♥post it♥----♥fanfiction♥----♥listen!♥----♥FOLLOW♥



▸ itu kamu #part1 ... ♬
Minggu, 09 Oktober 2011
♥ posted at: @01.04
0 wishes // make a wish?



Cast
Lee Mihae (putri pemilik SM Entertainment)
Super Junior’s Lee Donghae
Yoon Eunai
Choi Minho
Other Super Junior’s Member (especially Hyukjae-oppa)

Note : Just FANFICTION. Just for fun. Jangan protes kalau sifatnya gak mirip aslinya, iyalah kita kan sama-sama gak kenal ya gak sih? Hehe.. Terus soal Lee Mihae anaknya Lee Sooman, jelas bukan asli ya, FAKE. Parah banget yang percaya. Haha.. Dibaca aja, dinikmati ;)
Terus komen soal fanfict ini adalah.. yah ini gak yadong-yadong amat lah. Cuma diakhiri dengan kiss scene. Hehe.. habis kalo menurutku rasanya lebih wah gt kalo diakhiri dengan :**: #kebanyakannontonfilmKorea. Hahaha.. Terus jangan protes sama endingnya yang rada romantic-romantic gaje gimanaaa gitu. Hehe.. Selamat menikmati, semoga terhibur :D

It’s You

Mihae baru saja menginjakkan kakinya di Korea, negara asal sekaligus negara yang begitu asing menurutnya. Selama bertahun-tahun ia dikirim ayahnya, pemilik perusahaan SM Entertainment, Lee Sooman, untuk tinggal dan melanjutkan studinya di Amerika. Sebuah kejadian membuat dirinya terpaksa menuruti perintah ayahnya.
Mihae memang selalu menuruti perintah ayahnya. Bisa dibilang dia anak yang sangat penurut. Bahkan ia rela meninggalkan orang yang begitu dicintainya untuk ayahnya, untuk menuruti keinginan ayahnya.
Baiklah itu masa lalu. Sekarang Mihae sudah jauh lebih dewasa. Dia sudah berumur 22 tahun. Ia baru saja berhasil meraih gelar sarjananya di bidang Psikologi, karena itulah ia memberanikan diri meminta  kembali ke Negara asalnya sebagai hadiah kelulusannya.
Mihae melihat ke sekeliling dan melihat seorang gadis membawa papan bertuliskan namanya. Ia tersenyum lalu menghampiri gadis itu, yang tidak lain adalah Yoon Eunai, sahabatnya.
“Annyeong nona amerika,” kata Eunai sambil tersenyum jahil.
Mihae tertawa. “Annyeong, tapi please jangan panggil aku nona Amerika lagi,” katanya.
“Oke, asal kau berjanji menetap di Korea,” kata Eunai,memberikan syarat.
“Aku tidak berani janji, itu terserah ayahku,” jawab Mihae.
Eunai geleng-geleng kepala, “Yayaya, nona penurut. Tidak bisakah kau menentukan hidupmu sendiri? Kau sudah 22 tahun dan sudah lulus kuliah,” komentarnya sambil menarik Mihae supaya berjalan ke pintu keluar.
Mihae mengikuti langkah sahabatnya itu.
“Eh, bagaimana denganmu sekarang? Masih bekerja di SM?” tanyanya.
“Tentu saja. apalagi setelah.. hehehe,” Eunai mendadak tersipu malu.
Mihae jadi penasaran. “Setelah apa? kau tidak cerita padaku kan.. Begini yang namanya sahabat,” protes Mihae.
“Iya, iya kuceritakan. Ini baru sekali kok. Kan setengah tahun ini kau sangat sibuk dengan skripsimu, aku jadi tidak tega bercerita,” kata Eunai.
“Ah, alasan. Cepat ceritakan,” kata Mihae.
Eunai menghentikan langkahnya lalu tersenyum sendiri, “Sebenarnya aku, sudah 2 bulan jadian dengan Choi Minho anggota SHINee,” katanya.
“APA?! Kau mau mengulangi kisahku tragisku lagi?” kata Mihae kaget.
“SSSssttttt!!! Kalau kau berteriak seperti itu sudah pasti aku mengulangi kisah tragismu,” kata Eunai memperingatkan.
“Ta..tapi Eunai-ssi..,” Mihae hendak membantah lagi, tapi Eunai segera masuk ke dalam mobil jemputan mereka. Mihae pun mengikuti langkah sahabatnya itu.
“Tapi Eunai-ssi, ayahku punya begitu banyak mata-mata,” kata Mihae memperingatkan.
“Ya, tapi aku dan Minho sudah sepakat untuk tetap menjalin hubungan ini dan menanggung resikonya bersama-sama,” kata Eunai tetap pada pendiriannya.
“Dan kau percaya begitu saja? Janji itu bisa dengan mudah terucap di mulut, Eunai,” kata Mihae.
“Aku percaya seratus persen pada Minho,” jawab Eunai.
“Kau ini keras kepala sekali sih! Pokoknya jangan sampai kisah kalian berakhir seperti aku dulu,” kata Mihae yang sudah lelah berdebat dengan Eunai.
“Tenang saja, tentu saja kisahku tidak akan berakhir seperti kisahmu dulu. Aku bukan putri Lee Sooman yang penurut,” jawab Eunai.
Mihae diam. Begitu juga dengan Eunai. Dan perjalanan mereka ke kediaman keluarga Lee dilanjutkan dalam diam.

