♥post it♥----♥fanfiction♥----♥listen!♥----♥FOLLOW♥



▸ Satu Untukku #part4 ... ♬
Kamis, 27 Oktober 2011
♥ posted at: @21.27
0 wishes // make a wish?



Title : One for Me
Storyline by : @aisukeai
Genre : Romantic
OST : One for Me - SHINee

Cast
Choi Minho
Kang Aeri
Choi Mihae
Lee Donghae
Song Wheena
Cho Kyuhyun
Other SHINee’s Member
Other Super Junior’s Member
SNSD’s Member


NOTE : spesial fanfict with special cover. Kekekeke.. *ikutan cara ketawanya Taemin* ceritanya terinspirasi dari lagu One for Me – SHINee, silahkan lihat translate’annya di sini. Ah, special thanks buat semua pemeran yang namanya udah dipinjem. Hohoo.. Kamshahamnida <3

One for Me

sebelumnya di One for Me #part3
“Mmm.. bagaimana kalau kita mampir ke minimarket sebelum aku mengantarmu pulang. Kau mau es krim?” tanya Minho berusaha mengalihkan pembicaraan yang tadi.
Aeri mengangguk. “Mauu!!” jawab gadis itu bersemangat.
Minho tertawa.
Merekapun berjalan meninggalkan taman bermain itu sambil berbagi cerita. Sekalipun diawali dengan sedikit kekacauan, malam ini berakhir dengan tawa dan senyuman. Ya, terutama tawa dan senyum Aeri yang selama ini selalu dinantikan oleh Minho.


 
Sejak malam itu Aeri dan Minho semakin akrab. Mereka yang tadinya hanya sekedar saling ‘tahu’ sekarang sudah menjadi teman berbagi cerita. Bahkan mereka selalu bbm’an sepanjang hari *makluuummm,, sama-sama pengguna bb sih B-)*. Aeri juga seringkali tertangkap sedang senyum-senyum sendiri menatap layar blackberry’nya.
Seperti saat ini. Sekarang Aeri, Mihae dan Taemin sedang berada di kelas seni rupa. Sejak tadi, terhitung sudah 7 kali Aeri tersenyum sendiri sambil menatap layar blackberrynya *menurut perhitungan Mihae*. Ini membuat Mihae dan Taemin semakin bertanya-tanya.
“7 kali,” kata Mihae para Taemin di seberangnya.
Taemin mengangguk.
“Itu sudah pasti Minho-oppa,” kata Mihae lagi.
Taemi mengangguk untuk kedua kalinya membuat Mihae kesal dan akhirnya menjitak kepalanya.
“Kau hanya mengangguk-angguk saja dari tadi. Kita harus bagi tugas tau,” kata Mihae setengah berbisik.
“Heee?? Bagi tugas untuk apa?” tanya Taemin.
“Untuk menyelidiki Minho-oppa dan Aeri, pabo!” jawab Mihae.
“Ooohh.. baiklah,” kata Taemin yang akhirnya mengerti.

***

Sudah berkali-kali Minho mengecek blackberrynya. Daritadi bbm yang dia nanti belum juga datang. Yap, tepat sekali! Yang dinantikan oleh Minho tentu saja bbm dari Aeri.
“Tidak usah dicheck tiap 2 menit sekali juga sih Hyung, kan sekarang kelasku jadwalnya ulangan Seni Musik,” komentar Taemin melihat perilaku hyungnya sejak tadi.
Taemin, Minho dan anggota SHINee yang lain saat ini sedang berada di waiting room bersama Super Junior, 2PM, SNSD, dan Brown Eyed Girls. Minho, Taemin, Jonghyun, Kyuhyun, Donghae, Eunhyuk, Sungmin, Sunny, Taeyeon dan Yuri malahan sama-sama duduk di sofa melingkar sambil menunggu giliran mereka tampil.
“Apaan sih?” bantah Minho dengan agak salting.
“Sudah deh, Hyung mengaku saja. Hyung selama ini sudah pacaran dengan Aeri kan diam-diam?” Taemin langsung terang-terangan bertanya. Pertanyaan itu jelas membuat orang-orang di sekitar mereka ikut terkejut dan menyimak.
“Iya kau sekarang punya pacar, Minho?” tanya Taeyeon.
“Ti..tidak Noona,” bantah Minho.
“Aeri yang waktu itu mengajarimu matematika di dorm itu?” tanya Jonghyun, “Pintar sekali kau memilih pacar, Minho-ya. Gadis itu sangat manis,”
“Aahh,, tidak hyung,” Minho masih mencoba membantah.
“Ya ampun, Aeri keponakannya Wheena itu ya? Wahh…,” Kyuhyun ikutan nimbrung.
Wheena yang merasa namanya disebut oleh pacarnya sendiri segera bergabung dengan mereka.
“Apa? Ada apa dengan Aeri?” tanya Wheena.
“Itu, ternyata Minho sekarang dengan Aeri. Wah, kita bisa double date nih,” komentar Donghae.
“Tidak, tidak, kami belum jadian,” jawab Minho berusaha menjelaskan. Tapi sayangnya ia memilih kata yang salah.
“BELUM? Asiikkk,, berarti akan,” kata Eunhyuk jahil. Yang lainnya ikut tertawa, kecuali Yuri.
Gadis itu memasang tampang cemberut sebelum akhirnya pergi dengan hentakan kasar highheelsnya.
“Hayolooohh,” kata Sungmin.
“Sudah, sudah. Biar aku yang menyusul Yuri,” kata Sunny yang kemudian bangkit menyusul Yuri.
“Tapi aku setuju lho Hyung sama Aeri,” Taemin kembali ke topik awal.
“Aku sebagai onninya juga setuju,” tambah Wheena. Mereka bahkan melupakan insiden Yuri barusan.
“Sungmo,” koreksi Kyuhyun.
“Kyuuuuuuu!!!!!!!!!!!!” Wheena mencubit pacarnya sendiri. Sudah tahu dia tidak mau dipanggil Sungmo. Yah, tapi sebenarnya cubitan Wheena pada Kyuhyun lebih menyerupai cubitan mesra sih. Yang lainnya ikut tertawa melihat kelakuan pasangan KyuNa itu.

