Cast
Lee Mihae (putri pemilik SM Entertainment)
Super Junior’s Lee Donghae
Yoon Eunai
Choi Minho
Other Super Junior’s Member (especially Hyukjae-oppa)
Note : Just FANFICTION. Just for fun. Jangan protes kalau
sifatnya gak mirip aslinya, iyalah kita kan sama-sama gak kenal ya gak sih?
Hehe.. Terus soal Lee Mihae anaknya Lee Sooman, jelas bukan asli ya, FAKE.
Parah banget yang percaya. Haha.. Dibaca aja, dinikmati ;)
Terus komen soal fanfict ini adalah.. yah ini gak
yadong-yadong amat lah. Cuma diakhiri dengan kiss scene. Hehe.. habis kalo
menurutku rasanya lebih wah gt kalo diakhiri dengan :**:
#kebanyakannontonfilmKorea. Hahaha.. Terus jangan protes sama endingnya yang
rada romantic-romantic gaje gimanaaa gitu. Hehe.. Selamat menikmati, semoga
terhibur :D
It’s You
Mihae baru saja menginjakkan kakinya di Korea, negara asal
sekaligus negara yang begitu asing menurutnya. Selama bertahun-tahun ia dikirim
ayahnya, pemilik perusahaan SM Entertainment, Lee Sooman, untuk tinggal dan
melanjutkan studinya di Amerika. Sebuah kejadian membuat dirinya terpaksa
menuruti perintah ayahnya.
Mihae memang selalu menuruti perintah ayahnya. Bisa dibilang
dia anak yang sangat penurut. Bahkan ia rela meninggalkan orang yang begitu
dicintainya untuk ayahnya, untuk menuruti keinginan ayahnya.
Baiklah itu masa lalu. Sekarang Mihae sudah jauh lebih
dewasa. Dia sudah berumur 22 tahun. Ia baru saja berhasil meraih gelar
sarjananya di bidang Psikologi, karena itulah ia memberanikan diri meminta kembali ke Negara asalnya sebagai hadiah
kelulusannya.
Mihae melihat ke sekeliling dan melihat seorang gadis
membawa papan bertuliskan namanya. Ia tersenyum lalu menghampiri gadis itu,
yang tidak lain adalah Yoon Eunai, sahabatnya.
“Annyeong nona amerika,” kata Eunai sambil tersenyum jahil.
Mihae tertawa. “Annyeong, tapi please jangan panggil aku
nona Amerika lagi,” katanya.
“Oke, asal kau berjanji menetap di Korea,” kata
Eunai,memberikan syarat.
“Aku tidak berani janji, itu terserah ayahku,” jawab Mihae.
Eunai geleng-geleng kepala, “Yayaya, nona penurut. Tidak
bisakah kau menentukan hidupmu sendiri? Kau sudah 22 tahun dan sudah lulus kuliah,”
komentarnya sambil menarik Mihae supaya berjalan ke pintu keluar.
Mihae mengikuti langkah sahabatnya itu.
“Eh, bagaimana denganmu sekarang? Masih bekerja di SM?”
tanyanya.
“Tentu saja. apalagi setelah.. hehehe,” Eunai mendadak
tersipu malu.
Mihae jadi penasaran. “Setelah apa? kau tidak cerita padaku
kan.. Begini yang namanya sahabat,” protes Mihae.
“Iya, iya kuceritakan. Ini baru sekali kok. Kan setengah
tahun ini kau sangat sibuk dengan skripsimu, aku jadi tidak tega bercerita,”
kata Eunai.
“Ah, alasan. Cepat ceritakan,” kata Mihae.
Eunai menghentikan langkahnya lalu tersenyum sendiri,
“Sebenarnya aku, sudah 2 bulan jadian dengan Choi Minho anggota SHINee,”
katanya.
“APA?! Kau mau mengulangi kisahku tragisku lagi?” kata Mihae
kaget.
“SSSssttttt!!! Kalau kau berteriak seperti itu sudah pasti
aku mengulangi kisah tragismu,” kata Eunai memperingatkan.
“Ta..tapi Eunai-ssi..,” Mihae hendak membantah lagi, tapi
Eunai segera masuk ke dalam mobil jemputan mereka. Mihae pun mengikuti langkah
sahabatnya itu.
“Tapi Eunai-ssi, ayahku punya begitu banyak mata-mata,” kata
Mihae memperingatkan.
