♥post it♥----♥fanfiction♥----♥listen!♥----♥FOLLOW♥



▸ itu kamu #part2 ... ♬
Minggu, 09 Oktober 2011
♥ posted at: @01.12
0 wishes // make a wish?



Cast
Lee Mihae (putri pemilik SM Entertainment)
Super Junior’s Lee Donghae
Yoon Eunai
Choi Minho
Other Super Junior’s Member (especially Hyukjae-oppa)

Note : Just FANFICTION. Just for fun. Jangan protes kalau sifatnya gak mirip aslinya, iyalah kita kan sama-sama gak kenal ya gak sih? Hehe.. Terus soal Lee Mihae anaknya Lee Sooman, jelas bukan asli ya, FAKE. Parah banget yang percaya. Haha.. Dibaca aja, dinikmati ;)
Terus komen soal fanfict ini adalah.. yah ini gak yadong-yadong amat lah. Cuma diakhiri dengan kiss scene. Hehe.. habis kalo menurutku rasanya lebih wah gt kalo diakhiri dengan :**: #kebanyakannontonfilmKorea. Hahaha.. Terus jangan protes sama endingnya yang rada romantic-romantic gaje gimanaaa gitu. Hehe.. Selamat menikmati, semoga terhibur :D

sebelumnya di 'itu kamu #part1'
Eunai langsung bersorak gembira mendengar keputusanku. Ia segera membantuku mencari tahu jadwal kegiatan Super Junior saat ini. Maaf ya, Minho-ssi, aku mengganggu acara kencan kalian. Tapi aku benar-benar membutuhkan bantuan Eunai saat ini.

Dari informasi yang diberikan Eunai, saat ini Super Junior sedang mengisi acara di Music Bank. Keseluruhan acaranya berakhir sekitar pukul 8 malam. Sekarang masih pukul 7. Tidak apalah aku menunggu satu jam di sana. Aku bahkan sudah menunggu 4 tahun untuk kesempatan ini.



Mobilku sudah terparkir di depan gedung tempat Music Bank diselenggarakan. Aku menanti sekita 45 menit sampai beberapa pengisi acara terlihat keluar dari gedung. Ini saatnya! Aku segera keluar dari mobil dan bersiap-siap menemui Donghae. Saat ini super Junior belum muncul, tapi lebih baik aku sudah bersiap di sini.
Tiba-tiba seseorang menyapaku.
“Mihae-ssi?” sapanya agak ragu. Aku menoleh dan mendapati Junghyo, teman SMAku berdiri disampingku. Aku ingat sekali dia Junghyo yang dulu suka sekali menggodaku dan Eunai.
“Junghyo?” tanyaku balik.
“Wah, sudah lama sekali aku tidak melihatmu, sedang apa kau di sini?” tanyanya.
“Aku menunggu seseorang. Kau sendiri?” tanyaku basa-basi, sesekali aku melirik ke pintu keluar para artis dan memastikan Super Junior belum keluar dari sana.
“Aku sekarang manager 2PM, nona muda. Kau tidak lihat pakaianku begitu rapi untuk datang ke tempat seperti ini,” katanya sambil memamerkan jasnya.
“Benarkah? Wah kau hebat sekali,” kataku.
“Tapi tentu tidak lebih hebat daripada putri pemilik SM Entertainment. Ah, coba kau dulu jadi pacarku, atau sekarang saja kita menikah?” tanyanya dengan nada jahilnya. Junghyo masih sama dengan Junghyo yang dulu, suka sekali bercanda soal pacaran dan pernikahan. Sebenarnya pada Eunai juga sih, tapi sayang dia tidak ada di sini.
Aku hanya tersenyum geli.
***
Donghae’s POV ::

Mihae ada di sana. Ya dia berdiri di samping mobilnya. Begitu cantik dengan gaun berwarna hijau, warna yang sangat disukainya. Dia bermaksud mendatangiku? Benarkah? Ini kenyataan atau sekedar mimpi?
Aku segera mendahului personil Super Junior bahkan anggota 2PM yang masih bergerombol di pintu keluar. Aku ingin segera menemuinya. Tapi aku baru menyadari ada seseorang di samping Mihae. Seorang pria. Ah, dia Junghyo, manager 2PM.
“Atau sekarang saja kita menikah?” pertanyaan itu yang di dengar Donghae dari mulut Junghyo.
Mihae tidak segera menjawab. Tapi ia tersenyum.
Jadi Mihae datang kesini untuk Junghyo?
***
Mihae’s POV ::