***

Aeri menunggu di lobby gedung SM Entertainment. Dia menunggu Mihae. Mereka berjanji akan pergi bersama ke took buku setelah Mihae pulang latihan Acting hari ini. Ia menunggu sambil mengedarkan pandangan ke sudut-sudut lobby, barangkali ia bisa melihat sosok Minho di sana.
Yah, setelah malam itu hingga saat ini hubungan mereka berdua memang semakin dekat. Mulai dari bbman sepanjang hari, telpon-telponan di tengah malam, bahkan beberapakali makan bersama sudah pernah mereka lakukan. Sepertinya tanpa sadar Aeri sudah mulai jatuh cinta pada Minho. Pria itu memang sangat baik dan selalu ada saat Aeri membutuhkannya. Karena perhatian dan kebaikan hati Minho itulah lama kelamaan Aeri bersedia membuka hatinya lagi setelah sempat tertutup karena patah hatinya pada Donghae. Ah, iya! Ngomong-ngomong, bagaimana ya keadaan Donghae sekarang? Aeri bahkan sepertinya sudah benar-benar melupakannya dan merelakan Donghae bersama sahabatnya, Mihae, sepenuhnya.
Baru saja diingat Donghae langsung muncul. Well, orang yang satu ini memang panjang umur. Ia keluar dari lift dan segera berjalan menuju meja receptionist. Beberapa saat kemudian ia menangkap sosok Aeri di lobby.
Donghae melambaikan tangan, “Hei, Aeri-ssi!”
“Ah, annyeonghaseo Oppa,” Aeri membalas lambaian tangan Donghae lalu menghampirinya.
“Hei, menunggu siapa? Minho?” tanya Donghae dengan senyum jahilnya.
Wajah Aeri memerah. “Apaan sih oppa. Aku menunggu pacarmu tau,” jawab Aeri. Kali ini ia sudah bisa bersikap biasa saja di depan Oppa yang satu ini.
“Oooh,, kan kukira.. Mihae sebentar lagi selesai kok. Memang mau pergi kemana?” tanya Donghae.
“Mau tauuuu aja,” jawab Aeri sok rahasia, “Ini rahasia para wanita, oppa,” gadis itu balas tersenyum jahil.
Donghae pura-pura memasang tampang ngambek, “Huuu… sok rahasia. Aku kan juga mau ikut,” katanya.
Aeri tertawa terbahak.

***

Minho’s POV ::
Aeri tertawa. Terlihat sangat bahagia.
Minho baru saja sampai di ujung lorong menuju lobby utama ketika melihat pemandangan itu. Aeri dan Donghae-hyung sedang mengobrol di dekat meja receptionist. Mereka tertawa bersama-sama lalu sesekali memasang tampang cemberut dan kembali tertawa.
Ini yang bisa membuat Aeri benar-benar bahagia?

***

Aeri’s POV ::
Sudah beberapa hari ini tidak ada kabar dari Minho-oppa. Jangankan membalas, membaca bbm dariku pun tidak. Padahal Taemin tetap masuk sekolah seperti biasanya, berarti SHINee tidak sedang padat jadwal kan? Aku juga sudah menanyakannya pada Taemin dan dia bilang ‘Minho-hyung baik-baik saja kok,”. Kemarin waktu mengantar Taemin ke sekolah ia langsung menjalankan mobilnya tanpa menyapaku dulu seperti biasanya.
Ada apa sih sebenarnya?

