Title: Ring ding dong
OST : Ring Ding Dong –
SHINee
Cast :
Choi Minho
Yoon Aeri
Lee Taemin
Other Immortal’s member : Wheena, Mihae, Eunhyi, Yena
Other SHINee’s member
Super Junior’s member
NOTE : Seperti
biasa, semua nama tokoh cuma dipinjem. Bukan milikku *IYALAH!*. terus buat
Immortal itu punyanya Tamara Evelyne. Terus yang asli buatanku cuma tokoh Yoon
Aeri (ceritanya aku) buat anggota Immortal yang lain yang bikin namanya juga
Tamara Evelyne, tapi itu punya tiap individu yang berbeda. Penjelasan soal hak
milik cukup sampai di sini.
Jadi ini ceritanya romantic friendship. Sorry saya agak
maruk. Gapapa lah yaaa.. Cuma Fanfict doang :D Terus ini juga tanpa cover. Tanpa
persiapan. Ide datang begitu saja. banyak banget pinjem nama acara talkshow
atopun radio. Hehehe… bukan punyaku juga kok itu. terus yaahhh.. kalo deskripsi
tentang Aerinya jadi keren banget yaaaahhh,, namanya juga cerita. Gak seru yah
kalo gak begitu *ortoritas pengarang*. Selamat menikmati aja deh ;)
RING DING DONG
Baby, 네게 반해 버린 내게 왜 이래
두렵다고 물러서지 말고
그냥 내게 맡겨봐라 어때 My lady
Baby, Why are you doing
this to me Who’s fallen in love with you?
Don’t step back, saying you’re afraid Just leave it up to me
How’s that, my lady?
Kelima gadis itu berdiri tepat di
hadapan kelima sunbae’nya, SHINee. Begini urutannya. Wheena berhadapan dengan
Onew, sesama Leader. Mihae dengan Taemin (lead dancer), Yena dengan
Jonghyun(lead vocal), Eunhyi dengan Key(rap&vocal), Aeri dengan
Minho(rapper). Entah bagaimana susunan ini sangat tepat.
Tidak. Mereka bukan akan
bertanding atau apapun. Hari ini Immortal, nama group kelima gadis ini
diperkenalkan kepada para sunbaenya. Kebetulan saat ini mereka diperkenalkan
pada SHINee.
“Nee, kalau begitu perkenalkan
diri kalian satu per satu,” kata Onew.
Dengan agak gugup Wheena maju.
Sebagai Leader dia harus memulai pertama kali.
“Choneun Immortal Leader Song
Wheena imnida,” katanya.
Para anggota SHINee
mengangguk-angguk, tanda perkenalan Wheena diterima.
“Choneun Choi Mihae imnida,” kata
Mihae di urutan kedua.
“Wah, marga yang sama denganku,”
komentar Minho, berusaha mencairkan suasana. Mihae yang tetap gugup hanya
tersenyum tipis dan mengangguk pelan.
“Choneun Lee Yena imnida,” kata
Yena yang ada di urutan ketiga.
Mendadak Junghyun menepukkan
tangannya. “Hei, hei. Sebentar. Mari kita buat ini jadi lebih santai. Jangan
terlalu tegang. Oke?” katanya.
Yena yang ada di hadapan Junghyun
mengangguk pasrah. Dibilang begitupun dia tetap saja gugup.
“Yah, benar kata Jonghyun. Yang
berikutnya,” kata Onew sambil tersenyum ramah.
Eunhyi maju. “Choneun Eunhyi
imnida,” katanya sambil tersenyum. Kali ini dia berusaha tersenyum lebih lepas
daripada 3 anggota Immortal sebelumnya, mengikuti anjuran dari Junghyun.
“Nah, begitu,” kata Key, “Lalu
yang terakhir. Apakah ini maknae’nya?” tanya Key sambil menoleh pada Aeri yang
terlihat paling muda dibanding keempat anggota lainnya.
Gadis terakhir yang bernama Aeri
itu mengangguk pelan. Wajahnya memang masih polos. Ia maju perlahan. “Choneun
Yoon Aeri imnida,” katanya.
