♥post it♥----♥fanfiction♥----♥listen!♥----♥FOLLOW♥



▸ RINGDINGDONG #part1 ... ♬
Senin, 31 Oktober 2011
♥ posted at: @01.34
2 wishes // make a wish?



Title: Ring ding dong
OST : Ring Ding Dong – SHINee
Cast :
Choi Minho
Yoon Aeri
Lee Taemin
Other Immortal’s member : Wheena, Mihae, Eunhyi, Yena
Other SHINee’s member
Super Junior’s member

NOTE : Seperti biasa, semua nama tokoh cuma dipinjem. Bukan milikku *IYALAH!*. terus buat Immortal itu punyanya Tamara Evelyne. Terus yang asli buatanku cuma tokoh Yoon Aeri (ceritanya aku) buat anggota Immortal yang lain yang bikin namanya juga Tamara Evelyne, tapi itu punya tiap individu yang berbeda. Penjelasan soal hak milik cukup sampai di sini.
Jadi ini ceritanya romantic friendship. Sorry saya agak maruk. Gapapa lah yaaa.. Cuma Fanfict doang :D Terus ini juga tanpa cover. Tanpa persiapan. Ide datang begitu saja. banyak banget pinjem nama acara talkshow atopun radio. Hehehe… bukan punyaku juga kok itu. terus yaahhh.. kalo deskripsi tentang Aerinya jadi keren banget yaaaahhh,, namanya juga cerita. Gak seru yah kalo gak begitu *ortoritas pengarang*. Selamat menikmati aja deh ;)

RING DING DONG

Baby, 네게 반해 버린 내게 이래
두렵다고
물러서지 말고
그냥 내게 맡겨봐라 어때 My lady

Baby, Why are you doing this to me Who’s fallen in love with you?
Don’t step back, saying you’re afraid Just leave it up to me
How’s that, my lady?


Kelima gadis itu berdiri tepat di hadapan kelima sunbae’nya, SHINee. Begini urutannya. Wheena berhadapan dengan Onew, sesama Leader. Mihae dengan Taemin (lead dancer), Yena dengan Jonghyun(lead vocal), Eunhyi dengan Key(rap&vocal), Aeri dengan Minho(rapper). Entah bagaimana susunan ini sangat tepat.
Tidak. Mereka bukan akan bertanding atau apapun. Hari ini Immortal, nama group kelima gadis ini diperkenalkan kepada para sunbaenya. Kebetulan saat ini mereka diperkenalkan pada SHINee.
“Nee, kalau begitu perkenalkan diri kalian satu per satu,” kata Onew.
Dengan agak gugup Wheena maju. Sebagai Leader dia harus memulai pertama kali.
“Choneun Immortal Leader Song Wheena imnida,” katanya.
Para anggota SHINee mengangguk-angguk, tanda perkenalan Wheena diterima.
“Choneun Choi Mihae imnida,” kata Mihae di urutan kedua.
“Wah, marga yang sama denganku,” komentar Minho, berusaha mencairkan suasana. Mihae yang tetap gugup hanya tersenyum tipis dan mengangguk pelan.
“Choneun Lee Yena imnida,” kata Yena yang ada di urutan ketiga.
Mendadak Junghyun menepukkan tangannya. “Hei, hei. Sebentar. Mari kita buat ini jadi lebih santai. Jangan terlalu tegang. Oke?” katanya.
Yena yang ada di hadapan Junghyun mengangguk pasrah. Dibilang begitupun dia tetap saja gugup.
“Yah, benar kata Jonghyun. Yang berikutnya,” kata Onew sambil tersenyum ramah.
Eunhyi maju. “Choneun Eunhyi imnida,” katanya sambil tersenyum. Kali ini dia berusaha tersenyum lebih lepas daripada 3 anggota Immortal sebelumnya, mengikuti anjuran dari Junghyun.
“Nah, begitu,” kata Key, “Lalu yang terakhir. Apakah ini maknae’nya?” tanya Key sambil menoleh pada Aeri yang terlihat paling muda dibanding keempat anggota lainnya.
Gadis terakhir yang bernama Aeri itu mengangguk pelan. Wajahnya memang masih polos. Ia maju perlahan. “Choneun Yoon Aeri imnida,” katanya.
“Berapa umurmu?” tanya Junghyun.
“15 tahun,” jawabnya.
“Wah, kau bahkan lebih muda dari maknae kami,” komentar Onew.