***

Karena kelakuan yang aneh Minho belakangan ini, Taemin mengusulkan pada Aeri untuk menonton show SHINee hari ini dan menanyakan langsung pada Minho. Tidak hanya pada Aeri, tapi memang belakangan ini Minho terlihat murung dan tidak bersemangat. Karena itulah, Taemin pikir ini ada hubungannya dengan Aeri. Awalnya tentu saja gadis itu menolak karena malu harus mendatangi Minho duluan. Tapi kemudian, sepertinya sih karena memang kangen Aeri mau juga datang.
Aeri dan Mihae saat ini sedang mengikuti langkah Taemin menuju backstage.
“Udah gak usah grogi gitu juga sih,” kata Taemin jahil.
Aeri melengos, “Siapa juga yang grogi,” bantahnya.
Mihae tertawa. “Dasar sama-sama gengsi sih. Gini kan jadinya. Makanya kalo ada apa-apa tuh diomongin. Kaya aku sama Haeppa,” komentar Mihae dengan wajah berbunga-bunga. Itu memang ekspresi standar seorang Mihae kalau membicarakan Donghae.
“Mulai deh,” kata Taemin dengan nada datar.
Aeri tertawa. Yah setidaknya karena ada dua sahabatnya dia bisa sedikit melupakan rasa groginya untuk menemui Minho.
***
Minho terduduk lesu di sofa waiting room. Berhari-hari pikirannya terus dan terus kembali pada Aeri. Padahal segala cara sudah dilakukannya untuk menjauhi gadis itu. Bahkan seringkali pikiran bahwa keadaannya sekarang sama dengan kenyataan bahwa Aeri tidak akan pernah bisa melupakan Donghae melintas di benaknya. Itu semakin menyakitkan.
Minho masih sibuk dnegan pikirannya sendiri ketika seseorang memanggilnya.
“Minho-ya!” panggil seornag gadis yang ternyata adalah Yuri yang tanpa Minho sadari sejak tadi duduk di sampingnya.
Minho membenarkan posisi duduknya. “Ahh, Yuri-ssi. Kau baru datang?” tanyanya.
“Sudah sejak tadi aku datang tapi tak ada sedikitpun respon darimu,” jawab Yuri sebal.
Minho mengusap wajahnya. “Ah, mianhamnida Yuri-ssi. Akhir-akhir ini aku banyak pikiran,” katanya.
“Banyak pikiran? Pikiran tentang apa? Tentang gadis bernama Aeri itu?” tanya Yuri lagi.
Minho hanya tersenyum tipis.
“Sudahlah lupakan saja gadis itu. Dia hanya gadis tidak tahu diri yang ngelunjak setelah merasa berhasil menarik perhatianmu,” kata Yuri lagi.
“Tidak. Dia bukan seperti yang kau katakan tadi. Hanya saja..aku yang tidak bisa benar-benar membahagiakannya. Makanya lebih  baik dia pergi,” Minho mengoreksi kata-kata Yuri barusan.
“Kenapa sih kau selalu membelanya?!” nada bicara Yuri mulai meninggi.
“Ahh, mianhae, Yuri-ssi. Tapi memang begitu keadaannya. Kau tidak boleh berpikir negative tentang Aeri,” kata Minho.
“IYA TAPI KENAPA?! Kenapa gadis biasa yang baru kemarin kau kenal itu bisa membuatmu seperti ini?! sementara kau tidak sedikitpun melihatku,” kata Yuri lagi.
Minho terkejut dengan pernyataan Yuri barusan. Dia tidak pernah berpikir sampai sejauh itu tentang Yuri. Baginya Yuri adalah sunbae’nya tidak lebih.
“Mianhae, Yuri-ssi. Tapi aku menganggapmu sunbaeku, hanya itu, tidak lebih,” kata Minho.
Tiba-tiba Yuri memeluk Minho, sambil menahan tangis dia berkata, “Tidak bisakah kau memandangku sebagai wanita?”
“Ahh,, Yuri-ssi..,” Minho baru saja akan menegaskan sekali lagi pernyataannya yang tadi ketika pintu ruang waiting room terbuka.
Minho segera menoleh dan melepaskan diri dari pelukan Yuri. Betapa terkejutnya ia ketika matanya menangkap sosok Aeri yang baru saja muncul di balik pintu.
“Aeri..,”

***

To be continued. . .

note : maaf untuk semua SONE terutama penggemar Yuri. sorry di sini kesannya Yuri jadi jahat ya? ini cuma fiktif belaka kok. maaf juga buat Yuri yang asli *kalo baca.hehe*

Label:

0 Comments:

Posting Komentar


◂◂ travel back in time ♪ // back to top \\ ♪ back to the future ▸▸
© All Rights Reserved 2011


Shinee - Minho