“Berapa umurmu?” tanya Junghyun.
“15 tahun,” jawabnya.
“Wah, kau bahkan lebih muda dari
maknae kami,” komentar Onew.
***
MINHO’s POV ::
“Choneun Yoon Aeri imnida,”
katanya.
“Berapa umurmu?” tanya
Junghyun-hyung.
“15 tahun,” jawabnya.
“Wah, kau bahkan lebih muda dari
maknae kami,” komentar Jinki-hyung.
Gadis itu tersenyum. Wajahnya
memang masih begitu polos. Baiklah, sebenarnya aku sudah terus memperhatikannya
ketika dia memasuki ruangan ini. Entah aura apa yang ada padanya, tapi itu
membuatku tidak berhenti mengarahkan pandanganku padanya.
Dia maknaenya? 15 tahun masih
sangat anak-anak sepertinya…
TAEMIN’s POV::
“Choneun Yoon Aeri imnida,” katanya.
“Berapa umurmu?” tanya Junghyun.
“15 tahun,” jawabnya.
“Wah, kau bahkan lebih muda dari
maknae kami,” komentar Onew.
Gadis itu tersenyum.
Sudah kuduga dia maknaenya.
Berapa tadi umurnya? 15 tahun? Tak jauh beda dengan umurku ketika debut dulu.
Mungkin ini ya yang dilihat para sunbae dl ketika melihatku.
Baiklah, wajahnya sangat manis,
mungkin lebih imut daripada penilaian para sunbae padaku dulu. Rambutnya hitam
keriting dengan poni depan. Senyumnya sangat lucu dan polos. Matanya juga
berbinar ketika memperkenalkan diri tadi. Membuatku tidak mengalihkan
pandanganku sedikitpun darinya.
***
Perkenalan berakhir. Wheena
diikuti dengan member Immortal yang lain keluar dari ruang latihan SHINee.
Sudah beberapa kali perkenalan mereka jalani, tapi tetap saja mereka gugup
seperti tadi.
“Onew-oppa lucu banget ya tadi.
Gak nyangka aslinya selucu itu,” kata Eunhyi memuji si Leader SHINee yang
memang suka melakukan gag itu.
“Eh, tapi aku ngerasa lebih
seruan waktu perkenalan sama Super Junior deh. Inget gak waktu Yesung-oppa
nyanyiin It Has To Be You di depan kita kemaren? Gileeee… suaranya bikin
melting,” kata Yena.
“Sama serunya kok. Cuma ini
orangnya lebih dikit aja. Tadi Taemin-gun juga keren banget deh dance’nya. Bisa
gak ya aku sekeren itu dance’nya,” kata Mihae yang punya posisi sama dengan
Taemin sebagai Leader Dance.
“Nee, Aeri sebenarnya kamu masih
kurang berani bicara tadi,” kata Wheena sambil merangkul maknaenya.
“Ah, mianhae onni. Kau kan tahu
aku tidak pandai bicara,” kata Aeri.
Wheena tertawa, “Gwenchana,
lagipula justru kau makin imut kalau malu-malu dan diam begitu kok,” kata
Wheena.
“Ah, onni…,” kata Aeri.
“Iya, tadi kau sadar tidak
Taemin-gun terus melihat ke arahmu. Minho-oppa juga,” kata Mihae.
Wajah Aeri memerah. “Eh, iya? Aku
tidak tahu. Melihat ke arah mereka saja aku tidak berani,” jawabnya.
“Aaahh,, Aeri ini. kau makin imut
saja kalau malu-malu begitu,” kata Yena lalu mencubit pipi Aeri.
Yang lainnya tertawa.
***
Aeri masih mengenakan seragam
sekolahnya. Ia melihat ke arah lift di lantai 1, pintunya hampir tertutup. Aeri
segera berlari sebelum pintunya benar-benar tertutup. Tepat ketika sampai di
depan pintu lift celah yang tersisa tinggal sedikit sekali. Tapi tiba-tiba
terdengar bunyi ‘cling’ dan pintu terbuka lebar kembali.
