di Music Bank. Bagaimana perasaan kalian?” tanya Lee Seunggi.
“Kami tentu saja sangat senang dan tidak menyangka bisa menjadi kandidat,” jawab Wheena yang adalah Lead Vocal sekaligus Leader Immortal.
“Jjangkaman, jjangkaman. Kalian perkenalkan dulu diri kalian satu per satu. Kau ini bagaimana Seunggi,” kata Kang Hodong.
“Ah, ne, mianhaeyo, silahkan kalian memperkenalkan diri kalian terlebih dahulu,” kata Lee Seunggi yang meralat pertanyaannya tadi.
“Arasseo, choneun Immortal ui Leader Song Wheena imnida,” kata Wheena.
“Instrumen apa yang kau mainkan?” tanya Leeteuk dari ujung kiri.
“Ah, ne. Aku lead vocal,” jawab Wheena.
“Ah,, neee.. selanjutnya,” kata Kang Hodong.
“Choneun Choi Mihae imnida. Aku drummer,” kata Mihae. Para penonton dan bintang tamu yang lain ber oh-oh ria.
“Choneun Jang Hera imnida. Aku bassist,” kata Hera yang ada disebelahnya.
“Choneun Kim Eunhyi imnida. Aku rhythm guitarist,” kata Eunhyi.
“Choneun Yoon Aeri Imnida. Aku sub-vocalist dan melody guitarist,” kata member yang terakhir, Aeri.

***

“Choneun Yoon Aeri Imnida. Aku sub-vocalist dan melody guitarist,” kata gadis yang terakhir, Aeri.

Minho sejak tadi diam-diam tidak melepaskan pandangannya dari Yoon Aeri. Ya gadis itu membuktikan kata-katanya bahwa suatu hari ia akan masuk ke dunia entertainment seperti Minho.
Minho kenal betul Aeri. Ya, gadis itu masih Aeri yang dulu yang dikenalnya. Aeri yang selalu yakin akan apa yang ia kejar. Aeri yang tidak akan mengingkari janjinya. Aeri yang selalu berusaha keras untuk membuktikan kata-katanya.
Tapi satu hal yang membuat Minho bisa tersenyum dalam hatinya saat ini adalah Aeri melakukan itu demi dirinya?