“Ya, tapi aku dan Minho sudah sepakat untuk tetap menjalin
hubungan ini dan menanggung resikonya bersama-sama,” kata Eunai tetap pada
pendiriannya.
“Dan kau percaya begitu saja? Janji itu bisa dengan mudah
terucap di mulut, Eunai,” kata Mihae.
“Aku percaya seratus persen pada Minho,” jawab Eunai.
“Kau ini keras kepala sekali sih! Pokoknya jangan sampai
kisah kalian berakhir seperti aku dulu,” kata Mihae yang sudah lelah berdebat
dengan Eunai.
“Tenang saja, tentu saja kisahku tidak akan berakhir seperti
kisahmu dulu. Aku bukan putri Lee Sooman yang penurut,” jawab Eunai.
Mihae diam. Begitu juga dengan Eunai. Dan perjalanan mereka
ke kediaman keluarga Lee dilanjutkan dalam diam.
Donghae POV ::
Yang kudengar dari berita dia
kembali hari ini. Tanpa sedikitpun informasi dari dirinya sendiri. Ya, hubungan
kami telah benar-benar terputus 4 tahun yang lalu. Dan aku tidak pernah tahu
bagaimana kabarnya, seperti apa dia sekarang, dan apakah dia sudah benar-benar
melupakanku atau belum.
Seharusnya aku sakit hati
padanya. Ya, dia memutuskan segalanya sepihak, tanpa memikirkan perasaanku dan
perasaannya sendiri. Aku masih begitu mengingat malam terakhir kami sekaligus
saat terakhir aku melihatnya. Itu malam yang sangat menyakitkan.
Tapi entah kenapa aku
merindukannya. Ya aku sangat merindukannya. Bagaimanapun cintaku padanya
mengalahkan sakit hatiku. Mungkin itu yang namanya cinta sejati.
Sayangnya sekarang aku tidak
yakin cinta kami masih sama-sama cinta sejati. Aku yakin akan cintaku. Tapi aku
tak yakin dengannya. Bukan tidak yakin sih, tapi dia tak pernah lagi
memberitahuku apakah iya dia masih mencintaiku sama seperti aku masih tetap
mencintainya.
Lamunanku tentang dia terhenti
ketika mobil kami sampai di gedung SM Entertainment. Inilah perusahaan yang
menyatukan kami, tapi kemudian memaksa kami berpisah 4 tahun lalu. Dan aku
masih berdiri di sini sebagai artis binaannya. Aku tidak membenci pekerjaan ini
dan tidak membenci perusahaan ini, tentu saja. Tapi aku benci kenyataan bahwa
gadis yang kucintai adalah putri dari Lee Sooman, pendiri sekaligus direktur SM
Entertainment.
***
Pagi ini Mihae memberanikan diri
datang ke gedung SM Entertainment. Ya, memberanikan diri. Karena ia mungkin
akan menghadapi masa lalunya, mungkin akan kembali mengingat sakit hatinya, dan
mungkin akan bertemu dengan pria yang sangat ia cintai. Tepatnya masih sangat
ia cintai. Karena bagaimanapun ia mengelak, ia tak bisa berbohong pada dirinya
sendiri kalau ia masih begitu mencintai laki-laki itu.
Mihae baru saja melangkahkan kaki
memasuki gedung SM Entertainment ketika seluruh karyawan berjajar dan
menyambutnya di lobby.
“Selamat datang nona Mihae,” kata
mereka semua. Beberapa artis binaan SM Entertainment ada disana dan turut
menghentikan kegiatan mereka lalu menundukan kepala dengan sungkan.
Mihae tersenyum pasrah sambil
menyapukan pandangan ke seluruh ruangan, berharap tidak ada Super Junior
disana. Tiba-tiba terdengar suara ‘ting’ dan pintu lift terbuka. Keluarlah seluruh
personil Super Junior. Langkah mereka juga terhenti dan bingung sejenak dengan
keadaan di lobby, tapi kemudian mereka ikut menunduk mengikuti seluruh staf SM
di lobby. Kecuali satu orang. Dan satu orang itu adalah dia, Lee Donghae.