Di dalam terlihat seorang pria
sedang berdiri. Dia Choi Minho. Anggota SHINee.
Sambil mengatur nafasnya yang
agak ngos-ngosan, Aeri masuk ke dalam lift.
“Annyeonghaseo, oppa,” sapanya
dengan formal.
“Annyeonghaseo,” Minho membalas
sapaan gadis itu sambil tersenyum ramah.
Tapi gadis itu segera berbalik
badan dan menghadap pintu lift, membelakangi Minho.
“Kau… baru pulang sekolah?” tanya
Minho tiba-tiba.
Aeri menoleh. “Umm.. iya, oppa,”
jawabnya sambil tersenyum.
“Aku dulu juga begitu kok. Pulang
sekolah langsung ke gedung SM untuk latihan,” kata Minho.
Aeri mengangguk. “Sepertinya
memang cukup banyak yang sudah mengalami nasib yang sama denganku,” katanya.
Minho tertawa. “Kalau anggota
grupmu sendiri? Ada yang masih sekolah juga bukan?” tanyanya lagi.
“Ada, Eunhyi dan Yena kelas 3.
Mereka kakak kelasku,” jawabnya.
Minho mengangguk.
Pintu lift di hadapan mereka
terbuka, sudah sampai di lantai 3, lantai yang dituju oleh Aeri.
“Ah, aku duluan, Oppa,” kata Aeri
yang kemudian membungkukan badan dengan formal, “Annyeonghaseo”
“Ah, ya. Annyeonghaseo,” kata
Minho.
Gadis itu berlari keluar dari
lift lalu berbelok di lorong dimana ruang latihannya berada. Minho mengamatinya
sampai pintu lift benar-benar tertutup, lalu tersenyum.
Masih anak kecil sekali yah.. Hey! Sejak kapan kau suka tipe yang masih
polos seperti itu, Minho? Hahaha.. tapi kenapa mataku tidak berpaling
sedikitpun darinya ya?
Tiba-tiba pandangan minho tertuju
pada sebuah buku berwarna cokelat muda di lantai lift. Ia mengambilnya.
Beberapa saat kemudian ia tersenyum melihat nama Yoon Aeri tertera di sana.
***
“Kau gugup?” tanya Taemin pada
gadis disampingnya. Gadis itu anggota termuda Immortal, Yoon Aeri.
Aeri mengangguk pelan lalu
menghela nafas.
Taemin tersenyum ramah. “Tidak
apa-apa. Dulu aku juga begitu kok,” katanya.
Sejak tadi Minho memperhatikan 2
orang di ujung barisan itu, Aeri dan Taemin, yang sepertinya sedang mengobrol.
“DAN..BINTANG TAMU SELANJUTNYA
ADALAH DUA GROUP YANG SEDANG POPULAR SAAT INI SHINee DAN IMMORTAL!” teriak MC
Kang.
“Ayo,” Taemin menarik lengan
Aeri. Gadis itu mengangguk pasrah lalu mengikuti langkah sunbaenya.
Semuanya bertepuk tangan. Seluruh
member SHINee dan Immortal masuk bersamaan dari belakang panggung. Mereka
sengaja berdiri berdampingan.
Mihae-Key-Eunhyi-Minho-Wheena-Onew-Yena-Junghyun-Aeri-Taemin. Satu persatu dari
mereka duduk di kursi yang disediakan untuk mereka masing-masing. Mereka duduk
berdekatan dengan posisi berpasangan dua-dua sesuai urutan masuk tadi.
Anggota SHINee masih berdiri.
“Kami SHINING SHINee”
“Yaaa.. seperti biasanya. Sebelumnya
mari kita ucapkan selamat atas comeback dan kembalinya SHINee di urutan nomer
satu chart music bank,” kata MC Kang.
Semuanya bertepuk tangan.
“Kamshahamnida,” kata Onew yang
kemudian diikuti oleh keempat anggota SHINee yang lain.
“Bagaimana perasaan kalian bisa
langsung ada di urutan pertama?” tanya MC Kang.
“Sangat bahagia, dan seperti
biasanya Junghyun menangis paling keras,” jawab Key.