***

Di dalam waiting room…
“Ya, bagaimana perasaan kalian tadi?” tanya Yonghwa dengan senyum jahilnya.
“Nervous sekali, Oppa,” jawab Mihae yang segera menghempaskan dirinya di sofa.
Hera duduk di samping Yonghwa dan pria itupun segera meraih tangan Hera. Hera dan Yonghwa memang menjalin hubungan sejak beberapa waktu yang lalu, dan pemandangan inilah yang seringkali membuat member lain iri.
“Aaahh,, kalian ini! Bikin iri saja sih,” protes Wheena.
“Hei, eonni! Kau kan sudah punya suami, masa masih iri,” kali ini giliran Mihae yang protes.
Suami Wheena yang dimaksud oleh Mihae adalah Cho Kyuhyun. Ya member dan magnae Super Junior itu memang sedang menjadi ‘suami’ Wheena dalam acara MBC We Go Married. Sekalipun pernikahan mereka hanya pura-pura tapi seperti yang bisa dilihat sendiri mereka sangat kompak dan mesra dalam acara itu.
“Aahh,, kau pikir kami menikah sungguhan,” kata Wheena dengan nada setengah depresi.
“Tapi kalian tuh mesra sekali di acara itu, bahkan aku tahu kalian setiap hari selalu smsan kan? Mengaku sajalah eonni. Kalian sebenarnya pacaran kan?” tanya Eunhyi yang duduk di samping Wheena.
“Enak saja. Aniyo. Kyuhyun-oppa memang selalu perhatian padaku, tapi kurasa itu karena kewajibannya sebagai suami di We Got Married saja,” jawab Wheena.
“Eonni sepertinya kecewa dengan perasaan eonni sendiri,” kata Mihae, tepat kena sasaran.
“Mihae-ya! Apa maksudmu?” Wheena membantah.
“Tapi sebenarnya acara itu cukup berhasil menambah deretan pasangan selebriti lhoo,, beberapa diantaranya benar-benar jadian walaupun harus sembunyi-sembunyi dari publik,” kata Yonghwa.
“Jangan-jangan oppa juga begitu dengan Seohyun-soonbaenim?” ceplos Aeri tiba-tiba. Hera langsung cemberut.
“Tidak. Tidak sama sekali, Hera. Sungguh. Percayalah padaku. Aeri-ya! Kau ini,” kata Yonghwa sambil menggenggam erat tangan Hera untuk meyakinkannya, sementara member yang lain ikut tertawa bersama Aeri.
“Ah, hyung. Sudah kuduga kau ada di sini,” kata Minhyuk yang tiba-tiba masuk ke  waiting room mereka.
“Ah, Minhyuk-goon. Sudah kuduga kau akan kesini. Mencariku atau mencari….,” kata-kata Yonghwa menggantung tapi matanya melirik jahil ke arah Aeri. Member Immortal yang lain kini gentian tertawa jahil untuk menjodoh-jodohkan Aeri dan Minhyuk.
Wajah Minhyuk memerah. “Tentu saja mencari hyung, kita ada jadwal radio habis ini,” kata Minhyuk sambil mencuri pandang ke arah Aeri.
“Ne, ne. jaa, Hera-ya aku pergi dulu. Nanti malam kutelepon,” kata Yonghwa yang kemudian mencium kening Hera dan beranjak dari tempat duduknya. “Ayo,” Yonghwa menepuk pundak Minhyuk.
“Ah, ne. Annyeong semuanya. Annyeong, Aeri-ya,” kata Minhyuk, diiringi sorakan member yang lainnya.
“Ne, annyeong, Oppa,” kata Aeri sambil tersenyum sekilas kepada Minhyuk.
“Gak bilang ‘nanti malam kutelepon’ juga seperti Yonghwa-oppa?” tanya Wheena jahil.
Minhyuk tidak menjawab dan hanya tersenyum sambil berlalu dari waiting room mengikuti hyungnya. Sementara member yang lain mengalihkan fokus ejekan mereka kepada Aeri.
“Ihiii,, Aeri-ya. Bagaimana progress hubungan kalian?” goda Hera.
“Progress apaan. Orang kami biasa-biasa saja kok,” jawab Aeri.
“Ah, jangan bohong,” Mihae menambahkan.
“Aaahh,, eonni aaahh,” Aeri berusaha menggeser Mihae yang mulai mendekat untuk menggodanya. Wajah merahnya yang sejak tadi disembunyikannya akhirnya muncul juga. Keempat eonninya yang lain hanya tertawa melihat tingkah magnae mereka yang polos.
Tiba-tiba pintu waiting room diketuk.
“Masuk,” kata Wheena sementara Eunhyi berjalan membukakan pintu.
Di depan pintu berdiri seorang ahjussi yang membawa seikat bunga.
“Permisi, ini kiriman bunga untuk Yoon Aeri-ssi,” kata ahjussi itu.
“Aeri-ya, ini untukmu,” kata Eunhyi.
Aeri pun terpaksa bangkit dari sofa dan menghampiri ahjussi pembawa bunga itu. Ia menandatangani tanda terimanya kemudian berjalan kembali kepada para eonni bersama Eunhyi.
“Dari siapa?” tanya Hera.
“Ah, jinjja. Magnae kita mendapat bunga special dan aku leadernya…,” runtuk Wheena.
“Jangan iri begitu, eonni,” kata Mihae.
“Iya eonni, ini untukmu juga tidak apa-apa,” kata Aeri.
“Ani, aku hanya bercanda Aeri-ya. Cepat buka kartunya dari siapa?” tanya Wheena yang juga ternyata penasaran.
Aeri segera mengambil kartu yang terselip diantara buket bunga tersebut. Ia perlahan membukanya.
“Bacakan, bacakan,” kata Mihae.
Aeri diam saja tapi Eunhyi menggantikannya membacakan, “Untuk : Immortal’s Yoon Aeri. Selamat atas debutmu dan sukses selalu untuk Immortal. Aku akan selalu jadi fans pertamamu. –M-“
“M?” tanya Mihae bingung.
“Minhyuk?” tanya Hera.
“Aaahhh,, benar sekali!” kata Wheena setuju pada Hera, “Waahhh,, Minhyuk-oppa diam-diam sangat romantis ya,”
Wheena, Hera, Mihae, dan Eunhyi segera mengira itu bunga kiriman dari Minhyuk. Tapi Aeri punya pemikirannya sendiri.