***

MINHO’s POV ::
“Choneun Yoon Aeri imnida,” katanya.
“Berapa umurmu?” tanya Junghyun-hyung.
“15 tahun,” jawabnya.
“Wah, kau bahkan lebih muda dari maknae kami,” komentar Jinki-hyung.
Gadis itu tersenyum. Wajahnya memang masih begitu polos. Baiklah, sebenarnya aku sudah terus memperhatikannya ketika dia memasuki ruangan ini. Entah aura apa yang ada padanya, tapi itu membuatku tidak berhenti mengarahkan pandanganku padanya.
Dia maknaenya? 15 tahun masih sangat anak-anak sepertinya…

TAEMIN’s POV::
“Choneun Yoon Aeri imnida,” katanya.
“Berapa umurmu?” tanya Junghyun.
“15 tahun,” jawabnya.
“Wah, kau bahkan lebih muda dari maknae kami,” komentar Onew.
Gadis itu tersenyum.
Sudah kuduga dia maknaenya. Berapa tadi umurnya? 15 tahun? Tak jauh beda dengan umurku ketika debut dulu. Mungkin ini ya yang dilihat para sunbae dl ketika melihatku.
Baiklah, wajahnya sangat manis, mungkin lebih imut daripada penilaian para sunbae padaku dulu. Rambutnya hitam keriting dengan poni depan. Senyumnya sangat lucu dan polos. Matanya juga berbinar ketika memperkenalkan diri tadi. Membuatku tidak mengalihkan pandanganku sedikitpun darinya.

***

Perkenalan berakhir. Wheena diikuti dengan member Immortal yang lain keluar dari ruang latihan SHINee. Sudah beberapa kali perkenalan mereka jalani, tapi tetap saja mereka gugup seperti tadi.
“Onew-oppa lucu banget ya tadi. Gak nyangka aslinya selucu itu,” kata Eunhyi memuji si Leader SHINee yang memang suka melakukan gag itu.
“Eh, tapi aku ngerasa lebih seruan waktu perkenalan sama Super Junior deh. Inget gak waktu Yesung-oppa nyanyiin It Has To Be You di depan kita kemaren? Gileeee… suaranya bikin melting,” kata Yena.
“Sama serunya kok. Cuma ini orangnya lebih dikit aja. Tadi Taemin-gun juga keren banget deh dance’nya. Bisa gak ya aku sekeren itu dance’nya,” kata Mihae yang punya posisi sama dengan Taemin sebagai Leader Dance.
“Nee, Aeri sebenarnya kamu masih kurang berani bicara tadi,” kata Wheena sambil merangkul maknaenya.
“Ah, mianhae onni. Kau kan tahu aku tidak pandai bicara,” kata Aeri.
Wheena tertawa, “Gwenchana, lagipula justru kau makin imut kalau malu-malu dan diam begitu kok,” kata Wheena.
“Ah, onni…,” kata Aeri.
“Iya, tadi kau sadar tidak Taemin-gun terus melihat ke arahmu. Minho-oppa juga,” kata Mihae.
Wajah Aeri memerah. “Eh, iya? Aku tidak tahu. Melihat ke arah mereka saja aku tidak berani,” jawabnya.
“Aaahh,, Aeri ini. kau makin imut saja kalau malu-malu begitu,” kata Yena lalu mencubit pipi Aeri.
Yang lainnya tertawa.