Camera langsung menyorot ke arah
Junghyun dan pria itu membuat ekspresi agak terganggu dengan ucapan Key.
“Hei, hei. Tidak hanya aku yang
menangis lagi. Onew-hyung juga,” katanya mencoba membela diri.
“Tapi tidak sebanyak Hyung,” kata
Minho.
MC Kang dan penonton tertawa.
“Nah, terimakasih untuk SHINee,”
mendengar kata-kata MC Kang, mereka pun kembali duduk, “Selanjutnya mari kita
sapa hoobae dari SHINee, IMMORTAL!”
Kini giliran anggota Immortal
yang berdiri.
“Sebelumnya, supaya kami lebih
mengenal kalian. Perkenalkan diri kalian satu per satu,” kata MC Kang.
Mereka pun memperkenalkan diri
satu per satu dan berakhir di Aeri sebagai magnaenya.
“Aahh,, berapa umurmu Aeri?”
tanya MC Kang.
“15 tahun,” jawabnya sambil
tersenyum.
MC Kang berdecak, “Waahhh,, masih
muda sekali ya. Nee, Taemin-ssi, berapa umurmu ketika debut dulu?” tanyanya
tiba-tiba.
Taemin menoleh kepada MC Kang,
“Ah, 13 tahun,” jawabnya.
“Waahh.. Kau dulu jauh lebih muda
yah. Tapi Aeri-ssi tidak kalah imutnya dengan Taemin ketika debut,” puji MC
Kang. Aeri hanya bisa tersenyum dengan wajah sedikit memerah.
Setelah perkenalan selesai semua
anggota Immortal pun duduk dan acara berlanjut.
“Bagaimana? Masih gugup?” tanya
Taemin.
Aeri mengangguk. “Tentu saja.
Justru makin gugup,” jawabnya.
Taemin tertawa lalu menepuk-nepuk
punggung tangan Aeri. “Tenanglah. Semuanya pasti baik-baik saja,” katanya
dengan senyum ramah.
Aeri mengangguk lalu tersenyum
seperti biasanya. Senyum polosnya yang manis. Yang membuat Taemin justru
berdebar memandangnya. Hei, perasaan apa ini??
***
Minho dan Taemin berjalan bersama
menuju ruang latihan mereka. Sekalipun sudah debut, tentu saja mereka masih
punya jadwal latihan rutin yang harus diikuti.
Tapi tanpa sengaja Minho
menangkap sosok Aeri yang barusan melintas bersama Yena. Ia jadi teringat akan
buku milik Aeri yang ia bawa.
“Sebentar, Taemin,” kata Minho
pada Taemin yang berada di sampingnya. “Aeri-ssi,” panggil Minho.
Taemin agak terkejut mengetahui
Minho memanggil Aeri. Aeri menoleh ke arah mereka lalu mengangguk dan berjalan
mendekati mereka.
“Ne, ada apa oppa?” tanyanya.
Minho mengeluarkan buku cokelat
muda bertuliskan nama Yoon Aeri dari tas ranselnya lalu menyodorkannya kepada
gadis itu.
“Ini milikmu kan?” tanyanya.
“Aaahhh,, iya. Aku mencarinya
kemana-mana. Terimakasih oppa,” katanya ketika menerima buku itu. “Mmm,, tapi
oppa tidak membacanya kan?”
Minho tertawa. “Baca dong,” jawabnya
sambil tersenyum jahil.
Wajah Aeri memerah. “Ahh, oppa. harusnya jangan dibaca. Ini buku
harianku,” kata Aeri.
Minho masih tertawa. Lugu sekali
gadis ini.
“Tidak kok, tidak. Aku tidak
membukanya sama sekali kok. Tenang saja,” katanya sambil mengacungkan dua
jarinya.
Aeri menghela nafas lega.
“Aahh, oppa ini. ya baguslah
kalau begitu. Gamshahamnida,oppa. aku duluan,” gadis itu pamitn diikuti dengan
ucapan “Annyeonghaseyo” bersama Yena.