Mihae dan Donghae bertatapan,
sesaat di dalam lobby itu terasa hanya ada mereka berdua. Tapi kembalinya
seluruh staf ke posisi berdiri membuat mereka tersadar. Mihae kembali menata
emosinya lalu mengalihkan pandangannya. Ia meneruskan langkahnya ke lorong
utama sambil membalas sapaan para staff yang barusan menyambutnya. Tanpa berani
menoleh sekali lagi pada Donghae. Sekalipun sebenarnya ia ingin berlari ke arah
pria itu dan memeluknya di tempat. Tapi ia tidak bisa. Ia tidak mampu.
Sementara Donghae terdiam di
tempatnya. Ingin melakukan hal yang sama dengan yang ada dipikiran Mihae, tapi
tidak bisa. Karena bahkan gadis itu tidak mau menatapnya sekali lagi.
***
“Eunai, I need you now!” kata
Mihae sambil menahan tangis. Ia sekarang berada di WC lantai 3. Ini lantai yang
sama dengan divisi Creative dimana Eunai ditempatkan berada.
Mendengar suara Mihae yang
seperti sedang menangis Eunai langsung panik. “Baiklah, baiklah aku segera
ketempatmu. Kau ada dimana?”
“Aku di toilet wanita lantai 3
gedung SM Entertainment,” jawab Mihae sambil sesunggukan, tangisnya sudah
pecah.
“APA?! Kau ada di gedung SM?”
tanya Eunai kaget, “Ah, baiklah tunggu di sana. Aku segera ke sana,” katanya.
Eunai segera berlari menghampiri sahabatnya itu.
Eunai segera membuka pintu toilet
wanita dan mendapati sahabatnya itu menangis sesunggukan di sana. Untung saja
toilet lantai 3 ini tidak begitu ramai. Tidak ada orang lain selain mereka di
sana.
“Mihae-ah,” kata Eunai.
Mihae segera berhambur ke pelukan
sahabatnya itu. Ia menangis sejadi-jadinya.
“Hei, hei. Sudahlah. Jangan
menangis. Make up mahalmu luntur tuh. Hei, kau barusan bertemu dengannya?”
tanya Eunai penasaran.
Mihae mengangguk, sambil
sesenggukan dia berkata, “Ya aku bertemu Lee Donghae. Aku sangat merindukannya,
Eunai. Aku ingin berlari kepadanya dan memeluknya tadi. Tapi aku tidak punya
keberanian.”
Eunai geleng-geleng kepala, “Yah,
itulah kau. Ya.. sudahlah, menangislah dulu sepuasmu. Keluar dari sini
barangkali kau harus berhadapan kembali dengannya,”
“EUNAI!” protes Mihae.
“Looohh,, benar kan. Kau harus
belajar menghadapi kenyataan, nona muda,” kata Eunai.
Mihae tidak membantah. Eunai
benar. Donghae dan masa lalunya adalah kenyataan yang harus ia hadapi.
Tapi…kalau harus berhadapan lagi seperti tadi, harus menghadapi tatapannya yang
sendu sejak malam itu… Tidak, ia tidak mampu.
***
Mihae’s POV ::
Eunai hari ini ada janji dengan
Minho katanya. Baiklah ini janji rahasia. Hanya aku, Eunai, Minho, dan
barangkali sahabat Minho yang tahu.
Eunai dan aku sekalipun daridulu
bersahabat, berbeda 180o. Mungkin justru karena itulah kami
bersahabat, karena kami saling melengkapi. Eunai gadis yang penuh semangat,
pekerja keras, dan selalu teguh pada pendiriannya. Dia tidak akan pernah takut
kalau merasa apa yang diperbuatnya benar. Dia pemberani, itu bagian yang jelas
berbeda denganku.
Ya aku terlalu pengecut. Aku
tidak berani memperjuangkan hubunganku dengan Donghae dulu. Aku tidak berani
membantah perintah ayahku. Aku tidak berani mendengar keputusan Donghae. Aku
tidak berani mempercayai cinta kami. Dan aku menyesalinya. Tapi aku tetap tidak
berani memperbaiki semuanya.
“Mihae,” panggil ibuku yang
mendadak ada di kamarku.
“Eomma, kok eomma tiba-tiba ada
dikamarku?” tanyaku agak terkejut. Eomma dan Appa memang tidak perlu mengetuk
pintu untuk masuk ke kamarku, tapi aku benar-benar tidak menyadari
kedatangannya sampai ia memanggilku tadi.
“Eomma sudah sejak tadi di sini,
kau saja yang sibuk melamun,” kata Eomma. “Memikirkan apa?”