Donghae POV ::

Yang kudengar dari berita dia kembali hari ini. Tanpa sedikitpun informasi dari dirinya sendiri. Ya, hubungan kami telah benar-benar terputus 4 tahun yang lalu. Dan aku tidak pernah tahu bagaimana kabarnya, seperti apa dia sekarang, dan apakah dia sudah benar-benar melupakanku atau belum.
Seharusnya aku sakit hati padanya. Ya, dia memutuskan segalanya sepihak, tanpa memikirkan perasaanku dan perasaannya sendiri. Aku masih begitu mengingat malam terakhir kami sekaligus saat terakhir aku melihatnya. Itu malam yang sangat menyakitkan.
Tapi entah kenapa aku merindukannya. Ya aku sangat merindukannya. Bagaimanapun cintaku padanya mengalahkan sakit hatiku. Mungkin itu yang namanya cinta sejati.
Sayangnya sekarang aku tidak yakin cinta kami masih sama-sama cinta sejati. Aku yakin akan cintaku. Tapi aku tak yakin dengannya. Bukan tidak yakin sih, tapi dia tak pernah lagi memberitahuku apakah iya dia masih mencintaiku sama seperti aku masih tetap mencintainya.
Lamunanku tentang dia terhenti ketika mobil kami sampai di gedung SM Entertainment. Inilah perusahaan yang menyatukan kami, tapi kemudian memaksa kami berpisah 4 tahun lalu. Dan aku masih berdiri di sini sebagai artis binaannya. Aku tidak membenci pekerjaan ini dan tidak membenci perusahaan ini, tentu saja. Tapi aku benci kenyataan bahwa gadis yang kucintai adalah putri dari Lee Sooman, pendiri sekaligus direktur SM Entertainment.
***
Pagi ini Mihae memberanikan diri datang ke gedung SM Entertainment. Ya, memberanikan diri. Karena ia mungkin akan menghadapi masa lalunya, mungkin akan kembali mengingat sakit hatinya, dan mungkin akan bertemu dengan pria yang sangat ia cintai. Tepatnya masih sangat ia cintai. Karena bagaimanapun ia mengelak, ia tak bisa berbohong pada dirinya sendiri kalau ia masih begitu mencintai laki-laki itu.
Mihae baru saja melangkahkan kaki memasuki gedung SM Entertainment ketika seluruh karyawan berjajar dan menyambutnya di lobby.
“Selamat datang nona Mihae,” kata mereka semua. Beberapa artis binaan SM Entertainment ada disana dan turut menghentikan kegiatan mereka lalu menundukan kepala dengan sungkan.
Mihae tersenyum pasrah sambil menyapukan pandangan ke seluruh ruangan, berharap tidak ada Super Junior disana. Tiba-tiba terdengar suara ‘ting’ dan pintu lift terbuka. Keluarlah seluruh personil Super Junior. Langkah mereka juga terhenti dan bingung sejenak dengan keadaan di lobby, tapi kemudian mereka ikut menunduk mengikuti seluruh staf SM di lobby. Kecuali satu orang. Dan satu orang itu adalah dia, Lee Donghae.
Mihae dan Donghae bertatapan, sesaat di dalam lobby itu terasa hanya ada mereka berdua. Tapi kembalinya seluruh staf ke posisi berdiri membuat mereka tersadar. Mihae kembali menata emosinya lalu mengalihkan pandangannya. Ia meneruskan langkahnya ke lorong utama sambil membalas sapaan para staff yang barusan menyambutnya. Tanpa berani menoleh sekali lagi pada Donghae. Sekalipun sebenarnya ia ingin berlari ke arah pria itu dan memeluknya di tempat. Tapi ia tidak bisa. Ia tidak mampu.
Sementara Donghae terdiam di tempatnya. Ingin melakukan hal yang sama dengan yang ada dipikiran Mihae, tapi tidak bisa. Karena bahkan gadis itu tidak mau menatapnya sekali lagi.

