♥post it♥----♥fanfiction♥----♥listen!♥----♥FOLLOW♥



▸ My Flower #part2 ... ♬
Kamis, 24 November 2011
♥ posted at: @00.28
0 wishes // make a wish?


My Flower
Genre : Romantic
Cast :
SHINee’s Choi Minho
Yoon Aeri
Yoon Eunhyi, Yoon Mihae
Song Wheena
SHINee’s Lee Jinki, Lee Taemin, Kim Kibum, Kim Jonghyun
NOTE:
Pertama, aku mo tanya. Minho itu aslinya sekolah di sekolah khusus cowo2 yak?? Hehe.. udah lah ya.. gapapa maksa ganti sekolah dikit doang. Kan biar ceritanya seru,, ada bumbu2 percintaan remaja SMA’nya gitu #apadeh. Hehe..
Terus seperti biasa I DON’T OWN ANYONE IN SHINEE. Walaupun sebenernya berharap banget sih bisa memiliki satu dari lima orang keren2 ituhh,, tapi ya sudahlah itu hanya mimpi. Hehehe.. Yoon Aeri anggep aja aku #ngarep dan Eunhyi, Mihae, dan Wheena adalah milik tiga orang yang sudah sangat sering berlalu lalang dalam tiap fanfict’ku. Haha..
Fanfict ini hanya fiksi belaka, terjadi banyak rekayasa dari pengarangnya, semua demi alur cerita yang padu dan efek cerita yang #dramatis. Jadi nikmatin aja yah!
My Flower

“You’re my flower not because you’re more beautiful than other flowers; 
you’re my flower not because you’re more fragrant than other flowers; ...



Seorang gadis menginjakkan kakinya di Seoul setelah sekian tahun ia pergi meninggalkan kota tersebut dan melanjutkan studinya di Amerika. Ia melepaskan kacamata hitamnya dan segera menyeret kopernya. Sesampainya di luar bandara, ia merogoh tasnya dan mengambil iPhone miliknya.
“Yeoboseyo? Ne, noneun Wheena-yeyo. Masih ingat denganku? Ah, ya siapa tahu kan lupa. Aku sedang pulang ke Korea. Ne ne, arasseo, aku pasti mampir ke tempatmu kok,” katanya pada seseorang di seberang sana sementara supir taksi yang dipanggilnya sedang menaikan koper dan tas jinijingnya.
“Silahkan nona,” kata si supir taksi sambil mempersilahkan Wheena masuk ke dalam taksi.
Gadis itu masuk sambil tetap melanjutkan perbincangannya di telepon.
“Ne, jinjja? Itu boysband Minho-gun kan? Yang dulu sekelas dengan kita itu. apa tadi namanya? SHINee? Ooo.. ne ne. ah, iya! Bagaimana dengan Aeri-ya? Kau masih sering bertemu? Ahhh,, ya aku sangat merindukannya,” kata Wheena.
Dan perbincangan itu terus berlanjut selama taksi yang ditumpangi Wheena melaju di jalanan kota Seoul.

***

Minho melongok lagi ke tempat duduk penonton. Reheasal hampir dimulai, tapi dua kakak-adik yang ditunggunya belum juga terlihat. Dengan penuh rasa kecewa Minho berniat kembali ke waiting room.
“Belum datang juga si Aeri?” tanya Jonghyun.
“Belum,” jawab Minho, tapi kemudian tersadar, “Eh, aku tidak..,”
Key menepuk pundak Minho, “Sudahlah akui saja. percuma kau bohong juga. Sudah jelas kelihatan sekali kalau kau menyukainya,” kata Key.
“Iya betul, Hyung, mengaku saja,” kata Taemin sambil mengangguk-angguk.
“Tapi..,yah.., kalian tau sendiri Aeri selalu cuek padaku,” kata Minho.
“Itu karena dia berusaha menutupi perasaannya saja. kelihatan juga kok kalau dia sebenarnya juga suka padamu,” kata Key.
“Begini saja, biar kami bantu mendekatkan kalian berdua. Soal Eunhyi biar kami yang mengajaknya main,” kata Jonghyun.
“Tapi..,” Minho masih tidak yakin.
“Sudahlah, kami senang kok dengan misi seperti ini,” kata Taemin dengan senyum antusiasnya.
“Hei, tapi kau jangan mengacaukan rencana ya nanti,” Jonghyun memperingatkan.
“Iya, iya, aku akan berusaha,” kata Taemin. “Semangat, Hyung!”
“Terimakasih semuanya,” kata Minho.
Tiba-tiba Onew datang. “Hei, ada apa ini ada apa? Kalian sedang merencanakan sesuatu?” tanyanya dengan nada girang.
Semuanya langsung menatap Onew. Seperti biasanya leader mereka ini paling heboh tapi paling tidak mengerti apa-apa.
“Sini biar kujelaskan. Awas kalau sampai hyung merusak rencana,” kata Key sambil menarik hyungnya keluar waiting room sementara yang lainnya tertawa mengiringi langkah Key yang menyeret Onew.