***

Aeri masih mengenakan seragam sekolahnya. Ia melihat ke arah lift di lantai 1, pintunya hampir tertutup. Aeri segera berlari sebelum pintunya benar-benar tertutup. Tepat ketika sampai di depan pintu lift celah yang tersisa tinggal sedikit sekali. Tapi tiba-tiba terdengar bunyi ‘cling’ dan pintu terbuka lebar kembali.
Di dalam terlihat seorang pria sedang berdiri. Dia Choi Minho. Anggota SHINee.
Sambil mengatur nafasnya yang agak ngos-ngosan, Aeri masuk ke dalam lift.
“Annyeonghaseo, oppa,” sapanya dengan formal.
“Annyeonghaseo,” Minho membalas sapaan gadis itu sambil tersenyum ramah.
Tapi gadis itu segera berbalik badan dan menghadap pintu lift, membelakangi Minho.
“Kau… baru pulang sekolah?” tanya Minho tiba-tiba.
Aeri menoleh. “Umm.. iya, oppa,” jawabnya sambil tersenyum.
“Aku dulu juga begitu kok. Pulang sekolah langsung ke gedung SM untuk latihan,” kata Minho.
Aeri mengangguk. “Sepertinya memang cukup banyak yang sudah mengalami nasib yang sama denganku,” katanya.
Minho tertawa. “Kalau anggota grupmu sendiri? Ada yang masih sekolah juga bukan?” tanyanya lagi.
“Ada, Eunhyi dan Yena kelas 3. Mereka kakak kelasku,” jawabnya.
Minho mengangguk.
Pintu lift di hadapan mereka terbuka, sudah sampai di lantai 3, lantai yang dituju oleh Aeri.
“Ah, aku duluan, Oppa,” kata Aeri yang kemudian membungkukan badan dengan formal, “Annyeonghaseo”
“Ah, ya. Annyeonghaseo,” kata Minho.
Gadis itu berlari keluar dari lift lalu berbelok di lorong dimana ruang latihannya berada. Minho mengamatinya sampai pintu lift benar-benar tertutup, lalu tersenyum.
Masih anak kecil sekali yah.. Hey! Sejak kapan kau suka tipe yang masih polos seperti itu, Minho? Hahaha.. tapi kenapa mataku tidak berpaling sedikitpun darinya ya?
Tiba-tiba pandangan minho tertuju pada sebuah buku berwarna cokelat muda di lantai lift. Ia mengambilnya. Beberapa saat kemudian ia tersenyum melihat nama Yoon Aeri tertera di sana.