***

“Eunai, I need you now!” kata Mihae sambil menahan tangis. Ia sekarang berada di WC lantai 3. Ini lantai yang sama dengan divisi Creative dimana Eunai ditempatkan berada.
Mendengar suara Mihae yang seperti sedang menangis Eunai langsung panik. “Baiklah, baiklah aku segera ketempatmu. Kau ada dimana?”
“Aku di toilet wanita lantai 3 gedung SM Entertainment,” jawab Mihae sambil sesunggukan, tangisnya sudah pecah.
“APA?! Kau ada di gedung SM?” tanya Eunai kaget, “Ah, baiklah tunggu di sana. Aku segera ke sana,” katanya. Eunai segera berlari menghampiri sahabatnya itu.
Eunai segera membuka pintu toilet wanita dan mendapati sahabatnya itu menangis sesunggukan di sana. Untung saja toilet lantai 3 ini tidak begitu ramai. Tidak ada orang lain selain mereka di sana.
“Mihae-ah,” kata Eunai.
Mihae segera berhambur ke pelukan sahabatnya itu. Ia menangis sejadi-jadinya.
“Hei, hei. Sudahlah. Jangan menangis. Make up mahalmu luntur tuh. Hei, kau barusan bertemu dengannya?” tanya Eunai penasaran.
Mihae mengangguk, sambil sesenggukan dia berkata, “Ya aku bertemu Lee Donghae. Aku sangat merindukannya, Eunai. Aku ingin berlari kepadanya dan memeluknya tadi. Tapi aku tidak punya keberanian.”
Eunai geleng-geleng kepala, “Yah, itulah kau. Ya.. sudahlah, menangislah dulu sepuasmu. Keluar dari sini barangkali kau harus berhadapan kembali dengannya,”
“EUNAI!” protes Mihae.
“Looohh,, benar kan. Kau harus belajar menghadapi kenyataan, nona muda,” kata Eunai.
Mihae tidak membantah. Eunai benar. Donghae dan masa lalunya adalah kenyataan yang harus ia hadapi. Tapi…kalau harus berhadapan lagi seperti tadi, harus menghadapi tatapannya yang sendu sejak malam itu… Tidak, ia tidak mampu.