***

Aeri dan Eunhyi sudah ada ditempatnya seperti biasa. Saat ini SHINee belum tampil. Mereka menunggu sambil menikmati penampilan artis-artis pengisi acara yang lain. Saat ini IU sedang menyanyikan lagu Someday di atas panggung.
“Eunhyi-ah!” sapa Taemin dan Key yang tiba-tiba datang.
“Ah, Taemin-oppa, Key-oppa!” mereka pun saling ber’high five’.
“Eunhyi mau ikut kami ke waiting room gak? Ini penawaran istimewa lho,” kata Key sambil tersenyum lebar.
“Eh? Bolehkah?” tanya Eunhyi tidak percaya.
“Boleh, tentu saja. Kau kan Shawol nomor 1,” kata Taemin.
“Asiikkk. Mau! Mau!” kata Eunhyi yang langsung berhambur kepelukan Taemin. “Eonni, aku ikut ke waiting room ya.. Eonni mau ikut gak?”
“Engga, kamu saja sana. Eonni tunggu di sini saja,” kata Aeri datar. Seperti biasanya.
“Baiklah kalau begitu ayo!” kata Key.
“Annyeong Aeri-ssi!” kata Taemin dan Key bergantian sementara Eunhyi melambaikan tangan dengan imutnya “Annyeong Eonni!”
“Annyeong,” jawab Aeri sambil membalas lambaian tangan Eunhyi sekilas.
Sekarang Aeri duduk sendiri sambil menikmati penampilan beberapa personel f(x) di panggung *karena talkshow jadi gak lengkap*. Di tengah penampilan f(x), seseorang datang dan segera mengambil tempat di sebelah Aeri. Menyadari kedatangan orang itu, Aeri menoleh. Dan ternyata ia mendapati Minho duduk di sampingnya.
“Ah, kau lagi. Eunhyi tidak ada di sini. Dia dibawa personel SHINee yang lain ke waiting room,” kata Aeri sambil kembali mengarahkan pandangannya ke panggung.
“Aku sudah tahu kok. Lagipula aku ke sini bukan mencari Eunhyi,” kata Minho.
“Lalu untuk apa kau di sini?”
“Menemanimu. Kau sendirian kan?” tanya Minho balik.
“Aku tidak minta ditemani. Memangnya kau pikir aku masih seumuran Eunhyi apa,” protes Aeri.
“Ssstttt… hentikan marah-marahmu itu tonton saja yang sedang di atas panggung,” kata Minho.
Aeri yang tadinya sudah berniat mengeluarkan semburan ketusnya terpaksa menahan emosi dan kembali menatap ke panggung. Tapi keberadaan Minho seperti mengganggunya. Beberapa kali dia menghela nafas.
“Kau merasa terganggu dengan keberadaanku di sini?” tanya Minho.
Aeri terkejut. “Tidak juga sih, tapi rasanya aneh duduk di sampingmu,” jawab Aeri akhirnya.
“Kalau begitu selama kelas XI kau merasa aneh?” tanya Minho.
Kali ini Aeri justru tertawa.
“TIdak juga sih. Waktu itu dan sekarang kan berbeda,” jawab Aeri.
“Dimana letak perbedaannya? Bahkan kau masih sama dengan Aeri yang kukenal 4 tahun yang lalu,” kata Minho.
“Bedanya…,” Aeri berhenti sejenak sebelum melanjutkan kalimatnya, “Sekarang kita sudah bukan teman sekelas lagi, kau sudah jadi artis papan atas Korea, kau punya banyak penggemar, sibuk, dan..,” tapi kalimatnya terhenti ketika Minho tiba-tiba menarik tangannya.
“Jadi karena itu kamu selalu ketus padaku?” tanya Minho sambil menatap tajam mata Aeri.
“Bukan, bukan, bukan karena itu,” jawab Aeri, agak terkejut dengan tindakan Minho.
Minho melepaskan tangan Aeri diiringi dengan helaan nafas. Aeri jadi tidak enak hati melihat ekspresi Minho barusan.
“Aku... tidak membencimu kok,” kata Aeri kemudian.
“Minho, maaf. Tapi..sudah saatnya rehearsal,” kata Jonghyun yang tiba-tiba muncul dengan wajah kurang bersemangat.
“Tunggu sebentar, Hyung. Aku menyusul,” kata Minho.
Jonghyun mengangguk lalu melangkah pergi. Sementara Minho masih tetap tidak bergerak di tempat duduknya.
“Hei, kau tidak berniat rehearsal ya?” tanya Aeri.
“Aku masih mau di sini,” kata Minho.
Aeri menghela nafas, “Huhh.. dasar aneh,” kata Aeri.
Tapi mendadak Minho menarik tangan Aeri. Ia menarik Aeri hingga gadis itu berdiri dan mengikuti langkahnya ke luar studio.
“Minho-gun, kau mau ap..,” pertanyaan Aeri terputus karena wajah Minho sudah sangat dekat dengan wajahnya.
“Tunggu aku setelah selesai acara ini. Aku akan mengantarmu dan Eunhyi pulang,” kata Minho.
Aeri menelan ludah, agak ngeri juga melihat Minho yang seperti ini. Tapi kemudian gadis itu mengangguk pelan.
“Eonni!!!” Eunhyi datang bersama Key.
“Wah wah,, maaf ya Minho tapi kita harus rehearsal sekarang,” kata Key.
Minho melepaskan genggaman tangannya lalu mengangguk. Eunhyi berlari mendekati kakaknya.
“Tunggu aku,” kata Minho sambil kemudian mengacak rambut Eunhyi.
Aeri mengangguk.
“Eonni sama Oppa ada apa sih?” tanya Eunhyi polos.
Aeri menatap adiknya lalu mengusap kepala adiknya itu. “Gwenchana,” kata Aeri. “Ayo kita tonton SHINee,” ajak Aeri sambil membimbing adiknya masuk kembali ke dalam studio.