“Dimana Hyung menemukan buku
Aeri?” tanya Taemin tiba-tiba.
“Ah, waktu itu kami satu lift dan
bukunya terjatuh. Sudahlah, ayo ke ruang latihan!” ajak Minho.
Taemin pun mengikuti langkah
hyungnya itu.
***
Minho sedang berjalan melewati
lorong tempat ruang latihan dance ketika melihat sosok Aeri lewat celah pintu
ruang dance. Gadis itu sendirian. Lagu mereka terputar dari MP3 Player di sudut
ruangan. Gadis itu terlihat menari mengikuti irama lagu.
Tanpa sadar Minho sudah melangkah
sampai ke pintu ruang latihan dance dan memperhatikan gerakan Aeri dari sana.
Sadar dirinya diperhatikan, Aeri menghentikan gerakannya dan menoleh kepada
Minho.
“Ah, Annyeonghaseyo, oppa,”
sapanya dengan formal seperti biasanya.
Minho balas menyapa,
“Annyeonghaseyo. Berlatih sendirian?” tanyanya.
Aeri mengangguk, “Ya. Aku tadi
kan sekolah dulu. Jadi aku tertinggal dari Onni-ku yang lain,” jawabnya.
Minho mengangguk-angguk tanda
mengerti.
“Oppa, sedang apa disitu?” tanya
Aeri.
“Aku…sedang melihatmu berlatih,”
jawabnya.
Wajah Aeri memerah *wajahnya
mudah sekali memerah*.
“Aah,, padahal danceku sangat buruk
tadi,” katanya.
“Tidak juga kok. Aku tidak hafal
gerakan dance kalian sih. Tapi gerakanmu tadi sepertinya tidak buruk. Pas
dengan iramanya,” komentar Minho.
“Ah, tapi masih ada bagian-bagian
yang kulupakan detailnya,” kata Aeri.
Minho tersenyum lalu berjalan
mendekati Aeri. “Yaahh,, sini deh ajari aku gerakan dance kalian. Aku juga
penasaran ingin mempelajarinya,” kata Minho.
Aeri agak terkejut.
“Eh? Benarkah?” tanya Aeri.
Minho mengangguk. “Benar.
Sungguh. Cepat contohkan untukku,” katanya.
Aeri mengangguk. Ia memutar ulang
lagunya dan mulai menari. Minho mengikuti gerakannya dan mulai menikmati tarian
lagu mereka. Hingga tanpa sadar mereka berlatih lebih lama dari jadwalnya.
Sore menjelang dan Taemin
berjalan di lorong ruang dance. Ia mendengar lagu milik Immortal mengalun dari
dalam ruang dance. Siapa yang sedang berlatih? Pertanyaan itu membuat Taemin
penasaran. Ia mengintip sedikit ke dalam ruang dance.
Ia tersenyum mendapati sosok Aeri
di dalam. Tapi tunggu dulu. Ada seorang
lagi di sana. Ituuuu… Minho. Sedang apa
Hyung di sana bersama Aeri? Mereka . . .
***
Aeri duduk di sofa ruang
istirahat sendirian. Headset terpasang di telinganya sementara tangan kanan dan
kirinya memegang pensil dan notebook. Ia menyenandungkan beberapa kalimat rap
lalu mencatatnya di notebooknya. Begitu beberapa kali. Hingga ia tidak
menyadari kedatangan seseorang yang tiba-tiba mencabut headset dari telingat kanannya.
Aeri terkejut dan mendapati Minho sudah duduk di sampingnya.
“Annyeonghaseo, oppa. Aku tidak
melihatmu masuk barusan,” katanya.
Minho memasang headset di telinga
kanannya.
“Kau sedang sibuk sekali. Ini lagu
baru kalian?” tanya Minho.
Aeri mengangguk. “Ya, dan
sekarang tugasku adalah membuat bagian rap’nya,” jawabnya sedikit malu. Minho kan
rapper SHINee. Dia pasti lebih ahli dalam hal ini dibanding dirinya.
“Ooohh, lihat buatanmu,” kata
Minho sambil berusaha melihat catatan di notebook Aeri.
