sebelumnya di One for Me #part4
Tiba-tiba Yuri memeluk Minho,
sambil menahan tangis dia berkata, “Tidak bisakah kau memandangku sebagai
wanita?”
“Ahh,, Yuri-ssi..,” Minho baru saja
akan menegaskan sekali lagi pernyataannya yang tadi ketika pintu ruang waiting
room terbuka.
Minho segera menoleh dan
melepaskan diri dari pelukan Yuri. Betapa terkejutnya ia ketika matanya
menangkap sosok Aeri yang baru saja muncul di balik pintu.
“Aeri..,”
***
“Iya dulu Aeri suka sama Haeppa?” tanya Mihae kaget. Dia baru tau
tentang hal ini.
“Iya. Dulu banget. Tapi sekarang tuh Aeri cintanya sama Minho-hyung,”
jawab Taemin.
“Setuju, setuju. Kamu gak tau sih curhatnya dia ke aku. Dia udah
membuka hati buatmu padahal,” Wheena menambahkan.
“Nahloohhh, Oppa. Kejar Aeri cepetan! Aku gak akan biarin sahabatku
patah hati lagi!” kata Mihae, “Oppa juga cinta kan sama Aeri?”
Ya. Aku sangat mencintainya.
***
Dengan nafas ngos-ngosan akhirnya
Minho sampai di depan taman bermain itu. Taman bermain yang tidak jauh dari
gedung SM Entertainment. Ya, taman bermain dimana Minho melihat Aeri menangis
beberapa bulan yang lalu. Taman bermain dimana untuk pertama kalinya Minho
benar-benar berbicara berdua bersama Aeri. Dan saat ini Minho yakin Aeri ada di
tempat ini.
Setelah mengatur nafas, iapun
melangkah memasuki taman bermain itu. ia melihat ke ayunan yang biasa diduduki
Aeri. Gadis itu tidak ada disana. Minho pun masuk lebih dalam lagi. Apa mungkin
Aeri pergi ke tempat lain?
Tapi tiba-tiba Minho mendengar
suara gemrisik dari arah yang lain. Ia menoleh ke sumber suara dan mendapati
seorang gadis duduk di ujung perosotan, membelakanginya. Minho tersenyum lalu
segera berjalan mendekati gadis itu.
“Hei, kau kira kau tidak akan
terlihat di sini?” kata Minho sembari berjongkok untuk menyamakan tingginya
dengan Aeri yang masih duduk di perosotan.
Gadis itu menoleh sambil memasang
tampang cemberutnya.
“Tidak juga sih. Tapi kan gak
seru juga kalo langsung keliatan duduk di ayunan,” jawabnya asal.
Minho tertawa lalu mengacak
rambut Aeri perlahan.
“Mianhae, tadi itu…,” kalimat
Minho terputus.
“Iya. Iya. Aku tau kok. Aku juga
ngeliatnya dari awal kok sebenernya. Tapii.. tetep aja kesel,” potong Aeri.
Minho tersenyum lagi
mendengarnya. Ia kemudian berpindah posisi menjadi tepat di depan Aeri. Ia lalu
ikut menunduk untuk melihat ekspresi Aeri lebih jelas.
“Jadi kau tidak suka aku dipeluk
Yuri-ssi?” tanya Minho dengan senyum jahilnya.
“Iya, tapi..,” kalimat Aeri
terputus karena Minho sudah menarik tubuh mungilnya ke pelukannya.
“Sekali lagi mianhae ya. Aku
tidak akan membuatmu sebal lagi, apalagi menangis. Aku juga tidak akan
membiarkan siapapun membuatmu sedih. Aku janji,” kata Minho.
Aeri tersenyum dalam pelukan
hangat Minho. “Yaa.. Aku percaya kok sama, Oppa,” katanya.
Minho melepas pelukannya lalu
menggandeng tangan Aeri dan membimbingnya ke ayunan. Sekarang mereka berdua
duduk berdampingan lagi di ayunan. Sama seperti waktu malam itu.
“Aku..,”
“Oppa..,”
Aeri dan Minho salting sendiri
setelah mengucapkannya bersamaan.
“Kau duluan,” kata Minho.
“Tidak mau, oppa duluan saja,”
tolak Aeri.
“Aah,, kau ini,” protes Minho.
Tapi kemudian ia mengumpulkan keberaniannya dan menghela nafas
“Naneun neoreul sarang hada, cheot nune sarange ppajida (aku mencintaimu, pada pandangan pertama),” kalimat ini yang akhirnya keluar dari mulut Minho. Beberapa detik ia masih duduk dalam keadaan cool dengan tatapan jauh ke depan. Tapi kemudian ia menutup wajahnya. “Aduuhh,, aku malu sekali. Kau tau berapa lama waktu yang kubutuhkan untuk mengumpulkan keberanianku?”