***

Aeri, Minho dan Eunhyi berjalan pulang bersama -lagi-. Hanya Eunhyi yang bernyanyi riang sambil berlari mendahului Aeri dan Minho.
“Eunhyi jangan ke tengah-tengah jalannya,” kata Aeri memperingatkan.
“Iya, Eonni,” kata Eunhyi dengan nada bosannya, seakan-akan sudah hafal dengan peringatan Aeri.
Aeri menghela nafas. Gadis itu kemudian tersenyum sendiri melihat adiknya yang seperti tidak pernah ada lelahnya berlari. Minho terpesona melihat senyum Aeri yang manis seperti biasanya dan ikut tersenyum sendiri.
“Kau masih ingat waktu kau menyelamatkan Eunhyi yang nyaris tertabrak?” tanya Aeri, membuka pembicaraan.
“Ah, ya aku ingat,” kata Minho, “Waktu itu aku..emm..hanya kebetulan saja ada di sana,”
Aeri mengangguk. “Ya, ya aku tau kok. Tapi itu momen yang sepertinya sangat berkesan untuk Eunhyi. Sejak saat itu dia menganggapmu pahlawannya sampai akhirnya dia jadi sangat mengagumi SHINee sekarang ini,”
“Jinjja? Wah, aku jadi tersanjung,” kata Minho sambil tertawa tidak percaya.
Aeri ikut tertawa. “Ya dan itu yang membuatku jadi harus selalu menemaninya menonton SHINee sekarang,” katanya, tapi tidak dengan nada ketus yang biasanya.
“Yah justru baguslah karena itu kau selalu ada setiap aku membutuhkan semangat,” kata Minho.
Aeri terkejut mendengar kata-kata Minho barusan, wajahnya memerah.
Dan apa yang dilakukan Minho selanjutnya makin membuat Aeri terkejut. Minho tiba-tiba menggapai tangan kanan Aeri dan mengenggamnya. Dengan canggung Aeri melirik kea rah Minho tapi pria itu sengaja tidak mengarahkan pandangannya ke Aeri.
“Aku selalu ingin begini denganmu, tapi kau selalu ketus padaku,” kata Minho tanpa memandang Aeri.
“Aku…,” Aeri mengumpulkan keberanian untuk melanjutkan kalimatnya, “Aku juga ingin berdamai denganmu, tapi entah kenapa aku selalu ketus padamu.”
Minho tersenyum.
“Aahh, Eonni sama Oppa kok gandengan sih? Eunhyi juga mau digandeng,” protes gadis cilik itu sambil segera menyerobot tempat diantara Aeri dan Minho. Aeri dan Minho saling berpandangan sambil kemudian tersenyum. Masing-masing tangan Eunhyi menggandeng sebelah tangan Eonni dan Oppa kesayangannya.
“Huh, Eunhyi kalau Eonni yang nggandeng aja maunya dilepas terus,” kata Aeri.
“Iihhh,, yah suka-suka Eunhyi dong. Eunhyi kan maunya kalo digandengnya sama Eonni sama Oppa,” kata Eunhyi dengan gaya centilnya.
Minho tertawa. Begitu juga dengan Aeri. Dan kali ini perjalanan pulang mereka diiringi dengan banyak tawa.