***

“Kau gugup?” tanya Taemin pada gadis disampingnya. Gadis itu anggota termuda Immortal, Yoon Aeri.
Aeri mengangguk pelan lalu menghela nafas.
Taemin tersenyum ramah. “Tidak apa-apa. Dulu aku juga begitu kok,” katanya.
Sejak tadi Minho memperhatikan 2 orang di ujung barisan itu, Aeri dan Taemin, yang sepertinya sedang mengobrol.
“DAN..BINTANG TAMU SELANJUTNYA ADALAH DUA GROUP YANG SEDANG POPULAR SAAT INI SHINee DAN IMMORTAL!” teriak MC Kang.
“Ayo,” Taemin menarik lengan Aeri. Gadis itu mengangguk pasrah lalu mengikuti langkah sunbaenya.
Semuanya bertepuk tangan. Seluruh member SHINee dan Immortal masuk bersamaan dari belakang panggung. Mereka sengaja berdiri berdampingan. Mihae-Key-Eunhyi-Minho-Wheena-Onew-Yena-Junghyun-Aeri-Taemin. Satu persatu dari mereka duduk di kursi yang disediakan untuk mereka masing-masing. Mereka duduk berdekatan dengan posisi berpasangan dua-dua sesuai urutan masuk tadi.
Anggota SHINee masih berdiri. “Kami SHINING SHINee”
“Yaaa.. seperti biasanya. Sebelumnya mari kita ucapkan selamat atas comeback dan kembalinya SHINee di urutan nomer satu chart music bank,” kata MC Kang.
Semuanya bertepuk tangan.
“Kamshahamnida,” kata Onew yang kemudian diikuti oleh keempat anggota SHINee yang lain.
“Bagaimana perasaan kalian bisa langsung ada di urutan pertama?” tanya MC Kang.
“Sangat bahagia, dan seperti biasanya Junghyun menangis paling keras,” jawab Key.
Camera langsung menyorot ke arah Junghyun dan pria itu membuat ekspresi agak terganggu dengan ucapan Key.
“Hei, hei. Tidak hanya aku yang menangis lagi. Onew-hyung juga,” katanya mencoba membela diri.
“Tapi tidak sebanyak Hyung,” kata Minho.
MC  Kang dan penonton tertawa.
“Nah, terimakasih untuk SHINee,” mendengar kata-kata MC Kang, mereka pun kembali duduk, “Selanjutnya mari kita sapa hoobae dari SHINee, IMMORTAL!”
Kini giliran anggota Immortal yang berdiri.
“Sebelumnya, supaya kami lebih mengenal kalian. Perkenalkan diri kalian satu per satu,” kata MC Kang.
Mereka pun memperkenalkan diri satu per satu dan berakhir di Aeri sebagai magnaenya.
“Aahh,, berapa umurmu Aeri?” tanya MC Kang.
“15 tahun,” jawabnya sambil tersenyum.
MC Kang berdecak, “Waahhh,, masih muda sekali ya. Nee, Taemin-ssi, berapa umurmu ketika debut dulu?” tanyanya tiba-tiba.
Taemin menoleh kepada MC Kang, “Ah, 13 tahun,” jawabnya.
“Waahh.. Kau dulu jauh lebih muda yah. Tapi Aeri-ssi tidak kalah imutnya dengan Taemin ketika debut,” puji MC Kang. Aeri hanya bisa tersenyum dengan wajah sedikit memerah.
Setelah perkenalan selesai semua anggota Immortal pun duduk dan acara berlanjut.
“Bagaimana? Masih gugup?” tanya Taemin.
Aeri mengangguk. “Tentu saja. Justru makin gugup,” jawabnya.
Taemin tertawa lalu menepuk-nepuk punggung tangan Aeri. “Tenanglah. Semuanya pasti baik-baik saja,” katanya dengan senyum ramah.
Aeri mengangguk lalu tersenyum seperti biasanya. Senyum polosnya yang manis. Yang membuat Taemin justru berdebar memandangnya. Hei, perasaan apa ini??

***

Minho dan Taemin berjalan bersama menuju ruang latihan mereka. Sekalipun sudah debut, tentu saja mereka masih punya jadwal latihan rutin yang harus diikuti.
Tapi tanpa sengaja Minho menangkap sosok Aeri yang barusan melintas bersama Yena. Ia jadi teringat akan buku milik Aeri yang ia bawa.
“Sebentar, Taemin,” kata Minho pada Taemin yang berada di sampingnya. “Aeri-ssi,” panggil Minho.
Taemin agak terkejut mengetahui Minho memanggil Aeri. Aeri menoleh ke arah mereka lalu mengangguk dan berjalan mendekati mereka.
“Ne, ada apa oppa?” tanyanya.
Minho mengeluarkan buku cokelat muda bertuliskan nama Yoon Aeri dari tas ranselnya lalu menyodorkannya kepada gadis itu.
“Ini milikmu kan?” tanyanya.
“Aaahhh,, iya. Aku mencarinya kemana-mana. Terimakasih oppa,” katanya ketika menerima buku itu. “Mmm,, tapi oppa tidak membacanya kan?”
Minho tertawa. “Baca dong,” jawabnya sambil tersenyum jahil.
Wajah Aeri memerah.  “Ahh, oppa. harusnya jangan dibaca. Ini buku harianku,” kata Aeri.
Minho masih tertawa. Lugu sekali gadis ini.
“Tidak kok, tidak. Aku tidak membukanya sama sekali kok. Tenang saja,” katanya sambil mengacungkan dua jarinya.
Aeri menghela nafas lega.
“Aahh, oppa ini. ya baguslah kalau begitu. Gamshahamnida,oppa. aku duluan,” gadis itu pamitn diikuti dengan ucapan “Annyeonghaseyo” bersama Yena.
“Dimana Hyung menemukan buku Aeri?” tanya Taemin tiba-tiba.
“Ah, waktu itu kami satu lift dan bukunya terjatuh. Sudahlah, ayo ke ruang latihan!” ajak Minho.
Taemin pun mengikuti langkah hyungnya itu.