***

Mihae’s POV ::
Eunai hari ini ada janji dengan Minho katanya. Baiklah ini janji rahasia. Hanya aku, Eunai, Minho, dan barangkali sahabat Minho yang tahu.
Eunai dan aku sekalipun daridulu bersahabat, berbeda 180o. Mungkin justru karena itulah kami bersahabat, karena kami saling melengkapi. Eunai gadis yang penuh semangat, pekerja keras, dan selalu teguh pada pendiriannya. Dia tidak akan pernah takut kalau merasa apa yang diperbuatnya benar. Dia pemberani, itu bagian yang jelas berbeda denganku.
Ya aku terlalu pengecut. Aku tidak berani memperjuangkan hubunganku dengan Donghae dulu. Aku tidak berani membantah perintah ayahku. Aku tidak berani mendengar keputusan Donghae. Aku tidak berani mempercayai cinta kami. Dan aku menyesalinya. Tapi aku tetap tidak berani memperbaiki semuanya.
“Mihae,” panggil ibuku yang mendadak ada di kamarku.
“Eomma, kok eomma tiba-tiba ada dikamarku?” tanyaku agak terkejut. Eomma dan Appa memang tidak perlu mengetuk pintu untuk masuk ke kamarku, tapi aku benar-benar tidak menyadari kedatangannya sampai ia memanggilku tadi.
“Eomma sudah sejak tadi di sini, kau saja yang sibuk melamun,” kata Eomma. “Memikirkan apa?”
Aku tertawa. “Tidak ada kok Eomma,” jawabku, berbohong.
“Kau tidak bisa berbohong pada Eommamu ini. Memikirkan Lee Donghae itu?” tanya Eomma, tepat sasaran. Wajahku pasti memerah sekarang. “Kamu masih mencintainya, Mihae?”
“Eomma.. Aku..,” aku berusaha berbohong lagi. Tapi tidak bisa, kalimatku terhenti. Aku tidak bisa berbohong lebih dari ini pada Eomma.
“Eomma tahu kamu masih sangat mencintainya,” kata Eomma sebelum aku sempat berkata-kata lagi, “Iya, Eomma dan Appa senang anak kami penurut. Kami sangat bangga punya anak sepertimu, Mihae. Tapi Eomma justru sekarang khawatir. Kamu terlalu penurut, nak. Eomma ingin anak Eomma bahagia. Eomma ingin kamu memperjuangkan apa yang sangat kamu cintai,”
“Eomma…,”
“Sudahlah. Jangan mengelak lagi. Katakan pada Lee Donghae itu kalau kau masih sangat mencintainya. Jangan dipendam terus begini. Yakinlah Appamu tidak akan marah seperti dulu. Dia sudah Eomma nasehati kok, dan dia sangat menyesal,” lanjut Eomma.
Aku terkejut. Appa menyesal? Benarkah?
“Benarkah itu, Eomma?” tanyaku tidak percaya.
Eomma mengangguk. “Iya dia sangat menyesal. Dia memang terbawa emosi waktu itu. Tapi beberapa saat setelah kepergianmu ke Amerika dia tahu dia salah. Makanya dia langsung menyetujui begitu kamu meminta pulang ke Korea sebagai hadiah kelulusanmu. Dia juga sebenarnya tidak ingin kau pergi, dia ingin gadis kecilnya tetap ada disisinya.”
Aku tidak bisa menahan senyum. Ya selama ini aku selalu tahu kalau Appa bukan orang yang jahat. Appa mungkin keras, tapi tidak jahat. Aku saja yang tidak berani bertanya dan membantah sama sekali. Akupun segera memeluk Eomma bahagia.
“Gomawoyo eomma,” kataku dalam pelukan Eomma.
“Cheonmaneyo. Ah, sebenarnya Appamu juga tahu kok hubungan sahabatmu, Eunai dengan Minho. Tapi dia diam saja,” tambah Eomma.
Aku melepaskan pelukan Eomma lalu tertawa. “Ya, seharusnya aku sudah menyadarinya. Tidak mungkin hubungan mereka selama 2 bulan tidak diketahui Appa. Dulu aku baru sebulan kurang Appa sudah tahu,” katanya.
“Nah, kan. Lalu kenapa kamu tidak segera mendatangi Lee Donghae dan menyuruhnya melamarmu?” tanya Eomma jahil.
Aku tersipu malu. Eomma benar juga. Aku harus mengatakan perasaanku sebenarnya kepada Donghae. Perasaan cinta yang masih kujaga sampai saat ini.
Aku pun mencium pipi Eomma terbaik seduniaku, “Saranghae Eomma, aku siap-siap dulu ya,” kataku sambil berlari kilat ke kamar mandi. Eomma tersenyum dan kuanggap itu sebagai restunya.
Aku bersiap-siap. Aku ingin tampil sempurna di hadapan Donghae.

***

Eunai langsung bersorak gembira mendengar keputusanku. Ia segera membantuku mencari tahu jadwal kegiatan Super Junior saat ini. Maaf ya, Minho-ssi, aku mengganggu acara kencan kalian. Tapi aku benar-benar membutuhkan bantuan Eunai saat ini.
Dari informasi yang diberikan Eunai, saat ini Super Junior sedang mengisi acara di Music Bank. Keseluruhan acaranya berakhir sekitar pukul 8 malam. Sekarang masih pukul 7. Tidak apalah aku menunggu satu jam di sana. Aku bahkan sudah menunggu 4 tahun untuk kesempatan ini.

to be continued..

maaf karena terlalu panjang oneshoot fanfiction ini terpaksa dibagi 2 part *gajadi 'oneshoot' dong ya* gapapa dehhh.. :p #maksa pokoknya #part2 nya lebih seru lagi !

Label:

0 Comments:

Posting Komentar


◂◂ travel back in time ♪ // back to top \\ ♪ back to the future ▸▸
© All Rights Reserved 2011


Shinee - Minho