Cast
Lee Mihae (putri pemilik SM Entertainment)
Super Junior’s Lee Donghae
Yoon Eunai
Choi Minho
Other Super Junior’s Member (especially Hyukjae-oppa)
Note : Just FANFICTION. Just for fun. Jangan protes kalau
sifatnya gak mirip aslinya, iyalah kita kan sama-sama gak kenal ya gak sih?
Hehe.. Terus soal Lee Mihae anaknya Lee Sooman, jelas bukan asli ya, FAKE.
Parah banget yang percaya. Haha.. Dibaca aja, dinikmati ;)
Terus komen soal fanfict ini adalah.. yah ini gak
yadong-yadong amat lah. Cuma diakhiri dengan kiss scene. Hehe.. habis kalo
menurutku rasanya lebih wah gt kalo diakhiri dengan :**:
#kebanyakannontonfilmKorea. Hahaha.. Terus jangan protes sama endingnya yang
rada romantic-romantic gaje gimanaaa gitu. Hehe.. Selamat menikmati, semoga
terhibur :D
sebelumnya di 'itu kamu #part1'
Eunai langsung bersorak gembira
mendengar keputusanku. Ia segera membantuku mencari tahu jadwal kegiatan Super
Junior saat ini. Maaf ya, Minho-ssi, aku mengganggu acara kencan kalian. Tapi
aku benar-benar membutuhkan bantuan Eunai saat ini.
Dari informasi yang diberikan
Eunai, saat ini Super Junior sedang mengisi acara di Music Bank. Keseluruhan
acaranya berakhir sekitar pukul 8 malam. Sekarang masih pukul 7. Tidak apalah
aku menunggu satu jam di sana. Aku bahkan sudah menunggu 4 tahun untuk
kesempatan ini.
Mobilku sudah terparkir di depan
gedung tempat Music Bank diselenggarakan. Aku menanti sekita 45 menit sampai
beberapa pengisi acara terlihat keluar dari gedung. Ini saatnya! Aku segera
keluar dari mobil dan bersiap-siap menemui Donghae. Saat ini super Junior belum
muncul, tapi lebih baik aku sudah bersiap di sini.
Tiba-tiba seseorang menyapaku.
“Mihae-ssi?” sapanya agak ragu.
Aku menoleh dan mendapati Junghyo, teman SMAku berdiri disampingku. Aku ingat
sekali dia Junghyo yang dulu suka sekali menggodaku dan Eunai.
“Junghyo?” tanyaku balik.
“Wah, sudah lama sekali aku tidak
melihatmu, sedang apa kau di sini?” tanyanya.
“Aku menunggu seseorang. Kau sendiri?”
tanyaku basa-basi, sesekali aku melirik ke pintu keluar para artis dan
memastikan Super Junior belum keluar dari sana.
“Aku sekarang manager 2PM, nona
muda. Kau tidak lihat pakaianku begitu rapi untuk datang ke tempat seperti
ini,” katanya sambil memamerkan jasnya.
“Benarkah? Wah kau hebat sekali,”
kataku.
“Tapi tentu tidak lebih hebat
daripada putri pemilik SM Entertainment. Ah, coba kau dulu jadi pacarku, atau
sekarang saja kita menikah?” tanyanya dengan nada jahilnya. Junghyo masih sama
dengan Junghyo yang dulu, suka sekali bercanda soal pacaran dan pernikahan.
Sebenarnya pada Eunai juga sih, tapi sayang dia tidak ada di sini.
Aku hanya tersenyum geli.
***
Donghae’s POV ::
Mihae ada di sana. Ya dia berdiri
di samping mobilnya. Begitu cantik dengan gaun berwarna hijau, warna yang
sangat disukainya. Dia bermaksud mendatangiku? Benarkah? Ini kenyataan atau
sekedar mimpi?
Aku segera mendahului personil
Super Junior bahkan anggota 2PM yang masih bergerombol di pintu keluar. Aku
ingin segera menemuinya. Tapi aku baru menyadari ada seseorang di samping
Mihae. Seorang pria. Ah, dia Junghyo, manager 2PM.
“Atau sekarang saja kita
menikah?” pertanyaan itu yang di dengar Donghae dari mulut Junghyo.
Mihae tidak segera menjawab. Tapi
ia tersenyum.
Jadi Mihae datang kesini untuk
Junghyo?
***
Mihae’s POV ::
Kata Satpam yang menjaga Super
Junior sudah keluar sejak tadi. Ahhh,, bodohnya aku! Kenapa aku tidak
melihatnya. Pasti mereka lewat ketika ia sedang berbincang dengan Junghyo.