***

Dulu Aeri pernah bermimpi tentang Minho. Mimpi yang sangat aneh dan mengejutkan menurutnya. Aeri ingat waktu itu ia sedang sakit dan terpaksa istirahat di UKS sekolah. Saat itu kepalanya memang terasa sangat pusing dan berat.
Tidak lama setelah tertidur Aeri bermimpi. Dalam mimpinya dia tidak sedang tidur di UKS, dia tidur di tempat yang tidak dikenalnya lagipula tempat itu hanya terlihat samar-samar di pandangan Aeri. Tapi kemudian Minho datang. Ia berjalan perlahan mendekati Aeri. Aeri bisa melihatnya sekalipun ia tidak merasa membuka mata. Pria itu kemudian berlutut tepat di samping tempat Aeri tidur.
Yang sangat mengejutkan adalah kemudian Minho dalam mimpi Aeri mendekatkan wajahnya ke wajah Aeri. dekat dan sangat dekat. Hingga akhirnya bibir mereka bersentuhan. Cukup lama dan hangat. Sungguh waktu itu Aeri menikmatinya.
Tapi tak lama kemudian ia terbangun, membuka matanya. Dan tidak mendapati siapapun ada disampingnya.

***

Sebetulnya Minho pernah melakukan hal yang lebih dari sekedar menggandeng tangan Aeri. Dulu ketika ia dan Aeri masih ada di kelas yang sama, pernah Aeri mendadak sakit dan terpaksa istirahat di ruang UKS. Minho tentu saja merasa sangat khawatir dengan keadaan Aeri. Karena itu ia memutuskan untuk melihat keadaan Aeri di UKS.
Sebenarnya niat awal Minho hanya melihat saja dari jauh supaya Aeri tidak terganggu. Tapi sesampainya di UKS ia melihat Aeri yang sedang tertidur pulas. Manis sekali. Sekalipun wajahnya sedikit pucat karena sakit, tapi Minho tetap terpesona melihat Aeri yang sedang tertidur.
Dan ini membuat Minho tergerak untuk tidak sekedar melihat Aeri dari jauh. Entah bagaimana kemudian ia berjalan mendekati Aeri yang sedang tertidur. Perlahan ia mengelus wajah gadis itu dan mendekatkan wajahnya ke wajah Aeri hingga akhirnya bibir mereka saling bersentuhan. Cukup lama dan hangat. Bahkan sebenarnya Minho ingin hal itu berlangsung lebih lama lagi. Tapi kemudian ia tersadar.
Minho gugup sendiri mengetahui apa yang sudah dilakukannya lalu dengan sedikit terburu-buru ia meninggalkan Aeri. Berhari-hari setelahnya ia hanya bisa mengutuk apa yang dilakukannya, sementara Aeri tidak pernah tahu apa yang sebenarnya terjadi.