***

Minho sedang berjalan melewati lorong tempat ruang latihan dance ketika melihat sosok Aeri lewat celah pintu ruang dance. Gadis itu sendirian. Lagu mereka terputar dari MP3 Player di sudut ruangan. Gadis itu terlihat menari mengikuti irama lagu.
Tanpa sadar Minho sudah melangkah sampai ke pintu ruang latihan dance dan memperhatikan gerakan Aeri dari sana. Sadar dirinya diperhatikan, Aeri menghentikan gerakannya dan menoleh kepada Minho.
“Ah, Annyeonghaseyo, oppa,” sapanya dengan formal seperti biasanya.
Minho balas menyapa, “Annyeonghaseyo. Berlatih sendirian?” tanyanya.
Aeri mengangguk, “Ya. Aku tadi kan sekolah dulu. Jadi aku tertinggal dari Onni-ku yang lain,” jawabnya.
Minho mengangguk-angguk tanda mengerti.
“Oppa, sedang apa disitu?” tanya Aeri.
“Aku…sedang melihatmu berlatih,” jawabnya.
Wajah Aeri memerah *wajahnya mudah sekali memerah*.
“Aah,, padahal danceku sangat buruk tadi,” katanya.
“Tidak juga kok. Aku tidak hafal gerakan dance kalian sih. Tapi gerakanmu tadi sepertinya tidak buruk. Pas dengan iramanya,” komentar Minho.
“Ah, tapi masih ada bagian-bagian yang kulupakan detailnya,” kata Aeri.
Minho tersenyum lalu berjalan mendekati Aeri. “Yaahh,, sini deh ajari aku gerakan dance kalian. Aku juga penasaran ingin mempelajarinya,” kata Minho.
Aeri agak terkejut.
“Eh? Benarkah?” tanya Aeri.
Minho mengangguk. “Benar. Sungguh. Cepat contohkan untukku,” katanya.
Aeri mengangguk. Ia memutar ulang lagunya dan mulai menari. Minho mengikuti gerakannya dan mulai menikmati tarian lagu mereka. Hingga tanpa sadar mereka berlatih lebih lama dari jadwalnya.
Sore menjelang dan Taemin berjalan di lorong ruang dance. Ia mendengar lagu milik Immortal mengalun dari dalam ruang dance. Siapa yang sedang berlatih? Pertanyaan itu membuat Taemin penasaran. Ia mengintip sedikit ke dalam ruang dance.
Ia tersenyum mendapati sosok Aeri di dalam. Tapi tunggu dulu. Ada seorang lagi di sana. Ituuuu… Minho. Sedang apa Hyung di sana bersama Aeri? Mereka . . .