Sial.
Aku masuk ke dalam mobil dan segera
mencari ponselku. Aku menelepon nomor Eunai, maksudku adalah untuk menanyakan
kegiatan Super Junior selanjutnya. Tapi nadanya sibuk.
Aaahhhhh,, habislah sudah
kesempatanku. Sekarang rasanya aku sangat ingin menangis. EUNAI!!!! Aku
membutuhkanmu. Kamu dimana sih??????
***
Donghae menatap layar
handphone’nya. Di LCDnya tertera ‘Yoon Eunai calling..’. Itu Eunai. Dia pasti
mau memberitahukan berita buruk ini padaku. Dia memang selalu jadi informan
tentang Mihae untukku. Tapi ini mungkin informasi terakhir darinya. Setelah ini
aku tidak mau mendengar berita apapun tentang Mihae.
“Yeobosseo,” kata Donghae dengan
nada malas.
“Hei! Eh cie cieeeee... yang lagi
berduaan,” kata Eunai di seberang dengan nada jahilnya.
Donghae mulai tidak mengerti.
“Hei, hei apa maksudmu berduaan?”
protes Donghae.
“Lho? memangnya kalian tidak
sedang berduaan?” tanya Eunai balik.
“Kalian? Siapa?” tanya Donghae
lagi.
“Kalian.. Donghae dan Mihae.
Bukankah tadi Mihae datang ke studio Mubank untuk menemuimu dan mengatakan
kalau dia masih mencintaimu? Berarti seharusnya kalian berduaan dong sekarang,”
Eunai nyerocos panjang di seberang sana.
Donghae semakin bingung. Mihae
menemuinya? Tapi tadi dia bersama Junghyo. Tapi Mihae memang ada di sana
seperti kata Eunai. Dan Eunai tidak mungkin berbohong, apalagi untuk masalah
seperti ini.
“Tuu.tunnggu dulu. Katamu tadi
Mihae datang untuk menemuiku dan mengatakan kalau dia masih mencintaiku? Tapi
tadi dilamar oleh manager 2PM, Kang Junghyo di parkiran gedung,” kata Donghae.
Eunhyuk yang menyetir di sampingnya sampai terkejut mendengar Donghae yang
tiba-tiba nadanya meninggi.
“Siapa kau bilang? Kang Junghyo? Itu
kan teman SMA kami. Iyalah dia sudah melamar kami berkali-kali sejak SMA. Dia memang
selalu bergurau dengan cara begitu. Jangan bilang kau tidak sengaja mendengar
gurauannya, patah hati, lalu meninggalkan Mihae begitu saja,” tebak Eunai tepat
sasaran.
Donghae langsung memutus telepon
dari Eunai.
“Hyukjae, maukah kau memutar
kembali ke gedung Music Bank?” tanyanya.
Eunhyuk tersenyum. “Tentu saja.
tenanglah di situ. Kita akan sampai di sana secepat kilat,” katanya.
***
Donghae’s POV ::
Mobil mihae masih di sana. Dia pasti
sedang menangis di dalam mobil. Saat ini aku merasa sangat bodoh. Bodoh karena
aku tadi langsung menarik kesimpulanku sendiri. Bodoh karena aku menyianyiakan
begitu saja kesempatan yang sudah kunantikan selama 4 tahun. Bodoh karena
membuat Mihae menangis lagi dan lagi.
Aku segera turun dari mobil
begitu Hyukjae menghentikan mobilnya. Aku segera berlari menuju mobil Mihae dan
berusaha membuka pintu bagian pengemudinya. Terbuka! Aku segera memeluk Mihae
begitu melihat sosoknya menangis terduduk di bangku pengemudi.
“Oppa,”
***
“Oppa,” Mihae begitu terkejut
sampai-sampai tidak ada kata lain terlontar selain itu.
“Mianhae, Mihae. Aku terlalu
bodoh meninggalkanmu begitu saja tadi,” katanya.
Mihae diam. Masih melanjutkan
tangisnya.
“Gwenchana, oppa. Yang penting
sekarang kau ada di sini. Aku merindukanmu,” katanya beberapa saat kemudian.
“Aku juga sangat merindukanmu,”
***
Mihae tertawa lepas ketika
mendengar alasan donghae meninggalkannya tadi. Dan dalam hati ia berterimakasih
pada Eunai, dia selalu menjadi penyelamat.