“Jangan… aku belum membuatnya
dengan baik,” protes gadis itu sambil menyembunyikan notebooknya.
“Justru itu aku mau liat,” kata
Minho masih berusaha mengambil notebook dari tangan Aeri. “Eh, ngomong-ngomong
ini lagunya judulnya apa? Tentang apa?”
“Judulnya Kiss Kiss Kiss, tentang…yah
pengalaman berciuman begitu deh,” jawab Aeri.
Minho menangguk. Lalu tiba-tiba
kembali berusaha melihat notebook dari tangan Aeri.
“Eiitt, oppa! kau kira aku
tertipu trik bertanyamu tadi,” kata Aeri sambil tersenyum penuh kemenangan.
Minho berpura-pura memasang
tampang cemberut.
“Mmm.. tunggu dulu. Lagumu kan
tentang ciuman. Memang… kau sudah pernah berciuman?” tanya Minho.
Wajah Aeri memerah lagi. “Aahh,
oppa. tentu saja belum. Makanya aku tidak bisa membuat rapnya dengan baik,”
jawabnya.
Tiba-tiba Minho menarik tangan
Aeri, membuat gadis itu menghadap wajahnya. Tangan kanannya mulai menelusur ke
pipi lembut Aeri sementara tangan kirinya masih terus menggenggam tangan gadis
itu seakan-akan ia tidak ingin Aeri terlepas darinya.
“Kau mau kuberitahu?” tanyanya
dengan suara yang sangat lembut.
Aeri hanya diam. Sedikit terkejut
dengan pertanyaan Minho.
Tapi sebelum ia bisa berpikir
lebih jauh, wajah Minho sudah semakin dekat dengan wajahnya. Ia menutup
matanya, entah dorongan apa yang membuatnya melakukan itu. Bibir mereka
bersentuhan. Agak lama, lembut, basah. Ini rasanya ciuman?
***
Hari ini SHINee dan Immortal
menjadi bintang tamu bersama lagi. Kali ini untuk acara Shim Shim TaPa, acara
radio yang di pandu oleh Shindong Super Junior. Acara sudah hampir selesai. Perbincangan
kali ini sangat menarik. Seperti biasa Shindong memang selalu bisa memandu
acara dengan baik.
“Nah, pertanyaan terakhir untuk
SHINee. Seperti biasanya, karena begitu banyak yang bertanya. Seperti apa sih
tipe wanita ideal kalian saat ini?” tanya Shindong. Semua yang ada di ruang
broadcast langsung bertepuk dan bersorak riuh. Pertanyaan macam ini adalah
jenis pertanyaan yang banyak dinantikan.
Satu per satu dari mereka
menyebutkan tipe wanita ideal. Sampai pada giliran Taemin.
“Aku lebih suka gadis polos
dengan senyum manis seperti matahari pagi (note: BAHASA DEWA!)” jawab Taemin. Komentar
segera datang dari Shindong dan beberapa orang yang ada di situ. Tapi apapun
komentar mereka gadis yang Taemin maksud adalah Aeri, yang duduk tepat di
sampingnya.
“Baiklah, lalu yang terakhir
adalah Minho-ssi,” kata Shindong.
Entah kenapa jantung Aeri ikut
berdebar lebih cepat saat ini. Seperti menanti pernyataan tidak langsung dari
seorang Minho. Tapi pernyataan apa? Apa yang sebenarnya Aeri tunggu?
***
MINHO’s POV::
Sejak tadi aku gelisah sendiri. Bagaimana
tidak? Dalam script dan seperti yang biasanya kukatakan, aku selalu menyebutkan
wanita idealku adalah wanita yang dewasa, lebih tua dariku, serta berwajah
keibuan (note: agak sedikit ngarang. Whatever :p). Tapi sesungguhnya. Sejak kedatangan
Aeri semuanya sudah berubah. Sungguh! Sekarang tipeku jadi terasa tak jauh beda
dengan tipe wanita yang disebutkan Taemin barusan.