***

Aeri berlari terburu-buru ke studio KBS. Ia baru saja selesai siaran radio dan harus segera melakukan jadwal selanjutnya di KBS. Ia terlalu terburu-buru hingga tidak melihat jalan di depannya. Dan akhirnya…
BRUK!
Gadis itu bertubrukan dengan seorang pria. Ia segera membereskan beberapa barangnya yang berhamburan dan meminta maaf.
“Mianhamnida,” kata Aeri pada orang yang ditabraknya. Tapi tepat ketika Aeri mendongak dan menyadari siapa yang ia tabrak, raut wajahnya langsung berubah.
“Aeri,” kata pria itu yang ternyata adalah Choi Minho.
Minho segera menawarkan bantuannya dengan mengulurkan tangannya tapi Aeri mengacuhkannya begitu saja dan memilih untuk berdiri sendiri.
“Mianhae,” katanya sekali lagi sebelum berlalu dari hadapan Minho.
“Kau.. menerima bunganya?” tanya Minho.
Aeri terhenti. Bunga? Bunga kemarin itu?
“Kau…kau yang mengirimnya?” tanya Aeri kaget.
“Menurutmu?” kali ini gentian Minho yang menjawab dengan dingin lalu segera berjalan meninggalkan Aeri yang meruntuk kesal di tempatnya.
Sial! Untuk apa dia mengirimkan bunga segala. Untuk mengejekku?! Pasti begitu! Dia pikir dia menang dariku karena debut duluan. Hiiiihhhhh… Dasar Choi Minho siaaaallll.
Aeri berjalan penuh emosi ke waiting room Immortal.

***

Minhyuk masuk beberapa saat setelah Aeri memasuki waiting room Immortal dengan wajah kusut.
“Waaahhhh,, si mister romantis dateng nih,” kata Wheena melihat kedatangan Minhyuk.
“Ne?” Minhyuk terlihat bingung sekaligus malu mendengar perkataan Wheena.
“Oppa ngirimin bunga buat Aeri kan kemaren, pake pergi dulu sebelum bunganya dateng lagi. Sok romantis,” kata Eunhyi.
Minhyuk semakin bingung. “Bunga? Bunga apa?” tanyanya.
“Ah, itu bukan dari Minhyuk-oppa kok eonni,” potong Aeri singkat.
“Heeee??? Jinjja? Lalu kau tahu siapa pengirimnya?” tanya Hera kaget.
Aeri menggeleng cepat. “Aku tidak tahu. Aku ganti kostum dulu,” katanya sambil berlalu menuju ruang kostum.
“Nee, Aeri-ya. Kau kenapa?” tanya Mihae sambil menyusul Aeri.
“Ahh, maaf oppa,” kata Eunhyi yang merasa sudah salah bicara.
“Ne, gwenchanayo. Kemarin..ada yang mengiriminya bunga?” tanya Minhyuk.
Hera mengangguk. “Ya. Dan pengirimnya menyertakan inisial M di kartunya. Jadi kami kira itu oppa,” katanya penuh penyesalan.
“Sudahlah, itu paling dari fans biasa. Tidak perlu dipikirkan. Kau juga jangan terlalu memikirkannya, oppa,” kata Wheena.
“Ne, arasseo,” kata Minhyuk. Yang mengusik pikirannya sekarang adalah ekspresi Aeri barusan.

***

bersambung..

Label:

0 Comments:

Posting Komentar


◂◂ travel back in time ♪ // back to top \\ ♪ back to the future ▸▸
© All Rights Reserved 2011


Shinee - Minho