***

Aeri duduk di sofa ruang istirahat sendirian. Headset terpasang di telinganya sementara tangan kanan dan kirinya memegang pensil dan notebook. Ia menyenandungkan beberapa kalimat rap lalu mencatatnya di notebooknya. Begitu beberapa kali. Hingga ia tidak menyadari kedatangan seseorang yang tiba-tiba mencabut headset dari telingat kanannya. Aeri terkejut dan mendapati Minho sudah duduk di sampingnya.
“Annyeonghaseo, oppa. Aku tidak melihatmu masuk barusan,” katanya.
Minho memasang headset di telinga kanannya.
“Kau sedang sibuk sekali. Ini lagu baru kalian?” tanya Minho.
Aeri mengangguk. “Ya, dan sekarang tugasku adalah membuat bagian rap’nya,” jawabnya sedikit malu. Minho kan rapper SHINee. Dia pasti lebih ahli dalam hal ini dibanding dirinya.
“Ooohh, lihat buatanmu,” kata Minho sambil berusaha melihat catatan di notebook Aeri.
“Jangan… aku belum membuatnya dengan baik,” protes gadis itu sambil menyembunyikan notebooknya.
“Justru itu aku mau liat,” kata Minho masih berusaha mengambil notebook dari tangan Aeri. “Eh, ngomong-ngomong ini lagunya judulnya apa? Tentang apa?”
“Judulnya Kiss Kiss Kiss, tentang…yah pengalaman berciuman begitu deh,” jawab Aeri.
Minho menangguk. Lalu tiba-tiba kembali berusaha melihat notebook dari tangan Aeri.
“Eiitt, oppa! kau kira aku tertipu trik bertanyamu tadi,” kata Aeri sambil tersenyum penuh kemenangan.
Minho berpura-pura memasang tampang cemberut.
“Mmm.. tunggu dulu. Lagumu kan tentang ciuman. Memang… kau sudah pernah berciuman?” tanya Minho.
Wajah Aeri memerah lagi. “Aahh, oppa. tentu saja belum. Makanya aku tidak bisa membuat rapnya dengan baik,” jawabnya.
Tiba-tiba Minho menarik tangan Aeri, membuat gadis itu menghadap wajahnya. Tangan kanannya mulai menelusur ke pipi lembut Aeri sementara tangan kirinya masih terus menggenggam tangan gadis itu seakan-akan ia tidak ingin Aeri terlepas darinya.
“Kau mau kuberitahu?” tanyanya dengan suara yang sangat lembut.
Aeri hanya diam. Sedikit terkejut dengan pertanyaan Minho.
Tapi sebelum ia bisa berpikir lebih jauh, wajah Minho sudah semakin dekat dengan wajahnya. Ia menutup matanya, entah dorongan apa yang membuatnya melakukan itu. Bibir mereka bersentuhan. Agak lama, lembut, basah. Ini rasanya ciuman?

***

Hari ini SHINee dan Immortal menjadi bintang tamu bersama lagi. Kali ini untuk acara Shim Shim TaPa, acara radio yang di pandu oleh Shindong Super Junior. Acara sudah hampir selesai. Perbincangan kali ini sangat menarik. Seperti biasa Shindong memang selalu bisa memandu acara dengan baik.
“Nah, pertanyaan terakhir untuk SHINee. Seperti biasanya, karena begitu banyak yang bertanya. Seperti apa sih tipe wanita ideal kalian saat ini?” tanya Shindong. Semua yang ada di ruang broadcast langsung bertepuk dan bersorak riuh. Pertanyaan macam ini adalah jenis pertanyaan yang banyak dinantikan.
Satu per satu dari mereka menyebutkan tipe wanita ideal. Sampai pada giliran Taemin.
“Aku lebih suka gadis polos dengan senyum manis seperti matahari pagi (note: BAHASA DEWA!)” jawab Taemin. Komentar segera datang dari Shindong dan beberapa orang yang ada di situ. Tapi apapun komentar mereka gadis yang Taemin maksud adalah Aeri, yang duduk tepat di sampingnya.
“Baiklah, lalu yang terakhir adalah Minho-ssi,” kata Shindong.
Entah kenapa jantung Aeri ikut berdebar lebih cepat saat ini. Seperti menanti pernyataan tidak langsung dari seorang Minho. Tapi pernyataan apa? Apa yang sebenarnya Aeri tunggu?

***

MINHO’s POV::
Sejak tadi aku gelisah sendiri. Bagaimana tidak? Dalam script dan seperti yang biasanya kukatakan, aku selalu menyebutkan wanita idealku adalah wanita yang dewasa, lebih tua dariku, serta berwajah keibuan (note: agak sedikit ngarang. Whatever :p). Tapi sesungguhnya. Sejak kedatangan Aeri semuanya sudah berubah. Sungguh! Sekarang tipeku jadi terasa tak jauh beda dengan tipe wanita yang disebutkan Taemin barusan.
Tapi image tetaplah Image. Script tidak berubah. Bagaimana perasaan Aeri kalau aku tetap menyebutkan tipe ideal yang sama seperti sebelumnya? Aku tidak mau kalau itu membuatnya berpikir kalau aku hanya mempermainkannya.
“Baiklah, lalu yang terakhir adalah Minho-ssi,” kata Shindong.
Minho mendekatkan dirinya ke mic dihadapannya. Maaf Aeri.
“Tipe wanita idealku adalah yang dewasa, lebih tua dariku, serta berwajah keibuan,” kata Minho.
“Waahh,, masih sama dengan tipe yang sebelumnya ya,” komentar Shindong.
Minho tersenyum seadanya, “Nee,” jawabnya.
Ia mencoba melirik ke sosok Aeri yang duduk di tengah. Sial! Mungkin yang lain tak memperhatikan. Tapi tatapannya meredup dan senyumnya mendadak kosong. Bodohnya aku. . .