Kata Satpam yang menjaga Super Junior sudah keluar sejak tadi. Ahhh,, bodohnya aku! Kenapa aku tidak melihatnya. Pasti mereka lewat ketika ia sedang berbincang dengan Junghyo. Sial.
Aku masuk ke dalam mobil dan segera mencari ponselku. Aku menelepon nomor Eunai, maksudku adalah untuk menanyakan kegiatan Super Junior selanjutnya. Tapi nadanya sibuk.
Aaahhhhh,, habislah sudah kesempatanku. Sekarang rasanya aku sangat ingin menangis. EUNAI!!!! Aku membutuhkanmu. Kamu dimana sih??????
***
Donghae menatap layar handphone’nya. Di LCDnya tertera ‘Yoon Eunai calling..’. Itu Eunai. Dia pasti mau memberitahukan berita buruk ini padaku. Dia memang selalu jadi informan tentang Mihae untukku. Tapi ini mungkin informasi terakhir darinya. Setelah ini aku tidak mau mendengar berita apapun tentang Mihae.
“Yeobosseo,” kata Donghae dengan nada malas.
“Hei! Eh cie cieeeee... yang lagi berduaan,” kata Eunai di seberang dengan nada jahilnya.
Donghae mulai tidak mengerti.
“Hei, hei apa maksudmu berduaan?” protes Donghae.
“Lho? memangnya kalian tidak sedang berduaan?” tanya Eunai balik.
“Kalian? Siapa?” tanya Donghae lagi.
“Kalian.. Donghae dan Mihae. Bukankah tadi Mihae datang ke studio Mubank untuk menemuimu dan mengatakan kalau dia masih mencintaimu? Berarti seharusnya kalian berduaan dong sekarang,” Eunai nyerocos panjang di seberang sana.
Donghae semakin bingung. Mihae menemuinya? Tapi tadi dia bersama Junghyo. Tapi Mihae memang ada di sana seperti kata Eunai. Dan Eunai tidak mungkin berbohong, apalagi untuk masalah seperti ini.
“Tuu.tunnggu dulu. Katamu tadi Mihae datang untuk menemuiku dan mengatakan kalau dia masih mencintaiku? Tapi tadi dilamar oleh manager 2PM, Kang Junghyo di parkiran gedung,” kata Donghae. Eunhyuk yang menyetir di sampingnya sampai terkejut mendengar Donghae yang tiba-tiba nadanya meninggi.
“Siapa kau bilang? Kang Junghyo? Itu kan teman SMA kami. Iyalah dia sudah melamar kami berkali-kali sejak SMA. Dia memang selalu bergurau dengan cara begitu. Jangan bilang kau tidak sengaja mendengar gurauannya, patah hati, lalu meninggalkan Mihae begitu saja,” tebak Eunai tepat sasaran.
Donghae langsung memutus telepon dari Eunai.
“Hyukjae, maukah kau memutar kembali ke gedung Music Bank?” tanyanya.
Eunhyuk tersenyum. “Tentu saja. tenanglah di situ. Kita akan sampai di sana secepat kilat,” katanya.

***

Donghae’s POV ::

Mobil mihae masih di sana. Dia pasti sedang menangis di dalam mobil. Saat ini aku merasa sangat bodoh. Bodoh karena aku tadi langsung menarik kesimpulanku sendiri. Bodoh karena aku menyianyiakan begitu saja kesempatan yang sudah kunantikan selama 4 tahun. Bodoh karena membuat Mihae menangis lagi dan lagi.
Aku segera turun dari mobil begitu Hyukjae menghentikan mobilnya. Aku segera berlari menuju mobil Mihae dan berusaha membuka pintu bagian pengemudinya. Terbuka! Aku segera memeluk Mihae begitu melihat sosoknya menangis terduduk di bangku pengemudi.
“Oppa,”
***
“Oppa,” Mihae begitu terkejut sampai-sampai tidak ada kata lain terlontar selain itu.
“Mianhae, Mihae. Aku terlalu bodoh meninggalkanmu begitu saja tadi,” katanya.
Mihae diam. Masih melanjutkan tangisnya.
“Gwenchana, oppa. Yang penting sekarang kau ada di sini. Aku merindukanmu,” katanya beberapa saat kemudian.
“Aku juga sangat merindukanmu,”