***

“Yeoboseyo,” Minho menjawab panggilan yang masuk ke handphone’nya.
“Yeoboseyo. Minho-gun?” tanya seseorang diseberang sana.
“Ne, maaf anda siapa?” tanya Minho balik.
“Aku Wheena, Song Wheena, kau masih ingat? Kita pernah sekelas waktu kelas XI,” kata gadis di telepon yang ternyata Wheena itu.
Minho ingat. “Aaahh, Wheena-ssi. Apa kabar? Kudengar kau melanjutkan studi di Amerika,” kata Minho kemudian.
“Ya, benar sekali. Tapi saat ini aku sedang ada di Korea,” kata Wheena.
“Ooohh,” Minho hanya ber’ooo’ria mendengar penjelasan Wheena.
“Mmm.. sebenarnya aku meneleponmu karena ingin menanyakan sesuatu,” kata Wheena.
“Ah, ya. Memangnya apa yang mau kau tanyakan?” tanya Minho.
“Itu..kau tau kabar Aeri? aku sulit sekali menghubunginya. Sejak ke Amerika dia tidak pernah menghubungiku. Padahal kami kan dulu sangat akrab,” kata Wheena.
“Aaahh,, Aeri. Tahu kok. Aku masih sering bertemu dengannya. Begini saja. Kau datanglah ke acara SHINee bsok Aeri mungkin ada di sana,” kata Minho.
“Wah, aku menanyakan pada orang yang tepat, baiklah aku akan datang, ngomong-ngomong…,” dan pembicaraan mereka pun berlanjut menjadi obrolan panjang.

***

“Aeri-ya boleh kutanyakan sesuatu?” Wheena berbalik menghadap Aeri yang duduk di belakangnya. Saat ini sedang jam istirahat. Tidak banyak orang yang ada di kelas. Hanya Wheena Aeri dan beberapa anak di sudut belakang kelas yang tersisa.
Aeri mengangguk lalu meletakan novel di tangannya. “Ya. Apa yang mau kau tanyakan?” tanya Aeri sambil tersenyum.
“Ituu.. cowok yang duduk di seberangmu itu siapa namanya?” tanya Wheena dengan sedikit malu-malu.
“Ooohh, namanya Choi Minho. Barangkali kau pernah melihatnya di TV,” jawab Aeri.
“Ah, iya! Pantas saja wajahnya familiar,” kata Wheena.
“Ya dia anggota boysband SHINee yang baru debut itu. hmm.. kenapa memangnya kau tiba-tiba menanyakan Minho-gun?” tanya Aeri balik.
“Dia…ganteng dan baik yah sepertinya, hmm.. kayaknya aku suka deh sama tipe-tipe kaya dia,” jawab Wheena sambil tersenyum layaknya gadis kasmaran.
Tiba-tiba Minho masuk dan segera berjalan menuju mejanya.
“Mmm,, Minho-gun. Kau belum berkenalan dengan Wheena kan?” tanya Aeri tiba-tiba. Minho yang sedang minum mengentikan kegiatannya.
“Ah, iya. Mmm, choneun Choi Minho-yeyo, Mannaseo ban-gapsseumnida,” kata Minho sambil mengulurkan tangan pada Wheena.
Gadis itu menyambut uluran tangan Minho dengan senang hati. “Choneun Song Wheena-yeyo. Mannaseo ban-gapsseumnida,” katanya dengan ramah.
Minho tersenyum lalu melepaskan jabatan tangan mereka sementara Wheena sangat senang karena bisa berkenalan dengan pria idamannya. Melihat pemandangan dihadapannya mendadak Aeri merasa sebal. Gadis itu mengalihkan pandangannya dan kembali sibuk dengan novelnya tanpa tahu ada seseorang sedang berharap bisa berbicara lebih banyak lagi dengannya.


you’re my flower because you’ve already blossomed in my heart”

To be continued..
eh, eh, kenapa puisinya udah selesai tapi masih bersambung?? hehe.. itu jelas karena kisah Aeri dan Minho masih belum selesai.. jadi tetap nantikan kelanjutannya ya. :D

Label:

0 Comments:

Posting Komentar


◂◂ travel back in time ♪ // back to top \\ ♪ back to the future ▸▸
© All Rights Reserved 2011


Shinee - Minho