***

TAEMIN’s POV::
Aeri diam saja sejak tadi. Tepatnya sejak Minho-hyung mengatakan tetang wanita idealnya. Entah kenapa? Apa dia kecewa karena sama sekali tidak mencerminkan dirinya?
Kenapa harus Minho-hyung? Kenapa dia tidak mendengarkan tipe idealku yang justru amat-sangat tertuju pada dirinya.
Dan sekarang Aeri baru saja berdiri sambil menarik tas slempangnya ketika Minho-hyung mendadak menghampirinya. Mau apa lagi mereka?

***

“Aeri-ya,” kata Minho.
Aeri terpaksa menghentikan langkahnya.
“Ah, maaf Oppa, setelah ini aku masih ada jadwal lagi,” kata Aeri berusaha menghindar.
“Dengarkan dulu. Sebentar,” kata Minho setengah memohon.
“Sepertinya tidak ada yang perlu aku dengarkan lagi,” tolaknya.
Gadis itu segera berlalu sebelum Minho sempat menariknya. Minho hanya bisa berteriak, “Aeri-ya!”
Aeri berpura-pura tuli. Berpura-pura tidak melihat dan meneruskan langkahnya keluar dari studio Shim Shim Ta Pa.

***

“Aeri-ya,” panggil seseorang. Kali ini bukan suara Minho.
Aeri perlahan menoleh. Ia mendapati seseorang berjalan ke arahnya, Taemin. Maknae group SHINee itu berjalan mendekat ke arahnya.
“Kau…tidak apa-apa?” tanyanya ketika sudah berada di hadapan Aeri.
Aeri mengangguk, tapi tanpa senyumannya yang biasanya.
“Gwenchanayo, oppa. oppa tidak perlu khawatir,” jawabnya sambil tersenyum tipis. Itu jelas bohong. Kenyataannya air mata sudah nyaris menetes dari pelupuk matanya.
Tiba-tiba Taemin menarik Aeri ke pelukannya. Aeri terkejut, tapi tak bisa melepaskan diri dari pelukan hangat Taemin. Ia benar-benar membutuhkan seseorang untuk bersandar dan menangis saat ini. tidak tertahan lagi beberapa tetes airmata meluncur di pipinya.
Taemin menepuk punggung gadis itu untuk menenangkannya.
“Sudahlah, jangan menangis. Aku… tidak ingin melihat gadis yang kusukai menangis,” katanya.
Aeri terkejut mendengar pernyataan Taemin. Tapi seseorang di sudut lain ruangan jauh lebih terkejut lagi.

***

MINHO’s POV::
“Sudahlah, jangan menangis. Aku… tidak ingin melihat gadis yang kusukai menangis,” Minho tidak sengaja mendengar kata-kata Taemin barusan.
Taemin juga..menyukai Aeri??

To be continued...

penasaran? mesti penasaran banget! sabar aja yeee.. bsok aku lanjutin lagi :p

Label:

2 Comments:

Blogger dante said on 31 Oktober 2011 pukul 05.45  

Fanfic ya ?
bagus ^^, gabung aja coba di
http://fan3less.wordpress.com/

banyak fanfic freak disana.. hahaha


Blogger  said on 31 Oktober 2011 pukul 21.06  

iya.. hehe
makasih.
oohh, aku juga sering baca2 di situ kok. tp belum berani ngepost. gak PD. hehehe..
km jg suka fanfict? ;)


Posting Komentar


◂◂ travel back in time ♪ // back to top \\ ♪ back to the future ▸▸
© All Rights Reserved 2011


Shinee - Minho