***

Mihae tertawa lepas ketika mendengar alasan donghae meninggalkannya tadi. Dan dalam hati ia berterimakasih pada Eunai, dia selalu menjadi penyelamat.
“Sudahlah, berhenti mentertawakanku,” protes Donghae.
“Tapi kau sangat lucu, Oppa,” kata Mihae.
“Ya ya ya. Sudahlah. Tertawalah sampai puas,” kata Donghae kesal. Mihae memang begitu. Kalau sudah tertawa atau menangis pasti susah berhentinya.
Donghae baru menyadari bahwa Mihae masih seperti Mihae yang dulu dikenalnya. Fakta itu membuat Donghae tersenyum sendiri.
“Hei, oppa. Apa yang kau tertawakan?” tanya Mihae curiga.
“Tidak ada. Memangnya aku tertawa,” bantah Donghae, berbohong.
Mihae makin penasaran, gadis itu segera mendekati Donghae. “Apa,Oppa? Cepat katakan. Aku penasaran nih,” protes Mihae.
“Baiklah sini dulu mendekat lagi,” kata Donghae dengan senyum jahilnya.
Mihae menurut saja, walaupun dia yakin pasti Donghae mau melakukan hal jahil padanya. Ia pun mendekat kepada Donghae.
Benar saja. tiba-tiba Donghae menarik Mihae mendekat dan mengecup bibir gadis itu dengan lembut. Mihae terkejut, tapi kemudian membalas ciuman Donghae. Ciuman ini yang juga sangat dia rindukan selama 4 tahun ini. Ciuman hangat seorang Lee Donghae. Dan ini masih begitu sama dengan yang dulu. Semuanya kembali seperti 4 tahun yang lalu.
“Jadi bagaimana kalau besok aku datang ke kantor ayahmu dan melamarmu?” tanya Donghae.
“Silahkan saja kalau berani,” jawab Mihae.
“Berani dong, memangnya kamu,” ejek Donghae.
“Ih, aku udah berani ya. Besok kita dateng bareng deh,” kata Mihae menantang.
“Baiklah. Masalah besok kita urus besok. Yang penting sekarang kita lanjutkan dulu acara kita,” kata Donghae dengan senyum jahilnya.
“Yah, oppa mulai yadong deh,” protes Mihae.
“Halah, kaya kamu engga aja,” Donghae melanjutkan kalimatnya dengan ciuman panjang. Berharap membalas perpisahan mereka selama 4 tahun ini.

***

Additional part ;)

“Duh aku jadi penasaran nih sama akhir kisahnya Mihae sama Donghae-oppa nih. Mereka berhasil ketemu gak ya akhirnya??” kata Eunai sambil menghempaskan diri di pelukan Minho.
Minho mulai cemberut. Ia menyentuh dagu kekasihnya itu dan setengah memaksa gadis itu menatapnya. “Hei, hei. Malam ini kau bersama siapa sih? Aku atau Mihae?” protesnya.
“Ahh, oppa. Jangan begitulah. Mihae kan sahabatku,kalau dia sedih tentu dia membutuhkanku,” kata Eunai.
“Iya, iya. Tapi aku kan pacarmu,” katanya, “Tinggalkan Mihae sebentar. Lagipula kurasa dia dan Donghae sudah mengawali kisah mereka yang baru,”
Eunai mengangguk, “Oppa yakin begitu? Sebenarnya aku juga yakin sih. Baiklah, aku turuti kemauan oppa,” kata Eunai kemudian. Minho baru saja tersenyum ketika kemudian handphone Eunai berbunyi. Di layarnya tertulis ‘Mihae calling…’.
“Aah, ini dia. Sebentar, Oppa,” kata Eunai sambil meraih handphonenya.
Tapi tiba-tiba Minho menarik tangan kanan Eunai yang memegang hanphone dan segera mengecup bibir gadis itu. Eunai jelas terkejut dengan perbuatan Minho yang begitu tiba-tiba. Minho melepaskan ciumannya lalu tersenyum sambil mengusap wajah Eunai perlahan.
“Kau sudah berjanji. Ingat? Malam ini malam kita berdua,” kata Minho memperingatkan.
Eunai tersenyum. “Baiklah, oppa,”
Dan malam mereka berlanjut seperti halnya Mihae dan Donghae.


THE END :D
aku tau pasti Tammy a.k.a Mihae akan protes karena adanya Additional Part di atas. hahaha.. yaaahhh,, anggaplah itu sebagai otoritas pengarang :p bagaimana komentar anda? ini khususnya buat Tammy-onni :D

Label:

0 Comments:

Posting Komentar


◂◂ travel back in time ♪ // back to top \\ ♪ back to the future ▸▸
© All Rights Reserved 2011


Shinee - Minho