“Sudahlah, berhenti
mentertawakanku,” protes Donghae.
“Tapi kau sangat lucu, Oppa,”
kata Mihae.
“Ya ya ya. Sudahlah. Tertawalah sampai
puas,” kata Donghae kesal. Mihae memang begitu. Kalau sudah tertawa atau
menangis pasti susah berhentinya.
Donghae baru menyadari bahwa Mihae
masih seperti Mihae yang dulu dikenalnya. Fakta itu membuat Donghae tersenyum
sendiri.
“Hei, oppa. Apa yang kau
tertawakan?” tanya Mihae curiga.
“Tidak ada. Memangnya aku
tertawa,” bantah Donghae, berbohong.
Mihae makin penasaran, gadis itu
segera mendekati Donghae. “Apa,Oppa? Cepat katakan. Aku penasaran nih,” protes
Mihae.
“Baiklah sini dulu mendekat lagi,”
kata Donghae dengan senyum jahilnya.
Mihae menurut saja, walaupun dia
yakin pasti Donghae mau melakukan hal jahil padanya. Ia pun mendekat kepada
Donghae.
Benar saja. tiba-tiba Donghae
menarik Mihae mendekat dan mengecup bibir gadis itu dengan lembut. Mihae terkejut,
tapi kemudian membalas ciuman Donghae. Ciuman ini yang juga sangat dia rindukan
selama 4 tahun ini. Ciuman hangat seorang Lee Donghae. Dan ini masih begitu
sama dengan yang dulu. Semuanya kembali seperti 4 tahun yang lalu.
“Jadi bagaimana kalau besok aku
datang ke kantor ayahmu dan melamarmu?” tanya Donghae.
“Silahkan saja kalau berani,”
jawab Mihae.
“Berani dong, memangnya kamu,”
ejek Donghae.
“Ih, aku udah berani ya. Besok kita
dateng bareng deh,” kata Mihae menantang.
“Baiklah. Masalah besok kita urus
besok. Yang penting sekarang kita lanjutkan dulu acara kita,” kata Donghae
dengan senyum jahilnya.
“Yah, oppa mulai yadong deh,”
protes Mihae.
“Halah, kaya kamu engga aja,”
Donghae melanjutkan kalimatnya dengan ciuman panjang. Berharap membalas perpisahan
mereka selama 4 tahun ini.
***
Additional part ;)
“Duh aku jadi penasaran nih sama
akhir kisahnya Mihae sama Donghae-oppa nih. Mereka berhasil ketemu gak ya
akhirnya??” kata Eunai sambil menghempaskan diri di pelukan Minho.
Minho mulai cemberut. Ia menyentuh
dagu kekasihnya itu dan setengah memaksa gadis itu menatapnya. “Hei, hei. Malam
ini kau bersama siapa sih? Aku atau Mihae?” protesnya.
“Ahh, oppa. Jangan begitulah.
Mihae kan sahabatku,kalau dia sedih tentu dia membutuhkanku,” kata Eunai.
“Iya, iya. Tapi aku kan pacarmu,”
katanya, “Tinggalkan Mihae sebentar. Lagipula kurasa dia dan Donghae sudah
mengawali kisah mereka yang baru,”
Eunai mengangguk, “Oppa yakin
begitu? Sebenarnya aku juga yakin sih. Baiklah, aku turuti kemauan oppa,” kata
Eunai kemudian. Minho baru saja tersenyum ketika kemudian handphone Eunai
berbunyi. Di layarnya tertulis ‘Mihae calling…’.
“Aah, ini dia. Sebentar, Oppa,”
kata Eunai sambil meraih handphonenya.
Tapi tiba-tiba Minho menarik
tangan kanan Eunai yang memegang hanphone dan segera mengecup bibir gadis itu.
Eunai jelas terkejut dengan perbuatan Minho yang begitu tiba-tiba. Minho melepaskan
ciumannya lalu tersenyum sambil mengusap wajah Eunai perlahan.
“Kau sudah berjanji. Ingat? Malam
ini malam kita berdua,” kata Minho memperingatkan.
Eunai tersenyum. “Baiklah, oppa,”
Dan malam mereka berlanjut
seperti halnya Mihae dan Donghae.
THE END :D
aku tau pasti Tammy a.k.a Mihae akan protes karena adanya Additional Part di atas. hahaha.. yaaahhh,, anggaplah itu sebagai otoritas pengarang :p bagaimana komentar anda? ini khususnya buat Tammy-onni :D
Label: fanfiction
Posting Komentar