Tapi image tetaplah Image. Script
tidak berubah. Bagaimana perasaan Aeri kalau aku tetap menyebutkan tipe ideal
yang sama seperti sebelumnya? Aku tidak mau kalau itu membuatnya berpikir kalau
aku hanya mempermainkannya.
“Baiklah, lalu yang terakhir
adalah Minho-ssi,” kata Shindong.
Minho mendekatkan dirinya ke mic
dihadapannya. Maaf Aeri.
“Tipe wanita idealku adalah yang dewasa,
lebih tua dariku, serta berwajah keibuan,” kata Minho.
“Waahh,, masih sama dengan tipe
yang sebelumnya ya,” komentar Shindong.
Minho tersenyum seadanya, “Nee,”
jawabnya.
Ia mencoba melirik ke sosok Aeri
yang duduk di tengah. Sial! Mungkin yang lain tak memperhatikan. Tapi tatapannya
meredup dan senyumnya mendadak kosong. Bodohnya aku. . .
***
TAEMIN’s POV::
Aeri diam saja sejak tadi. Tepatnya
sejak Minho-hyung mengatakan tetang wanita idealnya. Entah kenapa? Apa dia
kecewa karena sama sekali tidak mencerminkan dirinya?
Kenapa harus Minho-hyung? Kenapa dia
tidak mendengarkan tipe idealku yang justru amat-sangat tertuju pada dirinya.
Dan sekarang Aeri baru saja
berdiri sambil menarik tas slempangnya ketika Minho-hyung mendadak menghampirinya.
Mau apa lagi mereka?
***
“Aeri-ya,” kata Minho.
Aeri terpaksa menghentikan
langkahnya.
“Ah, maaf Oppa, setelah ini aku
masih ada jadwal lagi,” kata Aeri berusaha menghindar.
“Dengarkan dulu. Sebentar,” kata
Minho setengah memohon.
“Sepertinya tidak ada yang perlu
aku dengarkan lagi,” tolaknya.
Gadis itu segera berlalu sebelum
Minho sempat menariknya. Minho hanya bisa berteriak, “Aeri-ya!”
Aeri berpura-pura tuli. Berpura-pura
tidak melihat dan meneruskan langkahnya keluar dari studio Shim Shim Ta Pa.
***
“Aeri-ya,” panggil seseorang. Kali
ini bukan suara Minho.
Aeri perlahan menoleh. Ia mendapati
seseorang berjalan ke arahnya, Taemin. Maknae group SHINee itu berjalan
mendekat ke arahnya.
“Kau…tidak apa-apa?” tanyanya
ketika sudah berada di hadapan Aeri.
Aeri mengangguk, tapi tanpa
senyumannya yang biasanya.
“Gwenchanayo, oppa. oppa tidak
perlu khawatir,” jawabnya sambil tersenyum tipis. Itu jelas bohong. Kenyataannya
air mata sudah nyaris menetes dari pelupuk matanya.
Tiba-tiba Taemin menarik Aeri ke
pelukannya. Aeri terkejut, tapi tak bisa melepaskan diri dari pelukan hangat
Taemin. Ia benar-benar membutuhkan seseorang untuk bersandar dan menangis saat
ini. tidak tertahan lagi beberapa tetes airmata meluncur di pipinya.
Taemin menepuk punggung gadis itu
untuk menenangkannya.
“Sudahlah, jangan menangis. Aku…
tidak ingin melihat gadis yang kusukai menangis,” katanya.
Aeri terkejut mendengar
pernyataan Taemin. Tapi seseorang di sudut lain ruangan jauh lebih terkejut
lagi.
***
MINHO’s POV::
“Sudahlah, jangan menangis. Aku…
tidak ingin melihat gadis yang kusukai menangis,” Minho tidak sengaja mendengar
kata-kata Taemin barusan.
Taemin juga..menyukai Aeri??
To be continued...
penasaran? mesti penasaran banget! sabar aja yeee.. bsok aku lanjutin lagi :p
Label: fanfiction
iya.. hehe
makasih.
oohh, aku juga sering baca2 di situ kok. tp belum berani ngepost. gak PD. hehehe..
km jg suka fanfict? ;)
Posting Komentar