Aku tertawa. “Tidak ada kok
Eomma,” jawabku, berbohong.
“Kau tidak bisa berbohong pada Eommamu
ini. Memikirkan Lee Donghae itu?” tanya Eomma, tepat sasaran. Wajahku pasti
memerah sekarang. “Kamu masih mencintainya, Mihae?”
“Eomma.. Aku..,” aku berusaha
berbohong lagi. Tapi tidak bisa, kalimatku terhenti. Aku tidak bisa berbohong
lebih dari ini pada Eomma.
“Eomma tahu kamu masih sangat
mencintainya,” kata Eomma sebelum aku sempat berkata-kata lagi, “Iya, Eomma dan
Appa senang anak kami penurut. Kami sangat bangga punya anak sepertimu, Mihae.
Tapi Eomma justru sekarang khawatir. Kamu terlalu penurut, nak. Eomma ingin
anak Eomma bahagia. Eomma ingin kamu memperjuangkan apa yang sangat kamu
cintai,”
“Eomma…,”
“Sudahlah. Jangan mengelak lagi.
Katakan pada Lee Donghae itu kalau kau masih sangat mencintainya. Jangan
dipendam terus begini. Yakinlah Appamu tidak akan marah seperti dulu. Dia sudah
Eomma nasehati kok, dan dia sangat menyesal,” lanjut Eomma.
Aku terkejut. Appa menyesal?
Benarkah?
“Benarkah itu, Eomma?” tanyaku
tidak percaya.
Eomma mengangguk. “Iya dia sangat
menyesal. Dia memang terbawa emosi waktu itu. Tapi beberapa saat setelah
kepergianmu ke Amerika dia tahu dia salah. Makanya dia langsung menyetujui
begitu kamu meminta pulang ke Korea sebagai hadiah kelulusanmu. Dia juga
sebenarnya tidak ingin kau pergi, dia ingin gadis kecilnya tetap ada
disisinya.”
Aku tidak bisa menahan senyum. Ya
selama ini aku selalu tahu kalau Appa bukan orang yang jahat. Appa mungkin
keras, tapi tidak jahat. Aku saja yang tidak berani bertanya dan membantah sama
sekali. Akupun segera memeluk Eomma bahagia.
“Gomawoyo eomma,” kataku dalam
pelukan Eomma.
“Cheonmaneyo. Ah, sebenarnya
Appamu juga tahu kok hubungan sahabatmu, Eunai dengan Minho. Tapi dia diam
saja,” tambah Eomma.
Aku melepaskan pelukan Eomma lalu
tertawa. “Ya, seharusnya aku sudah menyadarinya. Tidak mungkin hubungan mereka
selama 2 bulan tidak diketahui Appa. Dulu aku baru sebulan kurang Appa sudah
tahu,” katanya.
“Nah, kan. Lalu kenapa kamu tidak
segera mendatangi Lee Donghae dan menyuruhnya melamarmu?” tanya Eomma jahil.
Aku tersipu malu. Eomma benar juga.
Aku harus mengatakan perasaanku sebenarnya kepada Donghae. Perasaan cinta yang
masih kujaga sampai saat ini.
Aku pun mencium pipi Eomma
terbaik seduniaku, “Saranghae Eomma, aku siap-siap dulu ya,” kataku sambil
berlari kilat ke kamar mandi. Eomma tersenyum dan kuanggap itu sebagai
restunya.
Aku bersiap-siap. Aku ingin
tampil sempurna di hadapan Donghae.
***
Eunai langsung bersorak gembira
mendengar keputusanku. Ia segera membantuku mencari tahu jadwal kegiatan Super
Junior saat ini. Maaf ya, Minho-ssi, aku mengganggu acara kencan kalian. Tapi
aku benar-benar membutuhkan bantuan Eunai saat ini.
Dari informasi yang diberikan
Eunai, saat ini Super Junior sedang mengisi acara di Music Bank. Keseluruhan
acaranya berakhir sekitar pukul 8 malam. Sekarang masih pukul 7. Tidak apalah
aku menunggu satu jam di sana. Aku bahkan sudah menunggu 4 tahun untuk
kesempatan ini.
to be continued..
maaf karena terlalu panjang oneshoot fanfiction ini terpaksa dibagi 2 part *gajadi 'oneshoot' dong ya* gapapa dehhh.. :p #maksa pokoknya #part2 nya lebih seru lagi !
Label: fanfiction
Posting Komentar