Aeri tak bisa menahan senyumnya. Ini senyum bahagia bercampur geli. Minho si Flaming Charisma yang selalu keren di hadapan para fansnya bisa juga jadi seperti ini ketika menyatakan cintanya.
“Mmm.. Saranghaeyo, oppa,” kata Aeri beberapa saat kemudian.
Minho menatap Aeri.
“Benarkah? Kau sudah benar-benar melupakan Donghae-hyung?” tanyanya.
Aeri menghela nafas, “Sarang
haneundagoyo (Aku bilang aku mencintaimu). Kenapa harus nanyain Donghae-oppa
segala sih,” protesnya, “Hae-ppa itu masa lalu, oppa,” lanjutnya sambil
tersenyum.
Minho tertawa. “Yaahh,, bagaimana kalau aku jadi masa depanmu?” tanya
Minho kemudian.
“Iihh,, apa deh oppa bahasanya,” kata Aeri diiringi dengan tawa.
Tapi kemudian, Minho menarik dan menggenggam tangan Aeri.
“Kali ini aku serius, kau mau jadi pacarku?” tanyanya.
Aeri tersenyum lalu mengangguk pelan, “Mau kok, oppa,” jawabnya.
Mereka berpandangan beberapa saat sampai akhirnya tangan Minho
berpindah dan mulai menyusuri wajah Aeri. Ia mendekat dan semakin mendekatkan
wajahnya. Beberapa detik kemudian bibir Minho sudah menyentuh bibir mungil
Aeri. Perlahan dan sangat lembut. Sampai rasanya mereka pun tidak ingin
melepaskan ciuman itu.
“Nee, oppa,” kata Aeri. Saat ini Minho sedang memeluknya dari belakang
dan Aeri bersandar di bahu pria itu.
“Hmm??” tanya Minho lembut.
“Sejak kapan sebenarnya oppa memperhatikanku? Sejak melihatku menangis
itu?” tanya Aeri.
Minho tersenyum lalu mempererat pelukannya, “Hmm..tidak sepenuhnya
begitu sih,” jawabnya. “Karena sebenarnya sejak saat itu aku sudah merasa hanya
kau seorang untukku,”
Aeri hanya tersenyum.
“Ngomong-ngomong itu aku nyontek judul lagunya SHINee lho,”kata Minho
sambil tersenyum jahil.
“Huuu dasar oppa gak kreatif,” protes Aeri.
Mereka pun berpelukan sampai malam semakin larut dan bintang-bintang
mulai menghiasi langit. Sepertinya mereka juga ikut bahagia bersama Minho dan
Aeri ;)
***
그녀의 옆에
영원히 곁에
내 자릴 만들어 놓고서
친구 아닌
남자로 변해
슬픔은 없도록
지켜줄 거라고
안아주며 말할거야
I want to be by her side forever
Take place there as a man
Rather than a friend
I’ll hug her in my arms and look after her so she’s not sad
(I’m gonna tell her, yeah)
Additional Part :D
“Jadi sekarang Minho tidak naik panggung karena mengejar Aeri?” tanya
Donghae.
Mihae mengangguk, “Iya,oppa. So sweet sekali kan mereka?” kata Mihae.
“Iya. Wah, tapi bagian yang tidak kusangka adalah ketika kau bilang
ternyata Aeri dulu suka padaku,” kata Donghae.
Mendadak Mihae cemberut. “Kenapa memangnya? Oppa menyesal karena dulu
tidak menyadari perasaan Aeri dan malah mencintaiku?” tanyanya.
Donghae tertawa lalu memeluk pacarnya itu. “Hei, hei. Memikirkan Aeri
pun aku tidak pernah. Kau cemburu?” tanyanya balik.
“Dikit,”jawab Mihae.
Donghae melepaskan pelukannya lalu mengarahkan Mihae untuk
menghadapnya.
“Butuh berapa banyak bukti lagi sih kalau kamu satu-satunya gadis yang
aku cintai?” tanya Donghae.
Mihae tersenyum jahil. “BUTUH BANYAAAAAAKKKK BANGET! Mana sini
tunjukin,” tagih Mihae.
Donghae segera menarik gadis itu dan mengecup bibirnya.
“Sudah percaya?” tanya Donghae setelah melepas ciumannya.
“Beluuuummmmm,” jawab Mihae dengan senyum jahilnya.
Donghae memasang tampang cemberut, “Huuuu… itu sih maunya kamu aja,”
katanya sambil mengacak rambut kekasihnya itu. mihae hanya tersenyum.
Tapi kemudian Donghae menarik Mihae kembali ke dalam pelukannya dan
menciumnya, kali ini lebih lama, seperti keinginan Mihae. Ah, apa sih yang
engga buat Mihae??;)
THE END
bagaimana dengan akhirnya? bagus? hehehe.. rada gaje ya? yaahh,, gapapa lah yang penting happy ending ya gak sih ;) selamat juga buat Mihae sama Donghae yang dapet additional part :D hahaha
Posting Komentar